“Polres Tapsel Rekayasa Penangkapan dan Penahanan Ketua LMP Macab Palas”

0
144

Palas,spi.com – Berdasarkan laporan tertanggal 16 Maret 2015 telah terjadi tindakan pengrusakan, pembakaran dan pencurian yang diduga dilakukan oleh Sutan Harahap dan kawan kawan di Hotel Istana di Jalann Kihajar Dewantara .Berdasarkan keterangan saksi pelapor yang di tuangkan dalam Laporan Polisi bernomor : LP/92/III/2015/SU/Tapsel dengan alat bukti foto foto kerusakan setelah kejadian.

“Menurut kuasa hukumnya, Muhammad Ridwan, SH., pada tanggal 18 Desember 2017 pukul 16.00 wib Kliennya Sutan Harahap beserta rombongan menghadiri undangan yang diminta pihak kepolisian Tapanuli Selatan. Undangan itu pun berbentuk lisan”.

Dalam diskusi tersebut, pihak Kepolisian Resor Tapanuli Selatan membicarakan hal hal mengenai laporan yang bersangkutan dengan diri kliennya yaitu berdasarkan LP/92/III/2015/SU/Tapsel.

Pada hari yang sama, yaitu tanggal 18 desember 2017 Surat Penangkapan telah ada dan wajib di tanda tangani oleh Sutan Harahap dengan posisi ditangkap di Polres Tapanuli Selatan dan melakukan pemeriksaan 1 x 24 jam terhadap Sutan Harahap.

Masih lanjut kuasa hukum, pada tanggal (19/12/17 )Surat Penahanan Sutan Harahap telah dikeluarkan oleh pihak kepolisian yang di tanda tangani oleh Kepala Kepolisian Resor Tapanuli Selatan selaku penyidik Muhammad Iqbal,S.IK,M.SI di serahkan oleh Asmar E Pulungan, SH., dan penerimaan surat yang di tanda tangani oleh Sutan Harahap.

“Dalam pemeriksaan, klien kami memberikan keterangan yang kami dampingi. Ia menjelaskan bahwa pada hari jum’at tgl 06 Maret 2015 tersebut terjadi aksi massa dan spontan bergerak dari Masjid disekitar Sibuhuan menuju lokasi yang dianggap merupakan lokasi maksiat. Aksi tersebut di komandoi oleh para ulama dari Masjid setelah melaksanakan sholat jumat.

Sesuai keterangan kliennya, Muhammad Ridwan mejelaskan bahwa saat itu Sutan Harahap (klien.red) memberikan keterangan bahwa pada pukul 12.00 wib ia berada di rumah sakit mendampingi orang tuanya yang dalam kadaan sakit dan di rawat di Rumah Sakit Permata Medina.

Lanjut Ridwan, pada pukul 14.00 wib, klien saya yang bernama Sutan Harahap mendengar suara bising yang dikeluarkan oleh suara mesin kendaraan berkonvoy. Mendengar hal tersebut, saudara Sutan keluar utuk melihat apa yang terjadi.

Di pinggir Jalan Rumah Sakit Permata Madina, Sutan Harahap melihat konvoy warga masyarakat menggunakan peci dan di rombongan tersebut ada salah seorang peserta konvoy yang ia tanyakan terkait keramaian itu. Jawab orang tersebut itu “suara sirene bunyi untuk membakar kafe kafe yang di duga tempat maksiat”.

Mendengar hal tersebut, Sutan Harahap langsung berangkat menuju kantornya untuk mengambil sepeda motor, dan berencana mengikuti rombongan konvoy. Belum sempat dirinya sampai ditujuan, tepatnya di simpang batang bulu. Di lokasi tersebut Sutan melihat kafe kafe di lokasi tersebut telah habis di bakar masa.

Di lokasi tersebut sutan bertemu dengan Tongku Hasibuan,dan sutan Harahap menyapa tongku, “tulang sedang sakit nanti makin parah”. dan Sutan membonceng Tongku untuk pulang.

