Setelah di Periksa KPK,Mantan Anggota DPRD SU “Ngacir Naik Grab”

0
2
Medan,spi.com – Mantan Anggota DPRD Sumut Washington Pane dan Rahmiana Delima memiliki cara unik untuk menghindari jurnalis usai diperiksa penyidik KPK di Markas Komando Brimob Polda Sumut Jalan Wahid Hasyim, Medan, Rabu (31/1/2018).

Usai saling berbisik, keduanya lalu berpencar. Washington memutar langkah dengan berjalan kaki dari sisi samping gedung pemeriksaan. Washington berjalan kaki sekitar 300 meter keluar dari kompleks Markas Komando Brimob Polda Sumut.

Sedangkan Rahmiana terlihat sempat meminta pertolongan personel Brimob untuk keluar dari lokasi pemeriksaan.

 Washington dan Rahmiana merupakan dua di antara puluhan mantan dan anggota DPRD Sumut yang diperiksa KPK terkait kasus suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Kepada jurnalis, Washington mengaku berjalan kaki ke luar kompleks untuk menemui jasa angkutan online yang dipesannya. Ia tidak menggunakan kendaraan pribadi untuk datang menjalani pemeriksaan ini.”Pakai Grab”ujarnya.

Meski sempat irit bicara, Washington yang tampak tergesa-gesa keluar dari kompleks Markas Komando Brimob Polda Sumut menyebut tidak menerima uang suap.Saya,tidak ada menerima”katanya.

Pada hari ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap 11 mantan dan anggota DPRD Sumut. Namun amatan awak media, beberapa mantan anggota dewan yang tak masuk dalam daftar pemeriksaan pada hari ini, juga datang ke Markas Komando Brimob Polda Sumut. Di antaranya mantan Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut Hidayatullah.

Sesuai jadwal, 11 mantan dan anggota DPRD Sumut yang mendapat giliran diperiksa pada hari ini adalah Helmiati, M Faisal, Sopar Siburian, Mustofawiyah, Arifin Nainggolan, Enda Mora Lubis, Restu Kurniawan, Rahmiana Delima, Roslinda Marpaung, Washington Pane dan Pasiruddin Daulay.

Dalam kasus suap Gatot, setidaknya 12 mantan anggota dan mantan pimpinan DPRD Sumut yang sudah ditahan.

Mereka adalah Ajib Shah, Saleh Bangun, Chaidir Ritonga, Sigit Pramono Asri, Kamaludin Harahap, Muhammad Affan, Bustami, Zulkifli Husein, Parluhutan Siregar, Zulkifli Effendi, Budiman Nadapdap dan Guntur Manurung. Sedangkan dari eksekutif, yang telah ditahan hanya mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Menurut informasi,seharusnya bukan hanya Gatot yang di tahan karena sudah pasti ada oknum oknum lain yang terlibat dalam korupsi berjamaah tersebut.”Mungkin ini trik KPK agar yang terlibat korupsi ditenangkan agar mereka aman”ujar sumber tersebut.(spi/ebnz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here