2 TSK Masih Buron 1di Tembak Pelaku Pembunuh Aipda Jakamal Tarigan

Hukum & Kriminal

IMG-32594

Salah satu pelaku pembunuh J.Tarigan

Belawan,spi.com – Tim gabungan Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan, terus melakukan pengejaran terhadap dua pelaku pembunuhan yang menewaskan Aipda Jakamal Tarigan. Saat ini sudah empat tersangka yang ditangkap, Minggu (4/6) jam 17.00 wib.

Keenam tersangka yakni, Lisman Giawa alias Pak Agus (40) warga Serba Guna Ujung Gang Damar, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Ayu Giawa, Jhoni Hartono Zebua alias Tena (33) warga Jalan Antariksa, Karang Sari Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Faigi Zaro Zega alias Pak Robert (51) warga Jalan Merbau Depan Puskemas Labuhan Deli Desa Helvetia (areal tanah garapan) Kecamatan Labuhan Deli dan Soja Lembu serta Morali Gule (36) Jalan Serba guna Ujung Gang Merbau Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli.

Sementara 2 dari 6 tersangka tersebut masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), karena pada saat dilakukan penangkapan kedua warga Nias bernama, Soja Lembu (35) warga Jalan Serba Guna Ujung Dusun IV Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli dan Ayu Giawa (40) warga Jalan Serba Guna Ujung Gang Damar Desa Helvetia Kecamatan Labyhan Deli, berhasil kabur dari sergapan petugas.

Keterangan yang dapat dihimpun di kepolisian menyebutkan, berdasarkan hasil interogasi petugas keenam tersangka tersebut telah mengaku melakukan berbagai peran dalam aksi pembunuhan sadis terhadap Aipda Jakamal Tarigan yang tewas, Jumat (2/6) jam 23.30 wib.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Yemi Mandagi mengatakan dalam kasus pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya Aipda Jakamal Tarigan tersebut pihaknya telah menetapkan 6 tersangka, dua tersangka berstatus DPO. “Sudah bang, 4 orang yang kami jadikan tersangka saat ini,” kata Yemi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aipda Jakamal Tarigan (40), warga Jalan Serba Guna Ujung Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli, tewas akibat dikeroyok sekelompok warga asal Nias di sekitar kediamannya saat mencoba menyelesaikan perselisian antar warga.
Bagi Polri, Jakamal Tarigan adalah pahlawan. Ia dinilai gugur dalam tugas. Polisi berpangkat Aipda itu pun dianugerahi kenaikan pangkat menjadi Aiptu Anumerta.

Pemberangkatan jenazah almarhum Aiptu (Anumerta) Jakamal Tarigan ke pemakaman.

“Beliau adalah Pahlawan bagi kami keluarga besar Polri,” kata Kapolda Rycko Amelza Dahniel, saat jumpa pers di pelataran kamar mayat, RS Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Minggu (4/6) siang.

Dalam jumpa pers itu, Kapoldasu didampingi Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho, Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Rina Sari Ginting, Kepala RS Bhayangkara Kombes Dr Nyoman Nasutian, Kepala Laboratorium Forensik Polri Cabang Medan Kombes Wahyu Marsudi.

Anggota Satuan Narkoba Poltabes Medan tewas dibacok massa di Jalan Serbaguna Ujung, Pasar 4, Desa Manunggal, Jumat (2/6) lalu, karena berusaha melerai pertengkaran antara warga Jalan Serbaguna dan penduduk Pasar 4, Gang Damar yang mayoritas suku Nias.

Menurut Sandi Nugroho, Aiptu (Anumerta) Jakamal, oleh warga telah dianggap sebagai Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di lingkungan Jalan Serbaguna. Sehingga kalau ada masalah, warga cepat menghubunginya dan meminta bantuannya.

Nah, saat konflik terjadi, malam itu, ada warga yang mendatangi rumahnya dan meminta tolong agar melerai kedua pihak yang berkonflik. Tanpa banyak tanya, Aiptu Jakamal segera turun tangan.

“Jam 23.00 wib, bentrok sudah reda. Kedua pihak dijembatani. Namun ternyata begitu pisah, satu kelompok warga itu tidak puas dengan hasil keputusan tersebut dan balik menyerang anggota kami, Aiptu Jakamal. Mereka disinyalir telah mabuk oleh tuak,” beber Sandi.

Lebih jauh Sandi menerangkan Aiptu Jakamal diserang dengan dibacok. Ia mengalami sejumlah luka tusukan.Kepala RS Bhayangkara Kombes Pol Dr Nyoman Nasutian memerinci, Aiptu Jakamal mengalami luka tusukan yang fatal di dada kiri dan kanan sehingga mengakibatkan pendarahan hebat.

