Sejajaran Personel Korem 071 /WK di Tes Urine

Daerah

Banyumas,spi.com –¬†Sebanyak 235 personel Makorem 071/Wk dan Balak Aju Kodam IV/Dip jajaran Korem 071/Wk, disidak urine, Senin (11/12) di Gedung Pertemuan A.Yani Makorem 071/Wk Jl.Gatot Subroto No.1 Sokaraja Banyumas.

Sidak Tes Urine yang dilakasanakan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara serentak diseluruh satuan jajaran Kodam IV/Dip. Tes urine yang dilaksanakan di Makorem 071/Wk ini, melibatkan Korem 071/Wk, BNNK Banyumas, Denpom IV/1 Purwokerto dan Rumkit TK-III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto, terhadap prajurit TNI AD baik Perwira, Bintara, dan Tamtama serta ASN Makorem 071/Wk dan Balak Aju Kodam IV/Dip jajaran Korem 071/Wk.

 

Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan ini untuk mencegah, mengeliminir serta mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan prajurit dan ASN TNI AD.

Dikatakan, tes urine ini dilaksanakan secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada para prajurit dan ASN dan dilaksanakan menyeluruh kepada seluruh anggota baik prajurit maupun ASN.

“Tes urine yang kita laksanakan ini merupakan kegiatan yang dilakukan serentak diseluruh satuan di jajaran Kodam IV/Dip, bekerjasama dengan BNNK Banyumas, Denpom Purwokerto dan Rumkit TK-III Wijayakusuma Purwokerto. Kita lakukan tes urine ini secara menyeluruh kepada seluruh prajurit dan ASN baik Makorem 071/Wk maupun Balak Aju Kodam IV/Dip jajaran Korem 071/Wk”, terangnya.

 

“Untuk satuan jajaran Korem 071/Wk, tes urine dilaksanakan disatuan masing-masing diseluruh jajaran, bekerjasama dengan BNNK di wilayah masing-masing”, ujarnya.

Dikatakan pula bahwa, kegiatan yang dilaksanakan ini untuk menindaklanjuti perintah komando atas untuk mengantisipasi, menganulir serta mencegah peredaran, penggunaan serta penyalahgunaan narkoba oleh prajurit dan ASN TNI AD.

“Narkoba merupakan salah satu ancaman bangsa Indonesia, narkoba dapat merusak generasi muda bangsa termasuk didalamnya para prajurit dan ASN. Karenanya, kita sikapi ancaman narkoba dengan mengantisipasi, menganulir serta mencegah penggunaan dan peredaran oleh para prajurit dan ASN kita”, terangnya.

 

Diharapkan dengan adanya pengecekan ini, sebagai wahana dan sarana kita untuk mencegah serta menghindari pelanggaran dan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan prajurit dan ASN. Dan dengan kegiatan ini pula, kita wujudkan prajurit dan ASN TNI yang bebas dan bersih dari narkoba.

Pada kesempatan yang sama, Danrem 071/Wk Kolonel Inf menekankan dan menegaskan kepada seluruh prajurit dan ASN jajaran Korem 071/Wk beserta Balak Aju Kodam IV/Dip, untuk katakan tidak pada narkoba.

“Kepada seluruh prajurit dan ASN baik dijajaran Korem 071/Wk dan Balak Aju Kodam IV/Dip, saya tekankan dan tegaskan, jangan sekali-kali melakukan pelanggaran sekecil apapun termasuk pelanggaran penyalahgunaan narkoba dan hindari perbuatan negatif yang dapat merusak citra diri sebagai prajurit dan ASN TNI, maupun keluarga, satuan dan TNI”, jelasnya.

 

“Sekecil apapun pelanggaran yang dilakukan prajurit dan ASN TNI, pasti akan ditindak dengan tegas sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku di TNI, serta sanksi tegas dan konsekuensinya”, tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan tes urine terhadap 235 personel baik prajurit dan ASN TNI Makorem 071/Wk dan Balak Aju Kodam IV/Dip jajaran Korem 071/Wk, tidak ditemukan adanya indikasi pemakaian narkoba dan keseluruhan dinyatakan Negatif.

Sementara itu, Ka BNNK Banyumas AKBP Drs. Azis Nurwanto menyampaikan, data BNNK Banyumas menyebutkan peredaran narkoba di Banyumas tergolong tinggi dan tergolong tertinggi ke tiga di Jawa Tengah setelah Solo dan Semarang.

Dikatakan, dari pemetaan konsumsi atau penyalahgunaan narkoba diwilayah Banyumas, cukup tinggi. Karenanya, pihaknya fokus dalam penanganannya yakni pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

“Dari pantauan BNN, sindikat pengedar narkoba di Banyumas terbilang tinggi. Ini terlihat dari beberapa kasus yang berhasil diungkap, baik oleh Polisi maupun BNN. Pengedar narkoba diantaranya berasal dari Banyumas, namun juga ada beberapa dari luar Banyumas”, terangnya.

Dikatakan pula bahwa sasaran pengedar narkoba, kaum pekerja yang angkanya sekitar 50 persen. Kemudian 27-28 persen para pelajar dan mahasiswa. “Itu data yang sudah terpapar yang membahayakan, datanya ketika kami BNN melakukan penelitian dengan UI, Jawa Tengah ini prefalensinya untuk pelajar 1,9 persen atau mendekati 2 persen yang artinya dua dari 100 pelajar itu terpapar narkoba, ini yang kita takutkan, angkanya sangat tinggi”, terangnya.

Disampaikan pula, bagi pelajar dan mahasiswa, saat ini mereka banyak yang melanggar Undang-Undang No.36 tentang Penyalahgunaan Obat-obatan atau obat-obatan dengan daftar G. Dalam hal ini, BNNK tidak dapat melakukan penindakan, namun disiasati melalui kerjasama dengan pihak Kepolisian.
“Kalau Kepolisian itu ada tindakan terkait penyalahgunaan obat-obatan, kalau kami menggunakan UU No.35 tentang Narkotika”, terangnya.

Ka BNNK Banyumas juga mengungkapkan, penyalahgunaan obat daftar G juga cukup meresahkan diwilayah Banyumas. Peredaran obat-obatan tersebut sudah sampai ke desa-desa.

Didamping menyampaikan beberapa hal tentang situasi dan kondisi tentang peredaran narkoba di wilayah Banyumas, Ka BNNK Banyumas menyampaikan apresiasinya terselenggaranya kegiatan tes urine yang dilaksanakan oleh Korem 071/Wk terhadap seluruh prajurit dan ASN TNI.

Hal ini, sebagai langkah dan upaya tindakan preventif untuk mengantisipasi, menganulir serta mencegah penggunaan dan penyalahgunaan serta peredaran narkoba oleh para prajurit dan ASN TNI khususnya Makorem 071/Wk dan Balak Aju Kodam IV/Dip jajaran Korem 071/Wk.(spi/penrem)

Tinggalkan Balasan