Mabes LMP Meminta Kapolri Segera Periksa Kapolres Tapsel Sumut

0
92

Jakarta,spi.com – Beberapa waktu lalu, di Sekretariat Markas Besar Laskar Merah Putih  Wakil Sekretaris Jenderal Burhan Saidi Hasibuan dengan tegas mengatakan, meminta agar Kapolres segera mengeluarkan Saudara Sutan Harahap Ketua Markas Cabang LMP Kabupaten Padang Lawas Sumatara Utara untuk segera dikeluarkan dari tahanan.

Karena tidak memiliki cukup bukti keterlibatannya dalam kasus yang dituduhkan,dan juga prosedur penangkapannya menyalahi aturan, sehingga kemungkinan kasus ini akan di tangani oleh Mabes Polri.Dan kita akan melaporkan Kapolres beserta jajaran yang terlibat ke Propam Mabes Polri. Dan sesegera mungkin melaporkannya kepada Kapolri atas tindakan semena mena yang di lakukan Kapolres terhadap warga.

Berdasarkan laporan tertanggal 16 Maret 2015 terjadi tindakan pengerusakan, pembakaran dan pencurian diduga dilakukan oleh Sutan Harahap di Hotel Istana di Jl. Ki Hajar Dewantara berdasarkan keterangan saksi pelapor yang dituangkan dalam LP Nomor : LP/92/III/2015/SU/Tapsel, dengan alat bukti foto foto kerusakan setelah kejadian.

Pada tanggal 18 Desember 2017 pukul 16.00 Wib sdr. Sutan Harahap beserta rombongan menghadiri undangan secara lisan pihak Kepolisian Resor Tapanuli Selatan untuk berdiskusi mengenai hal laporan yang bersangkutan dengan dirinya yaitu berdasarkan LP/92/III/2015/SU/Tapsel.

Pada hari yang sama yaitu tanggal 18 Desember 2017 Surat Penangkapan telah ada dan wajib di tanda tangani oleh Sutan Harahap, dengan posisi ditangkap di Polres Tapanuli Selatan dan melakukan pemeriksaan 1 x 24 jam terhadap Sutan Harahap.

Pada tanggal 19 Desember 2017 Surat Penahanan Sutan Harahap telah di keluarkan oleh pihak kepolisian yang ditanda tangani oleh Kepala Kepolisian Resor Tapanuli Selatan selaku penyidik Muhammad Iqbal, S.IK, M.SI yang di serahkan oleh Asmar E Pulungan, SH dan penerimaan surat yang di tanda tangani oleh Sutan Harahap.

Dalam pemeriksaan tersangka memberikan keterangan yang di dampingi kuasa hukum tersangka menjelaskan, bahwa pada hari Jumat tanggal 06 Maret 2015 tersebut, terjadi aksi massa spontan yang bergerak dari mesjid di sekitar Sibuhuan menuju lokasi yang dianggap merupakan lokasi maksiat yang di komandoi oleh para ulama dari mesjid setelah melaksanakan sholat Jumat.

Dimana pada hari tersebut tersangka memberikan keterangan, bahwa pada pukul 12.00 Wib tersebut Sutan Harahap sedang berada di rumah sakit mendampingi orang tuanya yang dalam keadaan sakit dan di rawat di Rumah Sakit Permata Medina.

Pada pukul 14.00 Wib tersangka mendengar suara bising yang di keluarkan suara mesin kendaraan yg sedang konvoy, mendengar hal tersebut saudara Sutan Harahap keluar utuk melihat apa yang terjadi sehingga menimbulkan suara bising tersebut.

Di pinggir jalan Rumah Sakit Permata Madina, Sutan Harahap melihat konvoy masyarakat yg menggunakan peci dan di rombongan tersebut ada salah seorang peserta konvoy yang tidak dikenal Sutan dan menanyakan apa yang terjadi dan dia menjawab ada sirene bunyi untuk membakar kafe-kafe.

Mendengar hal tersebut Sutan Harahap langsung berangkat menuju kantornya untuk mengambil sepeda motor, berencana mengikuti rombongan tersebut dan sampai di simpang Batang Bulu dilokasi tersebut Sutan Harahap melihat kafe-kafe di lokasi tersebut telah di bakar massa.

Di lokasi tersebut Sutan bertemu dengan Tongku Hasibuan dan Sutan Harahap menyapa tongku, “tulang sedang sakit nanti makin parah”. dan Sutan membonceng Tongku untuk pulang. Didalam perjalanan antara Sutan dan  saudara Tongku  dan terjadi komunikasi antara mereka : Sutan : ini bahaya tulang.. main bakar-bakar aja. – Tongku  : gimanalah, permintaan masyarakat.

Di dalam perjalanan mereka melihat kerumunan massa sudah menuju Kafe Nirwana di Jalan Raya Sigala Gala. Disana juga ada anggota POLRI yg coba menghalangi kerumunan massa agar tidak membakar kafe .Dan Tongku juga coba melerai aksi massa tersebut, namun tidak dihiraukan oleh massa yang sudah emosi.

Sutan mengajak Tongku untuk pulang,di tengah perjalanan Tongku turun dan naik dengan orang lain, Sutan menuju Rumah Sakit Permata Madina untuk menjenguk orang tuanya yang sedang sakit dan berbincang bincang menceritakan kejadian tersebut.

