“Kapolres Nias di Minta Tuntaskan Segera Dugaan Pemalsuan Ijazah Demi Hukum Yang Berlaku Direpublik Indonesia”

0
2

Gunungsitoli,spi.com – Didasari dokumen data yang dihimpun media sinarpagiindonesia.com ,yang mana data dimaksud berupa foto copy Ijazah diduga palsu.Foto copy lembaran buku induk peserta didik pada tahun itu, foto copy buku siswa mutasi masuk dan mutasi keluar.

Surat pernyataan Kepala Sekolah SMP ber Materai 6000 telah di cap dengan nomor surat 421.3/5-KP/2016 yang mengakui tidak pernah bersekolah dan tidak pernah pindah.Surat Keterangan Yayasan perguruan  juga telah di cap dan dimaterai berbunyi, yang bersangkutan tidak pernah terdaftar sebagai siswa SMA di Yayasannya serta beberapa data pendukung lainnya,

Menyikapi dokumen data,ketua LSM GARUDA RI Siswanto Laoli, Sabtu (20/01/2018) meminta dan mendesak aparat Kepolisian Resort Nias untuk segera memproses laporan dugaan ijazah palsu salah seorang oknum Anggota DPRD Kota Gunungsitoli berinisial Y, mengingat hampir satu tahun kasus ini tidak mengalami perkembangan.

Ia menegaskan agar Polres Nias mempercepat proses penyidikan kasus dugaan pemakaian Ijazah Palsu oleh salah seorang oknum Anggota DPRD kota Gunungsitoli, sehingga ada kejelasan hukum, tegasnya.

Siswanto juga menjelaskan bahwa kasus dugaan penggunaan ijazah palsu ini sudah lebih setahun dilaporkan namun tidak ada kepastian hukumnya. Laporan dengan Nomor: STPLP/257/VIII/2016/NS, per Tgl 31 AGUSTUS 2016, namun hingga sampai detik ini tidak ada tanggapan dari pihak Polres Nias.
Ada apa sebenarnya yang terjadi???

Lebih lanjut menyampaikan bahwa hukum tidak tumpul ke atas dan tidak tajam ke bawah. Semua harus diperlakukan sama di dalam penegakan hukum. Tidak ada yang dianak tirikan, semua sama danvtidak ada yang kebal dengan hukum, siapapun dia.

Harapan ini diutarakan lantaran pihak yang dilaporkan adalah seorang oknum Anggota DPRD sekaligus Ketua DPC Partai PDIP Kota Gunungsitoli, yang memiliki power politik, sehingga dikhawatirkan dapat melakukan intervensi hukum.

Kami lembaga LSM GARUDA RI, akan segera menyurati dan minta kepada bapak Kapolri, Bapak Kapolda dan lembaga terkait memberikan perhatian khusus terhadap proses hukum supaya dapat berjalan sesuai dengan harapan kita.

Karena tidak ada perkembangan penyelidikan, kami mohon dengan hormat agar kasus pemalsuan ijazah ini segera di  tuntaskan.Dan apa yang kami harapkan betul-betul dilaksanakan tahapan penyelidikan sehingga dapat ditingkatkan ke penyidikan yang benar dengan mengacu pada aturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia.” katanya mengakhiri (SPI/NT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here