Di Duga Ada” Oknum Berpenampilan TNI Intimidasi”Pemilik RS Maya Sari

960

 

Medan,spi.com – Pemilik Rumah Sakit Umum (RSU)  Maya Sari dr. Kaherdi Andri melalui istrinya Ismar Mansyur SH, membuat laporan pengaduan ke Polisi Militer I /Bukit Barisan (Pomdam I/BB) atas ketidaknyamanan yang dialaminya dan keluarganya, sehubungan keberadaan sejumlah oknum berpenampilan aparat TNI di lingkungan RSU Maya Sari yang berlokasi di Jl. Pasar III Kelurahan Rengas Pulau,  Medan Marelan.

Menurut dr. Kaherdi didampingi ibundanya Hj. Nuriaini kepada wartawan di Medan,  Rabu (23/8), laporan ke Pomdam I/BB tersebut dibuat istrinya Ismar Mansyur SH tertanggal,  kamis (⅜) dan diterima Lettu Cpm Emi Budiman serta ditandatangani Kasi Idik Pomdam I/BB Mayor Cpm Tonggo R Hutabarat.  “Waktu istri saya membuat laporan ke Pomdam, saya sedang di Jakarta, “ terangnya.

Menurut dr Kaherdi,  laporan ini dilatarbelakangi kejadian pada tanggal 4 Juli 2017 lalu.  Saat itu, istrinya Ismar Mansyur SH dan ibundanya Hj. Nuriaini bermaksud ingin ke RSU Maya Sari untuk melakukan aktifitas. tapi setiba di rumah sakit,  sejumlah oknum berpenampilan aparat TNI menghalangi dan tidak memperkanankan masuk.

 

“Tanggal 4 itu kejadian pertama,  kami sempat ribut sama oknum yang berpenampilan seperti TNI itu. Sampai kemarin,  mereka juga masih mondar-mandir di rumah sakit kami, “ tambah Hj. Nuriaini.

Bahkan, terang Hj. Nuriaini lebih lanjut,  selain menghalangi pihaknya untuk masuk ke RSU Maya Sari,  oknum berpenampilan TNI tersebut juga pernah menggembok dan memasang rantai kapal di pagar rumah sakit.

“Saya ini sudah tua,  kalau  memang ada masalah kita selesaikan sesuai jalur hukum.  Bukan dengan memperalat aparat Negara untuk menakut-nakuti kami, “ ujar Hj. Nuraini.

Saat ditanya latar belakangan munculnya oknum TNI berkeliaran di RSU Maya Sari, dr. Kaherdi Anri menjelaskan, masalah ini berkaitan dengan sengketa antara dirinya dengan pihak Bank BRI Kantor Cabang Putri Hijau.

“Saya ada pinjaman di BRI sebesar Rp6,2 miliar.  Pada awalnya pembayaran saya lancar. Ada sekitar Rp3 miliar sudah saya bayar.  Tapi beberapa tahun belakangan ini tersendat,  karena ada masalah internal di rumah sakit kami, “ terangnya.

Tapi,  tandasnya,  pihak BRI melakukan pelelangan sepihak.  Kemudian ada yang mengaku pengacara dari pemenang lelang meminta untuk pengosongan RSU Maya Sari.

Ditambahkan, pihaknya sudah melakukan upaya hukum, antara lain dengan mengadu ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

“Putusan BPSK no. 1772/arbitrase/BPSK-BB/XI/2016, kami menang. pelelangan dinyatakan tidak sah dan pihak BRI juga tidak melakukan banding, “ tegas dr. Kaherdi seraya menambahkan pihaknya juga sudah melaporkan terkait putusan BPSK ini ke Pengadilan Negeri Medan, pada 12 Juni 2017.

Pada kesempatan itu dr. kaherdi juga bermohon kepada pimpinan TNI,  baik Dandim,  Pangdam, Pangkostrad dan Panglima TNI,  untuk memberikan sanksi tegas, bila memang oknum berpenampilan seperti TNI yang mengintimidasi pihaknya merupakan prajurit aktif.

“Kami ini rakyat biasa. Kami tidak ada masalah dengan TNI, kenapa kami diintimidasi. Pada kesempatan ini,  kami mohon bantuan petinggi TNI, ” pintanya.(spi/red)