Angka Kematian Ibu dan Anak Turun Drastis di Brebes Jawa Tengah

0
29

Brebes,spi.com –¬†Pejabat Jawa Tengah mulai dari Gubernur Jawa Tengah, Pangdam IV/Dip dan Kapolda Jawa Tengah beserta istri masing-masing, kompak merayakan Peringatan Hari Ibu Ke-89 Tahun 2017 Tingkat Jawa Tengah di Pendopo Pemkab Brebes, Rabu (20/12).

Peringatan Hari Ibu Ke-89 Tahun 2017 tersebut bertemakan “Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya”, juga dihadiri para Bupati dan Walikota se Jawa Tengah, Danrem 071/Wk/Kasrem 071/Wk, para Dandim sejajaran Korem 071/Wk serta Forkopimda Kab/Kota se Jawa Tengah beserta SKPD Provinsi Jateng maupun Kab/Kota se wilayah Jawa Tengah.

Dipilihnya Brebes sebagai tempat penyelenggaraan Hari Ibu Ke-89 Tahun 2017 ini, karena Brebes sebagai wilayah di Jawa Tengah yang telah berhasil menurunkan angka kematian ibu melahirkan (AKI) paling besar se Jawa Tengah.

“Angka kematian ibu melahirkan relatif tinggi, itu tidak bisa kita serahkan kepada Pemkab Brebes saja. Kita mesti bantu. Maka program Jawa Tengah yakni Gayeng Nginceng Wong Meteng dalam dua tahun ini berhasil menurunkan AKI/AKB kita sekitar 25 persen”, ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dan ternyata, lanjutnya. Di Brebes, ketika kita dorong terus menerus hal ini, penurunannya tertinggi se Jawa Tengah.

Dikatakan Gubernur, keberhasilan Kabupaten Brebes menurunkan AKI dan AKB tidak terlepas dari terobosan one student one client. Setiap mahasiswa akademi kebidanan ditugasi untuk mendampingi satu orang ibu hamil.

Seperti yang selama ini dilakukan salah satu mahasiswi akademi kebidanan di Brebes, Luthfi. Gadis berhijab itu menceritakan pengalamannya mendampingi ibu hamil Wiwin, perempuan yang tengah mengandung anak pertamanya. Usia kehamilannya saat ini, 25 minggu.

Dikatakan Luthfi, ibu Wiwin selama kehamilannya mengeluh hanya mual dan muntah. Diperkiraannya, kelahiran anaknya pada April 2018.Ganjar Pranowo berpesan kepada Luthfi agar lebih cermat untuk memantau kondisi kehamilan ibu Wiwin menjelang persalinannya.

Dikatakan Ganjar, sebelum 3 April 2018 sudah harus ditunggui. Kalau kandungannya bermasalah, maka lakukan deteksi mulai sekarang. Insyaallah, ketika lahir nanti aman.

Selain berdialog tentang terobosan untuk AKI/AKB, Peringatan Hari Ibu Ke-89 tersebut, juga sebagai ajang untuk mengungkap kiprah perempuan di bidang kewirausahaan.

Sri Susilowati, Ketua Koperasi Perempuan “Srikandi” Purworejo dalam moment dialog tersebut menceritakan kesuksesan anggota koperasi perempuan dalam mengekspor gula kristal organik ke Colombo Srilanka dan Sydney Australia.

Dikatakan, anggota binaannya ada 2.750 petani yang tersebar di empat Kabupaten, yakni Purworejo, Wonosobo, Kebumen dan Banyumas.
Ekspor gula kristalnya ke Colombo Srilanka dan Sydney Australia.

“Kami sudah dapat PO hingga Juni 2018 setiap bulannya untuk mengirim enam kontainer dengan jumlah 95 ton gula kristal organik yang masing-masing kontainer sekitar Rp. 495 juta”, ungkapnya.

Mendengar kisah sukses Sri Susilowati dan anggota koperasi perempuan Srikandi, Ganjar pun langsung mengacungi jempol. Gubernur juga mendorong agar mereka bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas ekspor gula kristal organik yang diproduksinya.

Sementara itu, Bupati Brebes Idza Priyanti menyampaikan, pendampingan terhadap ibu hamil akan terus dilakukan diwilayahnya dengan melibatkan masyarakat termasuk PKK dan mahasiswa. Bahkan pihaknya memiliki gerakan Brebes Kawal Wong Meteng. Hasilnya, kematian ibu melahirkan di Brebes menurun dari 54 kasus pada 2016 menjadi 30 kasus pada 2017 (per Desember 2017).(spi/penrem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here