Di dalam perjalanan antara Sutan dan saudara Tongku  terjadi komunikasi antara mereka,,

Sutan : ini bahaya tulang.. main bakar-bakar aja.
Tongku : gimanalah, permintaan masyarakat.

Di dalam perjalanan mereka melihat kerumunan masa sudah menuju Kafe Nirwana di Jalan raya Sigala gala. Disana juga ada anggota POLRI yang coba menghalangi kerumunan masa agar tidak membakar kafe tersebut. Dan tongku juga coba melerai aksi massa tersebut namun tidak dihiraukan oleh massa sehingga Sutan mengajak Tongku untuk pulang.

Di tengah perjalanan Tongku turun dan naik dengan orang lain, sedangkan Sutan menuju Rumah Sakit Permata Madina untuk kembali melihat orang tuanya yang saat itu sedang sakit.

Sekitar pukul 14.45 wib di waktu Ashar Sutan berangkat menuju kantornya ADA DAN BISA, untuk memantau anggota yang sedang bekerja di kantor membuat gudang.

Sekitar pukul 16.00 wib sewaktu Sutan Harahap di kantornya, ia melihat kerumunan masa  sedang menuju tempat karaoke tepat berada di belakang kantornya, yang ia tau merupakan milik anggota Laskar Merah Putih Padang Lawas.

Dan pada saat itu kerumunan massa mengatakan bakar dan Sutan Harahap langsung menjawab bakar lah kau, Sutan Harahap jamin tidak ada di sini minuman keras dan perempuan. Sehingga masa tidak jadi membakar karaoke tersebut.

Dan Sutan Harahap mendengar massa berteriak bakar istana menuju ke arah istana Sutan masi tetap di kantornya untuk melanjutkan kerja.Sekitar pukul 16.25 wib Sutan Harahap berangkat menuju Hotel Istana karena takut ada anggota Laskar Merah Putih yang terlibat.

Sesampainya disana, ia memarkirkan sepeda motorn di depan rumah makan Sibuhuan baru. Sutan Harahap berjalan menuju parkir Hotel Istana kurang lebih 5 meter dan Sutan Harahap melihat kaca kaca Hotel tersebut sudah rusak dan mendengar masa yang mengatakan bakar bakar dan Sutan Harahap membalas “gampang kali kalian mengatakan bakar”.

Dilokasi, ia bertemu dengan Anggota POLRI yang bernama Munawir, dan kami bersama sama menuju belakang hotel karena mendengar kata “bakar – bakar”. Tepat dibelakang hotel, kami melihat ada karyawan hotel yang dalam keadaan pingsan dan kami menjaga karyawan tersebut sampai sadar.

Setelah karyawan tersebut sadar Sutan Harahap bersama munawir pergi ke depan dan melihat masih banyak massa dan kondisi jalanan dalam keadaan macet, sehingga kesulitan untuk mengeluarkan kenderaannya.

Setalah ia meninggalkan lokasiaksi massa di hotel istana, selanjutnya ia tidak mengetahui lagi perkembangan kondisi hotel istana.

Sesuai keterangan yang dilontarkan kliennya yakni Sutan Harahap, tim kuasa hukumnya Muhammad Ridwan, SH bersama Armin Sulaiman Lubis, SH., bahwa Polres Tapanuli Selatan telah menangkap dan menahan orang yang salah. “Itu menjadi preseden buruk bagi kinerja kepolisian.” singkat Ridwan pada media.

Meski dalam pemeriksaan saksi berdasarkan LP/92/III/2015/SU/Tapsel bahwa hal pengrusakan tersebut di gerakan boleh Sutan Harahap yang telah di tuangkan para saksi pelapor dalam pemeriksaan di BAP kepolisian, sehingga berdasarakan keterangan saksi pelapor, penyidik menetapkan Sutan Harahap sebagai tersangka.

