Ormas FAB Minta Kepada Poldasu Agar Mujianto Segera di Tahan

0
2

Medanspi.com –  Tidak ditahannya seorang pengusaha Mujianto yang dijadikan tersangka kasus Penipuan dan Penggelapan senilai Rp 3 Miliar membuat puluhan ormas yang menamakan dirinya Forum Anak Bangsa (FAB) berdemonstrasi di depan Mapoldasu, Jalan Medan-Tanjung Morawa, Jumat (26/1).

Kedatangan mereka menuntut agar pihak Poldasu segera menangkap dan menahan Mujianto, tersangka dalam kasus penipuan. Dalam tuntutannya, FAB menyatakan bahwa semestinya Mujianto sudah ditangkap dan ditahan karena berdasarkan hasil gelar perkara sudah ditemukan bukti yang cukup.

Pihak Poldasu juga sudah mengirimkan surat No : B /1397/XI/2017/Ditreskrimum bahwa status terlapor sudah menjadi tersangka sejak November 2017. Namun sampai kini Mujianto belum juga ditahan.

Dari keterangan Poldasu pihak penyidik telah memanggil Mujianto, namun karena alasan sakit, Mujianto tidak datang. Tetapi pada tanggal 4 Januari 2018 lalu ada panggilan dari penyidik Poldasu untuk membuat konfrontir antara Harmen Lubis selaku korban dengan pihak tersangka. Lagi-lagi Mujianto tidak mau hadir.

Kemudian tanggal 9 Januari 2018, dilakukan konfrontir kedua yang dihadiri Mujianto. Pada 19 Januari 2018 diadakan lagi konfrontir tetapi tersangka tidak hadir. “Inilah yang kita tuntut agar pihak Poldasu bertindak sesuai dengan hukum,” ujar salah seorang orator.

Sementara Direktur Ditreskrimum Poldasu, Kombes Polisi Andi Rian menyebut kasus yang telah dilimpahkan ke JPU ini masih terus diproses. “Tidak ada pasal yang memaksa kalau tersangka harus ditahan, terutama karena yang bersangkutan koorperatif, ” katanya.

Mujianto ditetapkan sebagai tersangka atas laporan A Lubis (60) dalam kasus dugaan penipuan sesuai dengan STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017 dengan kerugian material hingga mencapai Rp3 milliar.

Dugaan penipuan itu berawal dari ajakan kerjasama melalui staf Mujianto, Rosihan Anwar untuk melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 Ha atau setara 28.905 M3 di atas tanah lahan di Kampung Salam Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan sekitar Juli 2014 lalu.

Namun, setelah proyek selesai, Mujianto tidak menepati janjinya untuk membayar hasil pengerjaan A Lubis, sehingga merasa dirugikan miliaran rupiah dan melaporkan kasus itu ke Poldasu.(spi/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here