Masih Adakah Hukum di Negeri ini ? Rudi, di Siksa Oknum Polisi

Hukum & Kriminal
Poto:(yudi) Orang tua korban(Rudi) ketika mendatangi kantor Polrestabes Medan
Medan,spi.com – Orang tua mana yang tak sedih melihat anaknya di aniaya beberapa oknum Polisi,Rudi (35) warga Jalan Pasar VII Dusun 8 Percut Sei Tuan Delu Serdang mengalami trsuma yang berkepanjngn.Ianya menjadi bulan bulanan oknum Polisi  Shabara Polrestabes Medan beberapa bulan lalu.Pada saat kejadian sekira pukul 23.00 Wib tiba toba datang kerumahnya langsung menangkap dan memukul korban.
Padahal ianya mau mengunci pagar rumah karena hari sudah larut malam tanpa sebab,dan dengan membabi buta terus menghajar Rudi sambil memborgol kedua tangannya.Saat itu, Kamis (16/3/2017) . Belum lagi puas memukuli, korban pun dibawa paksa pelaku ke jalan Tol Letda Sujono. Sesampainya dilokasi korban kembali mengalami penyiksaan.
Setelah puas, korban kembali dibawa pulang kerumahnya dan didepan orang tua korban, para pelaku membawa korban ke Mako Sabhara Polrestabes Medan. Ibu korban yang melihat kejadian itu langsung menyusul anaknya. Sesampainya di Mako Sat Sabhara Polrestabes Jalan Putri Hijau Medan,ibu korban tidak diperkenankan menjumpai anaknya.
Malahan ketujuh petugas tersebut menunjukkan barang bukti sabu yang bukan milik korban. Setelah ditantang membuktikan siapa pemilik sabu tersebut, ketujuh Polisi Sabhara itu tidak dapat membuktikannya. Akhirnya korban dilepas dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Putri Hijau untuk mendapatkan perawatan medis.
Tak terima disiksa, korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolrestabes Medan.

“Kejadiannya malam sekitar jam 11 malam, saat itu anak saya mau mengunci pagar, lalu mereka datang 7 orang polisi sabhara Polrestabes Medan. Gak tahu apa tuduhannya, mereka teriak “itu dia..itu dia..” lalu anak saya digari dipukuli, lalu dibawa ke TOL Letda Sujono,” ujar ibu korban kepada wartawan saat di Mapolrestabes Medan, Kamis (4/8/2017).

Ibu korban menambahkan, lalu anaknya dibawa kembali ke rumah dan dari rumahnya dibawa lagi ke Sat Sabhara Polrestabes Medan.

“Disitu saya ditunjukkan sabu, lalu saya bilang gak mungkin di tes urine pun boleh kalau anak saya pemakai.Langsung sabu itu disimpan mereka dan pada saat itu anak saya dikerangkeng hingga beberapa jam. Lalu karena terlihat sesak nafasnya saya minta dibawa ke Rumah Saki Tentara yang bersebelahan dengan kantor Sat Shabara Medan.

Mama Rudi berharap adanya  kepastian hukum pasalnya hingga sekarang pelaku masih berkeliaran dan ibu tersebut mengatakan”apakah masi ada hukum di negeri ini ?.“Seharusnya pelaku itu dihukum, tapi sampai sekarang para pelaku masih berkeliaran,” harapnya.

Disaat yang sama, Kuasa Hukum korban, Bambang Haris Samosir mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu penyelesaian kasus ini.“Kami minta kasus ini cepat diproses, ini bukan persoalan sulit. Ini kasus gampang. Saya minta penyidik lekas bertindak,” katanya.

Bambang menambahkan, bahwa saat ini dari keterangan penyidik telah memeriksa 5 orang oknum Polisi Sabhara yang menjadi pelaku penyiksaan tersebut.“Dari keterangan penyidik, sudah 5 orang yang diperiksa. Namun yang kami laporkan masih 1 orang. Para pelaku pangkatnya Brigadir Dua (Bripda),” masih muda muda mereka ujarnya.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kanit Pidum Polrestabes Medan, AKP Rafles S mengatakan akan mengecek laporan tersebut. “Saya cek dulu,” ujarnya singkat.(spi/red)

Tinggalkan Balasan