“Proyek Jalan Provinsi di kerjakan Tidak Sesuai Bestek,Uang Negara Masuk ke Kantong Pribadi”

0
98

Gunungsitolo,spi.com – Pekerjaan Proyek Peningkatan Struktur Jalan Propinsi lintasan Fabaliwa-BTS kabupaten Nias Barat dengan dengan Nilai Paket 2.783.684.142(termasuk PPN), terindikasi tidak sesuai Bestek sehingga Negara di rugikan hingga milliaran rupiah. Proyek dimaksud berdasarkan papan Proyek bersumber dari Pajak masyarakat.

Berdasarkan data yang ada termasuk detail gambar kerja dan kontrak proyek no kontrak : 630/UPTD-GS/926/2017, Tanggal 18 JULI 2017, sinarpagiindonesia.com langsung melakukan investigasi dilokasi proyek di Fabilawa Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Kamis (11/1/81), pada kenyataannya proyek jalan tersebut,sudah mulai rusak, bagian badan jalan berlumpur dan pada muncrat, sebagaimana foto terlampir.

salah seorang tokoh masyarakat Faodugö Hia, yang berhasil di wawancarai sinarpagiindonesia.com menyampaikan bahwa proyek propinsi ini, sebenarnya sudah dilaporkan ke pihak penegak hukum, namun tindak lanjutnya sampai saat ini tidak ada, “sepertinya penegak hukum di duga sudah di beri uang tutup mulut”.

Faodugö Hia menjelaskan, pengerjaan jalan belum dilaksanakan pembersihan langsung saja di base. ketebalan jalan (base) berdasarkan detail kontrak sudah tidak sesuai dengan standar spesifikasinya (base B) yang mana material yang digunakan hanya batu kerikil biasa bukan batu pecahan mesin (base B), Timbunan yang digunakan khususnya dibahu jalan menggunakan pasir laut, bangunan pendukung termasuk box cover juga menggunakan pasir laut dan perbandingan semennya tidak sesuai.

terkait dengan pengaspalannya jelas belum maksimal di lakukan pemadatan bahkan saat pengaspalan di lakukan pada musim hujan,serya masi banyak kecurangan lainnya yang dil akukan oleh Kontraktot PT. Inti Budi Agung.

Ianya menambahkan, Konsultan supervisi dari CV. Billindo Engineering Counsultand serta Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Provinsi Sumatera Uatara belum maksimal melakukan pengawasan.Kehadiran  mereka di lokasi proyek tersebut bisa dihitung dengan jari, sepenglihatan saya, hanya saat dilakukan pematokan mereka datang, itupun hanya mampir sebentar.

Kami masyarakat sangat menyesali pekerjaan proyek ini, hanya buang-buang uang negara saja, bahkan hanya untuk mengisi pundi-pundi para kontraktornya termasuk juga Dinas terkait,sepertinya proyek ini terjadi persengkokolan kontraktor-konsultan-Dinas Bina Marga Propinsi Sumut, tandasnya mengakhiri.

Pada saat itu juga, wartawan sinarpagiindonesia.com mendatangi kantor Kontraktor PT. Inti Bufi Agung ternyata tutup.Ketika di hubungi di rekturnya bernama  Sobo Simangunsong melalui telpon selullernya, tidak bersedia mengangkat HP wartawan yang hendak mengkonfirmasi tentang proyek tersebut tidak mau mengangkat HP nya.

Pada keesokan harinya, Jum’at (12/1/18) wartawan sinarpagiindonesia.com mendatangi Kepala UPTD Bina Marga Provinsi,yang berada di Kota Gunungsitoli, ternyata tidak dapat ditemui, bahkan satu orangpun pegawai kantor UPTD Bina Marga, tidak berani mmberi keterangan,katanya langsung saja dengan kepala UPTD atau kepada consultantnya.

Pada kesempatan itu juga wartawan Sinarpagiindonesia.com mendatangi kantor Consultant CV Billindo Enginnering Consultant  memintai tanggapan Junedi Parulian Saragih dan Erwin Siahaan,pada saat itu tidak berhasil ditemui dan saat dihubungi melalui telpon selullernya, juga tidak tersambung. (spi/red/NT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here