Para Jenderal Sepakat Hempang Keberadaan PKI

Nasional

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua kiri) bersama KASAD Jenderal TNI Mulyono (kedua kanan), KASAL Laksamana TNI Ade Supandi (kiri) dan KASAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) melakukan salam komando seusai Rapim TNI 2017 DI Mabes TNI, Jakarta, Januari lalu. (Foto: M Agung Rajasa)

Jakarta,spi.com — Di saat isu G30S/PKI masih hangat, para jenderal kawakan berkumpul di Markas Besar TNI, di Cilangkap, Jakarta, Jumat (22/9). Kekompakan dalam sikap anti-PKI pun diperlihatkan.

Dari pantauan sinarpagiindonesia.com, tampak hadir sejumlah mantan Panglima TNI. Di antaranya, Try Sutrisno, yang juga merupakan mantan Wakil Presiden RI keenam; Endriartono Sutarto; Wiranto, yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan; Agus Suhartono.

Tak ketinggalan, hadir pula para purnawirawan Jendral bintang tiga, misalnya, Prabowo Subianto, yang merupakan ketua umum Partai Gerindra.

Di acara itu, para purnawirawan jenderal bintang empat duduk satu meja bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Sementara, para purnawirawan jenderal bintang tiga duduk di meja lainnya.

Gatot Nurmantyo menyebut acara hari ini digelar untuk membina silaturahmi antara TNI aktif dan para purnawirawan.

“Ini sebagai wahana silaturahmi sambung rasa kami dengan bapak sepuh, senior terdahulu. Pimpinan TNI, melalui forum ini, kami ucapkan terimakasih atas kesediannya para sesepuh menghadiri acara ini.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan pentingnya menjaga kekompakan keluarga besar TNI. Termasuk dalam menghadapi isu PKI. Baginya, saat ini perlu mencari formula yang terbaik untuk kebaikan bangsa dan negara.

“Kan saya sudah jawab, kita harus kompak dengan Panglima TNI dan dengan purnawirawan,” ucapnya.

Senada, Try Sutrisno bahkan menggaungkan kembali wacana proses penyaringan (screening) silsilah keluarga calon taruna TNI untuk mencegah keluarga mantan PKI masuk ke Akademi Militer.

“Sekarang tidak mustahil anak cucu PKI akan masuk ke Akmil itu sasaran strategis jangka panjang. Jadi saya minta jejeran intel kita walau sudah tidak ada timsus, please yang mau masuk Akmil, Akpol, AU, atau AL untuk betul-betul tahu orang ini merah putih atau tidak,” ujar dia.

Menurutnya, kewaspadaan di tubuh TNI itu harus ditingkatkan seiring masih banyaknya ideologi yang bertolak belakang dengan Pancasila. Para Jenderal dan petinggi TNI pun harus lebih siap menghadapi ancaman terhadap Pancasila.

Menjawab usul Try, Gatot menyebut proses penyaringan dalam seleksi calon taruna TNI sudah dilakukan. Keberadaan data pribadi yang rinci dianggap memudahkan penyeleksian itu.

“TNI selalu waspada bagi yang masuk TNI karena ini sudah keputusan, jelas kami tahu itu. Tidak mungkin kami tidak tahu semua datanya kami tahu. Tetapi tetap diterima,” ujar Gatot.

Sebelumnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyebut perintah untuk memutar film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI ditujukan untuk generasi muda, agar mereka tidak mudah terprovokasi dan terpecah-pecah lagi.

“Saya yang memerintahkan pemutaran kembali film G30S PKI itu, mengimbau masyarakat untuk memutar kembali film itu,” kata Gatot usai berziarah ke Makam Presiden RI ke-2 Soeharto, di Astana Giribangun Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (19/9).(spi/red/rrs)

Tinggalkan Balasan