Ternyata,Berantas Judi di Kota Medan Hanya Isapan Jempol Belaka

Hukum & Kriminal

Medan,sinarpagiindonesia.com – Hingga kini yang namanya bentuk perjudian,masih aman keberadaanya di Provinsi Sumatera Utara terutama Kota Medan.Seperti judi samkwang (dadu) di Desa Manunggal Kecamatan Helvetia Kabupaten Deli Serdang sepertinya kebal hukum.

Bandar judi beromset ratusan juta rupiah itu disebut-sebut bernama Jhoni (warga turunan-red). “Pengelola dan bandar judi dadu di pasar 7 Desa Manunggal tidak perduli dengan siapapun yang penting,bisnis haramnya terus jalan.

Hebatnya beliau (Jhoni-red) dapat atur semua penegak hukum di Sumatera Utara ini, mana ada penegak hukum yang berani sentuh Jhoni”.Demikian di katakan salah seorang warga Desa Manunggal Helvetia dan sekitar lokasi judi, lsin lagi masyarakat yang sering mangkal di kantin Pertamina Labuhan Deli pada Rabu (25/10).

Menurut Sadi, lokasi judi dadu di Desa Manunggal Helvetia Deli Serdang itu pernah di demo masyarakat dan Front Pembela Islam (FPI). Lokasi judi itu juga pernah di gerebek tim gabungan Polda Sumut,namun dua hari kemudian judi kembali digelar.

“Percuma di lapor ke Poldasu, tempo hari pernah di gerebek tim gabungan Poldasu, meskipun di hadang oknum berseragam loreng yang di duga membekingi usaha haram tersebut.Pafa saat itu tim gabungan berhasil mengamankan sejumlah pemain dadu dan bandar diamankan, namun hanya 2 hari saja, selanjutnya,judi dadu main lagi”kata Sadi kesal.

Sebelumnya,lokasi judi dadu pasar 7 Desa Manunggal Helvetia tersebut sempat di demo masyarakat dan FPI, dan sempat tutup beberapa Minggu  tapi,aktifitas haram itu kembali berlanjut.Mungkin ini trik dari pada aparat penegak hukum karena sudah di demo warga ujar Sadi.

Ketika awak media ini meminta tanggapannya kepada ketua hatian Laskar Merah Putih Sumut (LMP SU) bung Wahyudi mengatakan,”Kapoldasu harus tegas dengan komitmennya untuk memberantas jenis perjudian yang ada di wilayah hukumnya”.Jangan jadikan pasar 7 menjadi kota Kasino.

Apalagi warga dan anggota FPI sudah melakukan aksi,ini harus di tindak lanjuti secepatnya.Jangan sampai warga menjadi anarkis ksrena,pihak kepilisian melakukan pembiaran ujar Wahyudi.

Para penggemar judi dadu pasar 7 Desa Manunggal tersebut tidak saja di gemari pengusaha Medan dan luar kota, ibu-ibu,warga turunan ikut serta memeriahkan judi tersebut.Ibu-ibu yang warga Simpang Kantor dan Titi Papan tesebut datangi kelokasi judi dengan mengendarai becak motor(betor).(spi/red/zikri)

 

Tinggalkan Balasan