Panglima ABRI Jenderal Gatot Nurmantyo Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Monas

Nasional

Dalam acara ini, Gatot sempat berpidato di depan puluhan ribu jemaah yang mengatakan bahwa dirinya senang bisa dapat hadir dalam acara Maulid ini. Dia ingin agar dirinya dengan para jemaah bisa selalu bersama-sama dengan Rasulullah.

“Kita ingin bersama-sama Rasulullah di akhirat, mengapa? Karena kita umat Rasul yang sangat luar biasa, kalau ada ulama bicara dengan kasar, maka itu bukan ulama yang mencontoh Rasulullah, bukan,” kata Gatot saat memberikan sambutan dalam acara Maulid, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/12).

Selain itu, dirinya juga bersyukur bisa ada di tengah-tengah para jemaah, memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, para jemaah yang sudah datang ke sini (Maulid) itu karena kecintaan mereka (jemaah) terhadap Rasulullah.

“Saya bersyukur, saya bisa bersama saudara semua yang jauh berjalan di sini. Duduk di sini karena kecintaan terhadap Rasulullah dan ingin meneladani. Semoga kita bisa jadi umat yang bisa teladani Rasulullah dan mencintainya,” ujarnya.Hampir sebagian masjid, lanjut Gatot, saat ini sudah diisi oleh orang-orang yang suka melakukan provokasi. Menurutnya, masjid itu semestinya menjadi tempat yang menenangkan hati dan pikiran, bukan malah membuat orang menjadi marah.

“Kita kira masjid kalau kita marah dan enggak bisa mikir, keluar pasti kita tenang, dingin. Sekarang ada yang kita dingin damai datang ke masjid keluarnya malah marah, karena di masjid isinya provokasi. Hindari masjid seperti itu. Bukan rumah Allah itu. Ini yang saya dengar dari guru saya,” tandasnya.

Pantauan merdeka.com, para jamaah mulai dari bayi dan orang tua sudah memadati monas bagian dalam maupun luar sejak dari pukul 06.00 WIB. Terlihat juga setengah bahu jalan di depan kantor Balaikota atau persis di halte bus way Balaikota digunakan sebagai parkir motor para jemaah.

Hampir kebanyakan para jemaah ini menggunakan pakaian muslim atau baju koko berwarna putih dan juga kopiah putih dan hitam dan juga hampir kebanyakan menggunakan sarung dan almamater hitam yang bertuliskan Majelis Rasulullah untuk kaum adam.

Sedangkan untuk kaum hawa sendiri menggunakan gamis panjang berwarna hitam dan juga menggunakan jilbab berwarna hitam. Tapi, ada juga dari kaum hawa ini yang menggunakan penutup wajah atau cadar.(spi/mdk)

 

Tinggalkan Balasan