Menkumham Dan Kapolri Tinjau Lapas High Risk Nusakambangan

Daerah

Nusakambangan,spi.com –¬†Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol Suhardi Alius, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Irjen Pol Arman Depari, beserta Forkopimda Jawa Tengah yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si., Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, tinjau dua lembaga pemasyarakatan kategori high risk atau super ketat di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jumat (22/12).

 

Dua lembaga pemasyarakatan yang ditinjau tersebut, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu “High Risk” dan Lembaga Pemasyatakatan Kelas II A “High Risk”.
Kedua Lembaga Pemasyarakatan High Risk tersebut untuk narapidana kasus narkotika dan terorisme.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu High Risk difungsikan untuk narapidana kasus narkotika, sedangkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A High Risk difungsikan untuk kasus narapidana terorisme. Sesuai namanya, kedua Lembaga Pemasyarakatan yang ada di Nusakambangan ini dijadikan Lembaga Pemasyarakatan khusus untuk narapidana risiko tinggi yang dikhawatirkan mengganggu proses sistem pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan konvensional.

Lembaga pemasyatakatan ini akan menampung narapidana risiko tinggi dari lembaga pemasyarakatan Nusakambangan dan lembaga pemasyarakatan lain diseluruh Indonesia. Namun, saat ini lembaga pemasyarakatan tersebut belum ditempati.

Peninjauan yang dilaksanakan Menkum dan HAM, Kapolri, Ka BNN, Ka BNPT, Gubernur Jawa Tengah, Pangdam IV/Dip dan Kapolda Jawa Tengah ini, nantinya akan menjadi pertimbangan kapan lembaga pemasyarakatan ini akan ditempati dan siapa saja yang akan menempati.

Untuk napi terorisme, Kemenkumham akan berkoordinasi dengan Polri dan BNPT. Sedangkan napi narkotika, Kemenkumham akan berkoordinasi dengan Polri dan BNN.

Pembangunan lembaga pemasyarakatan khusus narapidana high risk telah dimulai sejak tahun 2016, lokasinya berada ditengah hutan Nusakambangan untuk menjamin sterilisasi lembaga pemasyarakatan. Dengan hal ini, maka kendali Kemenkumham atas Nusakambangan semakin luas.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian seusai peninjauannya mengatakan saat ini Polri masih membutuhkan lembaga pemasyarakatan khusus yang ditujukan untuk para gembong teroris dan narkoba berisiko tinggi. Lapas tersebut ditujukan agar para gembong tersebut terisolasi, sehingga risiko tinggi pengaruhnya pada dunia luar dapat dihentikan.

“Maximum security prison ini kita butuhkan untuk menempatkan kasus terorisme atau narkotika untuk jantung jaringan”, ungkapnya.

Namun, lanjutnya. Lapas khusus tersebut baru berfungsi baik hanya jika dalam sebuah jaringan terorisme dan narkotika terdapat sejumlah peran seperti inti core, operative suporter pendukung dan simpatisan. Nantinya yang akan ditempatkan dalam lapas khusus adalah core atau inti jaringan teroris atau narkotika.

“Mereka yang merupakan jantung jaringan, ketika kita ingin melemahkan jaringan itu, jantung inilah yang akan kita ambil, jantung inilah dipindahkan di maximum security prison”, terang Kapolri.

Dikatakan, hal ini bertujuan agar para gembong terorisme itu tidak memiliki hubungan dengan dunia luar. Namun, isolasi tersebut masih cukup manusiawi. Para napi masih mendapatkan jatah pertemuan dengan keluarga, hanya keluarga inti.

Sementara itu, Menkumham menyampaikan, kita bangun lapas super maximum untuk bandar narkoba yang ditengarai bisa membangun jaringan high risk.Selain itu, dalam pembangunannya lapas high risk bekerjasama dengan Kemenkominfo.

“Maximum high risk dilengkapi CCTV one person one room, satu kamera satu ruangan, dimonitor CCTV tidak mungkin keluar, karena dipantau 24 jam penuh. Dan orang yang kita tempatkan di lapas Pasir Putih dan lapas Batu, setelah dilakukan assesment oleh tim dari luar”, terangnya.

Disamping itu, Kemenkumham juga bekerjasama dengan psikolog dari TNI AU untuk personel yang akan ditempatkan di lapas Batu dan lapas Pasir Putih.

Dikatakan pula, jika personel yang ditempatkan disini berhasil dengan baik, maka akan jadi promosi untuk tempat lain. Kalau gagal mungkin demosi, ini betul-betul kami kerjasama dengan Kapolri dan rekan-rekan yang akan betul-betul orang-orang yang memiliki jaringan kita lock up betul-betul”, paparnya.

Disampaikan, pasukan pengamanan gabungan akan betul-betul menjaga lapas high risk.(spi/penrem)

Tinggalkan Balasan