Diduga Kayu Olahan Tak Bersurat,Kades di Selkan Polisi

0
2

Gunungsitoli,spi.vom – Karena membawa kayu olahan tanpa izin diluar Pulau Nias, Kepala Desa Fadoro Lalai, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias, Atulo’o Mendrofa ditahan Polisi Resor Nias.

Kades Fadoro Lalai Atulo’o Mendrofa dijerat dengan pasal 83 ayat (1) huruf a JO pasal 12 huruf d dan pasal 83 ayat (1) huruf b JO pasal 12 huruf e dari Undang Undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Hal ini diungkapkan Kapolres Nias AKBP.Erwin Horja H Sinaga, SH, S.Ik melalui Kasat Reskrim Polres Nias AKP.Hendrik Temaluru di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Sabtu (13/1).

Kepada awak media, diberitahu jika Kades Fadoro Lalai telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penydik Polres Nias pada tanggal 5 Januari 2017, dan ditahan di Mapolres Nias sejak tanggal 9 Januari 2018.

Dia ditahan karena dengan sengaja memuat, membongkar, mengeluarkan, mengangkut, menguasai dan atau memiliki hasil penebangan di kawasan hutan tanpa izin/tidak dilengkapi secara bersama sama surat keterangan sah hasil hutan berupa kayu olahan miliknya yang diamankan Polisi di Pelabuhan Gunungsitoli, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Saombo, Kota Gunungsitoli pada tanggal 29 Juli 2017 pukul 21.00 wib.

Adapun Barang bukti yang ditahan Polisi berupa satu unit mobil cold diesel dengan nomor polisi BB 8752 MC, satu lembar asli nota angkutan hasil hutan kayu budidaya yang berasal dari hutan hak yang ditandatangani oleh pemilik hutan hak atas nama Atulo’o Mendrofa.
Satu lembar asli nota angkutan lanjutan hasil hutan kayu budidaya yang berasal dari hutan hak yang ditandatangani oleh GANISPHPL PKBTPKRT atas nama Atulo’o Mendrofa dan kayu gergajian jenis kayu durian (Durio Ziberthinus) yang telah diolah menjadi papan dan reng dengan jumlah volume keseluruhan 10,3462 M3.(spi/red/nt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here