Selain itu, ia juga mengalami luka sayatan di pundak bagian belakang, tusukan di perut. Dan sejumlah luka lecet. Korban sempat dilarikan ke RS Sinar Husni selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara. “Ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit lantaran kehabisan darah,” ungkap Nyoman.
Tewasnya Aipda Jakamal Tarigan yang tewas diserang sekelompok warga, langsung melakukan penyisiran.Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, mengerahkan timnya menyisir lokasi konflik, menempatkan sejumlah anggota untuk berjaga-jaga di lokasi.

“Kami sweeping lokasi TKP dua kali. Sekali jam 1 dinihari, sekali lagi setelah sahur. 60 orang kami amankan. Tapi hanya 6 pelaku aktif yang terindikasi.Dari 6 orang terindikasi, 4 orang sudah kami amankan.Kasus ini kini masih ditangani tim gabungan Unit Reskrim Polsekta Medan Labuhan, Polres Belawan, Polrestabes Medan dan Tim Jahtanras Poldasu.
KAPOLDA Sumut Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel MSi, terharu lalu mengunjungi keluarga korban Aiptu Anumerta Jakamal Tarigan yang gugur dalam tugas melerai pertikaian antar kelompok di lahan garapan Labuhan Deli.

Kapoldasu menyambangi keluarga korban yang masih berada di Ruang Instalansi Forensik RS Bhayangkara dan memberikan semangat dan bantuan kepada keluarga korban.Kapoldasu beserta keluarga korban kemudian masuk ke ruang jenazah untuk kemudian mendoakan arwah korban agar diterima Allah SWT di-tempat yang terbaik.

Sebelumnya Kapoldasu juga telah menaikkan pangkat almarhum setingkat lebih tinggi dari Aipda menjadi Aiptu Anumerta.Kapolda berharap semoga keluarga yang ditinggalkan almarhum, agar dapat tabah dan kuat dalam menghadapi cobaan tersebut.

Diburu Hidup Atau Mati
Kapolres Pelebuhan Belawan AKBP Yemi Mandagi, mengintruksikan, dua pelaku yang masih buron agar segera menyerahkan diri sebelum ditindak tegas hidup atau mati.

Yemi mengatakan, pertikaian tersebut bukan diakibatkan perebutan tanah garapan dan perang antar OKP meskipun di TKP ditemukan seragam OKP. Namun Yemi mengatakan, penyebab bentrokan karena kasus Lakalantas.

“Awal perdamaian antar kesepakatan, tapi pihak mereka menolak tidak puas dengan hasil keputusan saat kejadian. Jadi belum mencapai kata sepakat sebenarnya. Saat dilakukan pengamanan, para pelaku masih dipengaruhi minuman keras,” katanya.

Yemi kembali menjelaskan, sebanyak 60 orang saat itu diamankan pihak petugas.Hasil dari identifikasi, ada tersangka sebanyak 3 orang dan satu orang ditangkap karena melarikan diri.

Satu Ditembak
Beberapa jam melakukan pengejaran, salah satu tersangka terduga pelaku penganiayaan menewaskan Aiptu (Anumerta) Jakamal Tarigan, terpaksa ditembak.

Kapoldasu Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel didampinggi Kapolresta Medan Kombes Pol Sandy Nugroho di RS Bahyangkara Medan di Jalan Wahid Hasyim, Minggu (4/6) siang mengatakan, tewasnya anggotanya ditenggarai peristiwa lakalantas.

Karena lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) lakalantas tersebut di Jalan Serbaguna Ujung Gang Amal, tidak jauh dari rumah persisnya di-samping rumah korban.Nah, saat itulah, kedua belah pihak yang bertikai tidak menemukan perdamaian, dan seorang warga melaporkan agar Jakamal Tarigan bisa menjadi penengah keributan tersebut. Tetapi, salah satu pihak tidak terima keputasan yang diambil, keributan pun kembali pecah.

“Sebelumnya sudah terjadi proses perdamaian secara persuasif. Tapi, pihak lain ada yang tidak terima. Maka di situ korban tersungkur diserang salah satu kubu,” ujar Ryco.Sementara, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Yemi Mandagi SiK menyebutkan, di daerah tanah garapan tersebut Jakamal berusaha melerai kedua kubu untuk menahan diri. Namun, salah satu kelompok maju menyerang.

Jakamal sempat mengeluarkan 4 kali tembakan ke udara. Tidak menghiraukan intruksi tembakan tersebut, lima pelaku yang dipengaruhi minuman tuak, menyerang korban.Korban pertama kali dipukul Liswan Giawa alias Pak Agus yang memukul kepala korban menggunakan botol, disambut Pak Ayu Giawa merampas pistol Jakmal sembari menikam korban.

Seorang pelaku pun terpaksa ditembak di kedua kakinya saat dilakukan penangkapan. “Karena menyerang petugas saat diringkus, satu pelaku ditembak Sabtu kemarin. Seluruh tersangka saat ini ada 4 orang, selebihnya masih berstatus buron. Sementara senpi (senjata api) korban yang dirampas Zega sudah diamankan,” ujar Kapolres kepada awak media ini.(spi/red)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan