Proyek Pemecah Ombak Taman Yaahowu Tidak Sesuai Bestek “Diduga Rugikan Uang Negara Miliyaran Rupiah”

Sumut

Gunung Sitoli,spi.com – Pengerjaan proyek pemecah ombak di duga tidak sesuai rencana yang sudah di tentukan oleh “pemerintah pusat maupun daerah sehingga ada indikasi penyelewengan dana”.

Sebagaiman hasil investigasi media online sinarpagiindonesia.com di sekitaran proyek pemecah ombak yang berlokasi di Taman Yaahowu, dan terindikasi tidak sesuai spesifikasi yang tertera dalam dokumen kontrak.

Salah seorang kontraktor di Gunungsitoli yang namanya tidak mau di tulis ,saat di temui awak media ini Selasa (02/01/18) mengatakan, bahwa proyek pemecah ombak tersebut jelas sudah tidak sesuai lagi dengan spesifikasi.Dimana proyek tersebut pada saat tender telah di daftarkan atas nama perusahaan saya untuk ikut memasukkan penawaran, sehingga dokumennya semua telah saya download.

Dalam dokumen itu tertera speksifikasi material yang dipakai sebagai acuan pembuatan RAB. Salah satu Speksifikasinya itu termasuk bahan material batu.Dimana batu yang dipakai paling  berdiameter 1 meter.”Tetapi kenyataannya kebanyakan batu kelapa dan masih ada lagi spek yang tidak sesuai, jelasnya.

Selanjutnya, daya tahan proyek tersebut bisa di perkirakan tidak sampai 2 tahun.Batu-batu tersebutgampang  terbawa ombak,apa lagi kebanyakan batu kapur dan sangat di sayangkan proyek pemecah ombak tersebut di kerjakan asal asalan.Informasinya sudah dua kali di anggarkan baik dari dana APBD maupun PAPBD yang nilainya milliaran Rupiah.

Ironisnya lagi, seharusnya paket proyek tersebut di selesaikan sebelum akhir bulan Desember, tetapi ternyata masih terus di kerjakan hingga awal bulan Januari 2018, tandasnya mengakhiri.

Ketika wartawan sinarpagiindonesia hendak mengkonfirmasi melalui telepon selularnya  pada Selasa (01/01/18),kepada Salom Mendrofa tentang PPK proyek di maksud dan mempertanyakan seputar PHO,  pencairan yang katanya sudah 100%.

Beliau membenarkan kalau proyek pemecah ombak tersebut sudah di PHO dan sudah dibayarkan.Terkait pekerjaan yang sedang berjalan,bagian dari pemeliharaan proyek sebelumnya di anggarkan dalam APBD hanya saja bagian yang dikerjakan itu melewati proyek PAPBD yang baru saja selesai di PHO.

Selanjutnya, terkait dengan speksifikasinya, sudah jelas benar dan sesuai akan tetapi, saat ditanya apakah proyek tersebut punya anggota DPRD Kota Gunung Sitoli,beliau mengatakan dengar-dengar kabarnya seperti itu bang, ujarnya mengakhiri.

Ketika wartawan sinarpagiindonesia.com hendak mengkonfirmasikan tentang kebenaran proyek tersebut,sang kontraktor tidak berada di lokasi dan menurut para pekerja yang berada di tempat tersebut benar pimpronya anggota DPRD Gunung Sitoli.Dan kata pekerja tersebut,beliau susah di temui karena sibuk dan jarang di tempat.(spi/nl/sjnt)

Tinggalkan Balasan