Membuktikan Antara TNI dan Rakyat Tetap Bersatu,Dan Yon Kav 6/NK Berada di Atas Anoa Bersama Warga

Sumut

Medan,spi.com – Di hari terakhir, Moment penutupan pameran alutsista (alat utama sistem senjata) Batalyon Kavaleri 6/Naga Karimata (Yonkav 6/NK) di pelataran parkir Ring Road City Walk, Jalan Gagak Hitam Medan,Rabu sore (16/8/2017), penuh dengan kenangan indah.Dan malam harinya,ditutup dengan kembang api sehingga penutupan semakin meriah.

Warga yang kembali diberi kesempatan untuk Joy Ride (bersenang-senang) di atas kendaraan tempur (ranpur) milik Yonkav 6/NK, Kodam I/BB, benar-benar mendapat suprise (kejutan).

Betapa tidak, jika sebelumnya warga hanya bisa selfie di atas panser atau tank sepuasnya, tapi di acara penutupan, warga dibawa berkeliling di seputaran Jalan Gagak Hitam.Bahkan, dalam satu kesempatan, Komandan Yonkav 6/NK, Letkol Kav Syamsul Arifin, SE, MTr (Han), juga ikut bareng Joy Ride dengan warga.

 

“Ini moment luar biasa. Danyonkav 6/NK juga ikut Joy Ride di atas Panser Anoa dengan kita,” kata Yudi, warga sekitar lokasi kepada wartawan.Letkol Kav Syamsul Arifin, SE, MTr (Han) sendiri mengaku, acara Joy Ride bareng dengan warga ini memang sudah dipersiapkan pihaknya.

“Kita ingin menunjukan kepada masyarakat luas bahwa tanpa rakyat, TNI bukan apa-apa. Karena rakyat sebagai ibu kandungnya TNI, sehingga TNI harus manunggal dengan rakyat,” ucap Letkol Kav Syamsul Arifin.

Memang, pameran alutsista Yonkav 6/NK ini menjadi wadah yang dinanti-nanti warga Kota Medan.Tak hanya yang muda sampai anak balita, orangtua juga tak mau ketinggalan untuk mengabadikan dirinya di depan sejumlah panser atau tank milik TNI AD.

 

“Kita sengaja menggelar pameran alutsista ini, sehingga warga bisa mengenal lebih dekat apa saja persenjataan milik TNI AD,” kata Letkol Kav Syamsul Arifin, SE, MTr (Han) disela-sela acara.Dijelaskannya, ada sebanyak 10 tank/panser dan sejumlah senjata serbu milik TNI AD yang dipamerkan di acara.

Salah satunya panser lawas model Saladin buatan pabrikan asal Alvis, Inggris, yang menggunakan penggerak roda 6×6 FV601. Panser milik Korps Kavaleri TNI AD yang satu kelas dengan model Ferret dan Saracen itu, sama-sama didatangkan ke Tanah Air sekitar awal 60-an.

Bila Saracen populer sebagai APC (armoured personal carrier) yang legendaris sebagai kendaraan pengusung peti jenazah Pahlawan Revolusi. maka Saladin juga punya sisi fenomal yang tak kalah serunya.Dari segi historis, misalnya, bersama Ferret dan Saracen, panser Saladin turut aktif mengamankan Ibu Kota saat terjadi pemberontakan G30S.

Trio panser ini memang punya komposisi unit yang ideal. Ferret sebagai kendaraan intai, Saracen sebagai angkut pasukan, dan Saladin berperan sebagai unit panser pemukul. Hal ini tak lain terlihat dari adopsi kanon L5A1 kaliber 76 mm.

Meski sudah berusia lanjut, Saladin masih aktif dioperasikan hingga saat ini. Kiprahnya bisa dilihat dalam setiap latihan tempur.Dalam beberapa operasi pemulihan keamanan, Saladin juga kerap masih muncul, seperti di NAD dan meredam rusuh di Jakarta pada tahun 1998 lalu.

Pada awal kedatangannya, Saladin dan kedua saudaranya ditempatkan dalam satuan Yonkav 7/SerSus Kodam Jaya Jakarta. Namun seiring reorganisasi, panser lawas ini digeser ke satuan-satuan lain di luar Jakarta.

Saat ini panser Saladin diketahui memperkuat unit kavaleri Kostrad dan beberapa Kodam, seperti di Yonkav/2 Diponegoro, Yonkav/10 Hasanudin, dan Yonkav/6 Bukit Barisan.

Menurut Letkol Kav Syamsul Arifin, pameran yang dikerjasamakan antara Yonkav 6/NK, Kodam I/BB dengan managemen RRCW ini dalam rangka merayakan HUT ke 72 Republik Indonesia tahun 2017 dan HUT ke 63 Batalyon Kavaleri 6/Naga Karimata (Yonkav 6/NK) pada 18 Agustus 2017.

Pameran yang digelar selama tiga hari (13-15 Agustus 2017) ini menampilkan beberapa jenis Kendaraan Tempur (Ranpur) TNI AD, baik Tank maupun Panser.

Selain menampilkan Ranpur, juga ditampilkan beberapa persenjataan lainnya baik senjata perorangan prajurit sampai dengan persenjataan Ranpur.

Dalam pameran ini seluruh masyarakat akan diberikan kesempatan melihat dari dekat beberapa perlengkapan tempur yang dimiliki TNI AD, khususnya Yonkav 6/NK.

“Di acara ini, warga tak hanya bisa melihat alutsista TNI, tetapi juga bisa melakukan Joyride/naik kendaraan tempur TNI AD.

Di samping itu, warga juga akan kita hibur dengan penampilan sejumlah band lokal, dan komunitas kendaraan otomotif Kota Medan,” beber Letkol Kav Syamsul Arifin. (spi/mec)

Tinggalkan Balasan