Kapolsek Lolawau Amankan Pungli di Lokasi Proyek Mangkrak

Daerah

Nisel,spi.com – Pemudik merasa resah akibat ulah warga masyarakat di sekitar proyek mangkrak,keluhan para pengguna jalan di arus mudik liburan Natal dan tahun baru 2018.Para pemudik dikenakan pungutan liar (Pungli) untuk melewati lokasi proyek yang harus di lintasi masyarakat setempat, sehingga menyebabkan para pemudik merasa resah.

Menanggapi hal tersebut Kapolsek beserta anggota Polsek Lolowau melakukan pengamanan dan memonitor lokasi Pungli dijalan Desa Bawohosi, kecamatan Huruna,Kabupaten Nias Selatan, propinsi Sumatera utara, Sabtu (30/12) sekira pukul 15.00 wib.

“Kapolsek Iptu A.Yunus Siregar dan personil Polsek Lolowau patroli mengecek langsung dan memonitor lokasi jalan yang sedang dibangun. Menurut informasi dari masyarakat bahwa di lokasi tersebut ada terjadi pungutan uang kepada pengguna jalan yang melintasi jalan alternatif tersebut.Adapun nominal yang dimintai kepada pengguna jalan yakni kenderaan roda 2 (dua) Rp. 2000 s/d Rp 5000 dan Roda 4 Rp 10.000 s/d 20.000”.

Menurut informasi bahwa pungutan uang tersebut karena jalan yang di lewati memakai jalan alternatif jalan yang sedang di bangun tersebut adalah lokasi tanah milik masyarakat bernama Sokinaso Ndruru alias Ama Surya (56) warga Bawohosi, kecamatan Huruna, kabupaten Nisel.

“Permasalahan ini bisa di atasi apabila pimpinan proyek berkordinasi dengan pemilik tanah yang bakal dilalui kenderaan yang bakal melewati jalur tersebut”.Adapun pengalihan jalan alternatif sebaga pengganti jalan proyek yang sedang dikerjakan oleh rekanan bernama Afeng (50) warga Gunung Sitoli, bahwa lokasi jalan yang sedang dikerjakan adalah satu-satunya jalan penghubung Kabupaten Nias dengan Nias Selatan khususnya kecamatan Lolowau.

“Sangat di harapkan kepada Pemda khususnya dinas PU Nias Selatan turun tangan untuk mengawasi dan menangani pembangunan proyek jalan.Dan Kapolsek Lolowau Iptu Yunus Siregar menghimbau kepada pemilik lahan,agar tidak memaksa pengendara untuk membayar uang pungutan”.

Kapolsek meminta agar wargaa menerima seiklas hati dari para pengendara yang memakai lokasi tanah yang dijadikan jalan alternatif tersebut.Dan Kapolsek berharap serta meminta kepada tokoh masyarakat yang hadir agar mengawasi kegiatan di lokasi jalan tersebut.

Kapolsek Lolowau IPTU Yunus Siregar melakukan mediasi antara pemilik lahan dengan tokoh masyarakat setempat.Atas himbauan dan pemahaman Kapolsek Lolowau Iptu A. Yunus Siregar kepada pemilik tanah jalan alternatif tersebut, si pemilik lahan akhirnya menerima dan tidak melakukan pemungutan secara paksa kepada para pengguna jalan, sehingga arus lalu lintas pun kembali normal tanpa adanya keresahan dari pengguna jalan.(spi/lnt)

11

News 246Headline 1619

RECOMMENDED FOR YOU

 

Tinggalkan Balasan