Sekitar pukul 14.45 Wib di waktu Ashar, Sutan Harahap berangkat menuju kantornya ADA DAN BISA, untuk memantau anggota yang sedang bekerja di kantor membuat gudang.

Sekitar pukul 16.00 Wib sewaktu Sutan Harahap di kantor, Sutan Harahap melihat kerumunan massa yang sedang menuju tempat karaoke yg berada di belakang kantor yang merupakan milik anggota Laskar Merah Putih Padang Lawas.

Dan pada saat itu kerumunan massa mengatakan bakar dan Sutan Harahap langsung menjawab bakar lah kau, Sutan Harahap jamin tidak ada di sini minuman keras dan perempuan. Sehingga massa tidak jadi membakar karaoke tersebut. Dan Sutan Harahap mendengar massa berteriak bakar istana menuju ke arah istana dan Sutan Harahap masih tetap di kantornya untuk melanjutkan kerja.

Dan sekitar pukul 16.25 Wib, Sutan Harahap berangkat menuju Hotel Istana karena takut ada anggota Laskar Merah Putih  yang terlibat. Sesampainya di sana Sutan Harahap memarkirkan sepeda motornya di depan rumah makan Sibuhuan.

Baru berjalan menuju parkir ke Hotel Istana kurang lebih 5 meter Sutan Harahap melihat kaca kaca Hotel tersebut sudah berpecahan danrusak mendengar masa yang mengatakan bakar bakar, Sutan Harahap membalas “gampang kali kalian mengatakan bakar”.

Dan dilokasi Sutan Harahap bertemu dengan ANGGOTA POLRI yang bernama Munawir kami bersama sama menuju belakang Hotel karena mendengar kata “bakar – bakar”. Serta di belakang Hotel kami melihat ada karyawan Hotel dalam keadaan pingsan dan kami menjaga karyawan tersebut sampai sadar.

Setelah karyawan tersebut sadar Sutan Harahap bersama Munawir pergi ke depan dan melihat masih banyak masa dan kondisi jalanan dalam keadaan macet, sehingga untuk mengeluarkan kenderaannya, Sutan Harahap ikut mengurai kemacetan agar kenderaannya bisa keluar.

Setelah mengeluarkan kenderaanya dari kersmsian Sutan Harahap langsung menuju kantor setelah itu baru menuju rumah sakit.  Setalah Sutan Harahap meninggalkan lokasi aksi massa di Hotel Istana, selanjutnya Sutan Harahap tidak mengetahui perkembangan kondisi Hotel istana tersebut.

Dalam pemeriksaan saksi berdasarkan LP/92/III/2015/SU/Tapsel bahwa hal pengerusakan tersebut digerakkan oleh Sutan Harahap, yang mana di tuangkan para saksi pelapor dalam pemeriksaan di BAP kepolisian, sehingga berdasarakan keterangan saksi pelapor, sehingga penyidik menetapkan Sutan Harahap sebagai tersangka.

Ini sangat bertolak belakang dengan kronologi yang di sampaikan oleh Sutan Harahap dalam permeriksaan yang di tuangkan dalam BAP kepolisian, sehingga kita berpendapat dalam gelar perkara tidak diterapkannya dasar hukum dalam menetapkan tersangka, sehingga berkesimpulan adanya tindakan krimininalisasi terhadap Sutan Harahap.

Adanya tindak lanjut mengenai penetapan tersangka Sutan Harahap berdasarkan LP/92/III/2015/SU/Tapsel, pengurus LMP Padang Lawas memohon kepada MUI Padang Lawas untuk memberikan keterangan tentang kronologi sebenarnya kepada pihak Kepolisian Resor Tapanuli Selatan.

Maka pada tanggal 25 Desember 2017 MUI Padang Lawas beserta rombongan untuk menjelaskan kronologi sebenarnya, dimana dalam pertemuan tersebut di terima Wakapolres Tapanuli Selatan berhubung Kapolres Tapanuli Selatan berada di Polda. Dalam pertemuan tersebut MUI menjelaskan kepada Wakapolres mengenai kejadian yang sebenarnya, bahwa Sutan Harahap bukan pelaku penggerak aksi massa.

Dan pihak MUI mengatakan,bahwa itu adalah aksi massa spontan. Dikarenakan Wakapolres tidak dapat mengambil kebijakan, maka akan segera di agendakan lanjutan pertemuan dengan Kapolres Tapanuli Selatan yang di fasilitasi oleh Wakapolres pada hari Rabu tanggal 27 Desember 2017.

Pada tanggal 27 Desember 2017 MUI Padang Lawas beserta rombongan kembali menemui kepolisian yang dimana kesempatan tersebut di terima langsung Kapolres Tapsel dan tetap pada prinsipnya bahwa Kapolres Tapanuli Selatan tetap pada penegakan hukum yang dia maksudkan tanpa mengindahkan kronologi yang di sampaikan oleh perwakilan para MUI Padang Lawas.

berdarkan kronologi,dan penetapan Sutan Harahap menjadi tersangka, kami Team Kuasa Hukum Sutan Harahap akan melakukan upaya upaya hukum dalam menacari kebenaran untuk menegakkan keadilan. ( Padangsidimpuan, 27 Desember 2017 – Kuasa Hukum Muhammad Ridwan, SH dan Armin Sulaiman Lubis, SH.(spi/red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here