“ini sangat bertolak belakang dengan kronologi yang disampaikan oleh klien kami Sutan Harahap, bahwa dalam permeriksaan yang di tuangkan dalam BAP kepolisian terkesan dipaksakan orang yang tak bersalah dijadikan tumbal Polres Tapanuli Selatan.” tegas Ridwan.

Dikatakan Ridwan, pihaknya berpendapat dalam gelar perkara tidak diterapkannya dasar hukum dalam menetapkan tersangka, sehingga berkesimpulan adanya tindakan krimininalisasi terhadap Sutan Harahap.

Adanya tindak lanjut mengenai penetapan tersangka Sutan Harahap berdasarkan LP/92/III/2015/SU/Tapsel, pengurus LMP Padang lawas memohon kepada MUI padang lawas untuk memberikan keterangan tentang kronologi sebenarnya kepada pihak Kepolisian Resor Tapanuli Selatan.

Pada tanggal 25 Desember 2017 MUI padang lawas beserta rombongan untuk menjelaskan kronologi sebenarnya, di mana dalam pertemuan tersebut di terima Wakapolres Tapanuli Selatan berhubung Kapolres Tapanuli Selatan berada di polda.

Dalam pertemuan tersebut, MUI menjelaskan kepada Wakapolres mengenai kejadian yang sebenarnya, bahwa sutan harahap bukan selaku penggerak aksi massa tersebut dan menyatakan bahwa itu adalah aksi massa spontan.

Dikarenakan bahwa Wakapolres tidak dapat mengambil kebijakan, maka akan segera di agendakan lanjutan pertemuan dengan Kapolres Tapanuli Selatan yang di fasilitasi oleh Wakapolres pada hari rabu tanggal 27 Desember 2017.

Pada tanggal 27 Desember 2017 MUI padanglawas beserta rombongan kembali menemui kepolisian yang dimana kesempatan tersebut di terima langsung Kapolres Tapsel. dan tetap pada prinsipnya bahwa kapolres tapanuli selatan tetap pada penegakan hukum yang dia maksudkan tanpa mengindahkan kronologi yang di sampaikan oleh perwakilan para MUI Padang Lawas.

Berdarkan kronologi penetapan Sutan Harahap menjadi tersangka, kami Team Kuasa Hukum Sutan Harahap akan melakukan upaya upaya hukum dalam menacari kebenaran untuk menegakkan keadilan.

Terkait permasalahan yang menyedot kontroversi tersebut, Mabes Laskar Merah Putih angkat bicara. Disampaikannya bahwa Mabes LMP meminta agar Kapolres segera mengeluarkan Saudara Sutan yang juga sebagai Ketua Macab Palas untuk di keluarkan dan  bebas bersyarat.

“Kapolres tidak memiliki cukup bukti terkait penangkapan dan penahanan Saudara Sutan Harahap, jika itu terjadi maka Kapolres AKBP Iqbal harus segera diperiksa dan disidang etik Polri karena telah menangkap dan menahan orang yang tidak salah.” kecam Ketum LMP H.Ade Erfil Manurung SH.

Ditegaskannya, prosedur penangkapannya menyalahi Aturan, sehingga kemungkinan Kasus ini akan ditangani juga oleh Mabes dan Melaporkan Kapolres beserta jajaran yang terlibat ke Propam Mabes Polri. Dan sesegera mungkin melaporkannya kepada Kapolri atas tindakan semena mena Anak buahnya di Polres Tapanuli Selatan.

Secara garis komando, Mabes LMP akan segera menghadap Propam Mabes Polri serta mengintruksikan seluruh Anggota LMP Palas, Tapsel dan sekitarnya untuk Mengadakan Aksi Damai di Polres Tapsel bentuk dari Solidaritas menjunjung tinggi kebenaran, dan meminta Kapolres Tapanuli Selatan beserta jajarannya yang terlibat dimutasi dari Tapsel.(spi/red/aj)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here