Pelaku Pembacokan di Lahan Garapan Pasar 8 PS Tuan Diringkus Petugas Gabungan

Hukum & Kriminal

Medan,spi.com – Tanah garapan lagi lagi menjadi pemicu terjadinya tindak kriminal.Padahal belum tentu kita bisa memiliki lahan tanah tersebut ujat salah seorang sumber yang namanya enggan di sebutkan.

Satreskrim Polrestabes Medan dibantu Polsek Percut Seituan akhirnya berhasil meringkus pelaku pembacokan Purnamawanto (42) yang ditemukan bersimbah darah dengan kondisi tangan kanan putus dan luka bacokan di sekujur tubuh.

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Rina Sari Ginting, Rabu (11/10) mengatakan bahwa kedua pelaku yakni Alamsyah alias Alung (38) warga Jalan Komplek Veteran Blok A Medan Estate Percut Seituan dan Ari Setiadi alias Ari Alias Begal warga Jalan Pasar IV Mabar Hilir Gang Famili Labuhan Deli berhasil dibekuk di sebuah gubuk di daerah lahan Garapan Pasar VIII Desa Sampali Percut Seituan.

“Telah diamankan 2 orang diduga pelaku kasus 351 yo 170 KUHP sesuai dengan No Lp: Lp/2164/K/X/2017/Spkt percut Tangal 10 oktober 2017 dengan korban Purnamawanto warga Dusun V Cempaka Desa Lau Dendang Percut Seituan,” ujarnya.

Menurut Rina, kedua pelaku ini diamankan sekira pukul 17.30 Wib. Saat itu tim gabungan Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Polsekta Percut Sei Tuan di bawah pimpinan Kanit Pidum, Kanit Res Poksekta Percut Sei Tuan dan Panit Pidum beserta personil Timsus 1 mendapat informasi bahwa pelaku pembacokan berada di lokasi kejadian.

“Tersangka Alung dan Ari sedang berada di daerah lahan garapan Pasar VIII Desa Sampali. Atas informasi tersebut personil ke tkp yang dimaksud, kemudian melakukan pengepungan dan menangkap keduanya yang sedang berada di sebuah gubuk,” ujarnya.

Lanjut Rina, saat diperiksa kedua pelaku ini mengakui perbuatannya. “Selanjutnya hasil interogasi tersangka mengakui perbuatannya telah melakukan penganiyaan secara bersama sama. Dan barang bukti yang diamankan berupa 1 buah parang babat, 1 buah parang berbentuk lengkung, 1 buah baju yang dipakai Alung dan 1 buah baju yang diapakai Ari,” ujarnya.

Sebelumnya, Dua kubu antara masyarakat penggarap dengan kelompok BPRPI bentrok di lahan garapan Jalan Pasar VIII Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang, Selasa (10/10) sekira pukul 10.15 Wib.

Akibat bentrok tersebut salah satu masyarakat penggarap terluka, tangan kanannya putus, begitu juga tangan kiri, kepala, kaki dan punggung terdapat luka bacokan yang disebabkan senjata tajam.

Informasi yang dihimpun wartawan, peristiwa nahas tersebut dialami Purnamawanto (42) Dusun V Cempaka Desa Lau Dendang. Pria yang kedua lengannya dipenuhi tato itu ditemukan tak berdaya di dalam parit dengan kondisi memprihatinkan.

Selain tangan kanannya putus, tangan kirinya juga nyaris putus akibat sabetan senjata tajam. Luka bacokan juga terlihat di kepala, kaki, dada dan punggung.

Bentrok ini bermula ketika Syafrijal mendapat telepon dari ketua BPRPI Budi jong bahwa lahan milik BPRPI saat ini sedang ditraktor. Saat itu Syafrizal disuruh untuk menghentikan korban Purnamwanto agar tidak melakukan pengerukan tanah dengan alat berat tersebut.

Setelah tiba dilokasi korban dan saksi melihat Alung, Naibaho dan 2 orang rekannya duduk di dalam gubuk dan langsung menghentikan operator traktor untuk keluar dari lokasi. Setelah traktor keluar dari lokasi korban didatangi oleh Alung dan Naibaho dan sempat terjadi adu mulut.

Dari kejauhan terlihat traktor berhenti. Namun saat Syafrijal kembali mendatangi traktor tersebut untuk melanjutkan perjalanan,Syafrijal kembali ke lokasi namun tidak melihat Purnawanto. Dirinya juga melihat Alung membawa kelewang dan Ari membawa parang babat berlari menjauhi lokasi.

Saat itu juga Syafrijal mendengar suara memanggil dari dalam parit dan melihat Purwanto sudah dalam kondisi berlumuran darah
. Syafrijal langsung menghubungi temannya dan melakukan evakuasi terhadap korban ke Rumah sakit Haji Medan

Setelah dilakukan pengecekan ke RS Haji Medan. Saat ini korban telah dirujuk ke Rs Pringadi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.(spi/red)

Tinggalkan Balasan