Dua Pelajar Pangkalan Susu Di Duga Berencana Bunuh Guru Sendiri

Hukum & Kriminal

P.BRANDAN,spi.com – Peristiwa percobaan pembunuhan berencana yang diduga dilakukan dua tersangka pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas yakni Rani br Tamba(19) pelajar Kls XII SMAN I Pangkalan Susu dan pacarnya Farhan(16) pelajar Kls X  SMK YPT Pangkalan Brandan terhadap Reliati br Siregar ( 56) guru  SMAN I Pangkalan Susu menjadi perbincangan hangat praktisi pendidikan di Kabupaten Langkat.

 Kepala Sekolah SMA Dharma Patra Pertamina Pangkalan Susu Sofyan Chaniago salah seorang praktisi pendidikan Kab.Langkat ketika dikonfirmasi beberapa media,Kamis(30/3) menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan dua pelajar, akibat aksi brutal  mereka nyaris menghilangkan nyawa seorang guru yang telah mendidik ribuan generasi muda harapan bangsa dan negara.

Masih kata dia, sikap yang kurang baik dari kedua pelajar ini perlu menjadi perhatian dari semua pihak. Kita tidak bisa menutup mata tentang pergaulan bebas yang saat ini semakin trend digandrungi para generasi muda.

“Kecanggihan tekhnologi dan internet bebas salah satu faktor utama terjadinya tindakan kekerasan yang dapat merugikan pihak lainnya” ujarnya.

Sebagai pendidik dan orang tua lanjut Sofyan, kita harus terus memantau pengaruh negatif globalisasi saat ini. Menyikapi tindakan kekerasan yang kerab  terjadi dan dilakukan anak dibawah umur, menurut Kasek antara orangtua dan pendidik haruslah menjalin hubungan harmonis.

“Sebab bimbingan moral yang ditanamkan kepada kawula muda bukan sepenuhnya menjadi tanggungjawab pendidik, peran serta  orangtua paling utama dalam membentuk bibit, bobot generasi muda” paparnya.

Sofyan mengaku sangat prihatin atas kejadian yang menimpa diri Reliati br Siregar teman seprofesinya, ternyata niat baik yang ditanamkan beliau selama ini kepada anak didiknya Rani br Tamba menuai hasil yang sangat memilukan bahkan nyaris menghilangkan nyawanya.

“Meski pahit namun dia berharap kepada Reliati br Siregar selalu tabah menjalani segala cobaan, semoga tuhan memberikan hikmahnya atas kejadian ini” pintanya.

Reliati br Siregar memaparkan, Rani br Tamba sudah hampir 3 tahun tinggal bersamanya. Selama ini dia sudah menganggap Rani bahagian dari keluarga mereka, bahkan dia tidak pernah membayangkan jika Rani yang telah dianggap seperti anak sendiri tega ingin menghabisi nyawanya dengan perbuatan keji.

Reliati menceritakan awalnya 3 tahun lalu, Rani mendaftarkan diri di SMAN I Pangkalansusu, karena jarak rumah orangtuanya di Desa Pangkalansiata Pangkalansusu  dengan sekolah jauh. Kebetulan dia pun tinggal sendiri sejak ditinggalkan suami tercinta, dia bermurah hati menerima Rani tinggal bersamanya.

” Selama tinggal dirumah, aku tak pernah berhitung padanya,bahkan dia bebas mempergunakan segala fasilitas yang ada seperti kamar tidur, air dan failitas lainnya tanpa pernah ku pungut bayaran, tapi mengapa dia tega ingin membunuh ku”, ucap wanita paruh baya itu.

Disinggung tentang perlakuan yang telah dilakukan Rani bersama pacarnya, Reliati mengaku sangat kecewa dan sampai detik ini dia belum dapat memaafkan, ternyata niat baik yang selama ini ku berikan kepada Rani dibalasnya dengan perbuatan keji.

Kepada pihak yang berwenang, dia meminta agar kedua tersangka dihukum  sesuai peraturan yang berlaku . “Semoga selama menjalani masa hukuman, nantinya dapat merubah sikap kedua pelajar dan tidak lagi mengulangi perbuatannya,” harapnya.(SPI/Red)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan