Pangdam IV Diponegoro Pimpin Upacara Hari Juang Kartika di Porwokerto

0
81

purwokerto,spi.com – Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si., memimpin upacara peringatan Hari Juang Kartika Tingkat Kodam IV/Dip di Alun-alun Purwokerto Jumat (15/12).

Sebelum memimpin upacara, Pangdam yang didampingi jajaranya dan juga Bupati Banyumas Achmad Husein meninjau bazar, sunatan masal, donor darah dan juga pengobatan gratis.

Menurut Pangdam dipilihnya Kota Purwokerto menjadi pusat kegiatan Peringatan HJK karena Purwokerto sebagai kota pahlawan dan kota perjuangan. Selain itu Pangdam menilai Purwokerto menjadi salah satu wilayah dimana kemanunggalan TNI dengan Rakyat sangat bagus.

Usai upacara Parade, dan kegiatan dilanjutkan drama kolosal, panggung prajurit, santap bersama dengan santap 72 nasi tumpeng bersama prajurit TNI dan segenap masyarakat yang turut hadir menyaksikan kegiatan.

Disamping itu, 100 gerobak angkringan disediakan dengan berbagai menu panganan dan jajanan yang diperuntukkan untuk masyarakat.

Sebelumnya penampilan drumb band siswa-siswi SMK Kesehatan Kesdam IV/Dip Magelang dan SMK SPM Pelayaran Purwokerto, komunitas jeep dan sepeda onthel. Selain itu, karnaval juga dilaksanakannya konvoi kendaraan TNI /Ranpur menyusuri jalan protokol Purwokerto.

Sejarah Hari Juang Kartika juga dibacakan sebelum upacara. Hari Juang Kartika adalah moment sejarah perjuangan bangsa yang sangat bersejarah bagi TNI AD, dimana pada Tahun 1945 pada bulan Desember terjadi agresi Belanda diwilayah Semarang dan sekitarnya.

Mendengar wilayahnya diserang pasukan sekutu, Panglima Besar Jenderal Soedirman bertindak cepat untuk menyelamatkan wilayah dan melakukan perang gerilya diwilayah Ambarawa. Dengan strategi perangnya yakni “Supit Urang”, pasukan yang dipimpin Jenderal Soedirman berhasil mengusir pasukan sekutu dari wilayah Ambarawa.

Hingga sekarang, lokasi tempat penyerangan pasukan sekutu di Ambarawa dikenal sebagai Palagan Ambarawa. Semenjak itu, kemudian TNI AD menjadikan pada Tanggal 15 Desember disetiap tahunnya sebagai Hari Juang Kartika.

Momentnya sebagai dasar menanamkan nilai-nilai kejuangan yang dimiliki para pendahulu bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia bagi prajurit TNI AD. Para pendahulu bangsa, para pejuang bangsa, berjuang tanpa pamrih.

Dengan jiwa patriotnya, mereka tidak mengenal menyerah. Jiwa dan raga dan bahkan hartanya, mereka lakukan demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Karenanya, adik-adik sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, tidak boleh melupakan sejarah bangsa. Bangsa Indonesia ada karena mereka para pejuang bangsa.

Pangdam menyampaikan moment peringatan Hari Juang Kartika tidak hanya diperuntukkan bagi para prajurit TNI AD saja, namun kegiatan ini juga untuk masyarakat. Kegiatan ini untuk manunggal bersama rakyat, dengan manunggalnya rakyat dan TNI AD, maka TNI AD kuat.

“Yang pasti kita mempunyai tugas untuk menjaga dan memperkokoh persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia. Dengan bersatunya seluruh anak bangsa, keutuhan dan kedaulatan NKRI tetap tegak kokoh Indonesia hingga akhir zaman”, tambahnya.(spi/penrem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here