Penangkapan Marlon Purba Oleh Mabes Polri,Bersamaan Dengan di Tahannya Mujianto

0
4

 

 

Marlon Purba tengah berorasi mengenakan seragam kebesaran LMP

Medan,spi.com – Aksi unjuk rasa di Mapoldasu yang berujung penangkapan terhadap Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Sumut, Marlon Purba oleh tim Mabes Polri tersebut ternyata memicu polemik hingga penahanan.

Tepat pada Rabu (31/1/2018) penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Poldasu akhirnya resmi menahan Mujianto alias Anam, pengusaha property di Medan terkait dugaan kasus penipuan senilai Rp3 miliar terhadap terlapor H Armen Lubis.

Penahanan terhadap pengusaha Medan ini dilakukan, setelah Mujianto resmi ditetapkan sebagai tersangka sejak 28 April 2017. Tidak hanya Mujianto, Rosihan Anwar, pegawai Mujianto juga turut ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Hal ini dilaksanakan berdasarkan sprint yang dikeluarkan terhadap keduanya, setelah menjalani pemeriksaan lanjutan yang dilakukan pada hari ini.

Dirreskrimum Poldasu Kombes Pol Andi Ryan Djajadi mengungkapkan, penahanan terhadap kedua tersangka tersebut dilakukan setelah melewati tahapan proses penyidikan, serta gelar perkara yang sudah dilakukan beberapa kali.

“Hari ini kedua tersangka M dan RA resmi kita tahan. Untuk tersangka MA, juga sudah kita lakukan pengecekan kesehatan di Biddokes Polda untuk memastikan apakah yang bersangkutan bisa ditahan,” terang Andi Ryan kepada wartawan dalam paparan yang berlangsung di depan gedung Ditreskrimum Poldasu.

Andi Ryan juga membantah ada intervensi dan tuduhan bahwa dalam penanganan penyidikan terhadap kasus ini berjalan lamban.

“Dalam penanganan perkara ini sama sekali tidak ada intervensi dari pihak manapun. Dan satu lagi, penyelidikan ini tidaklah lamban, sebab kasus ini dilaporkan saat sebelum saya menjabat sebagai Dirkrimum. Nah saat saya masuk, semua kasus yang menjadi atensi kita evaluasi seluruhnya,” tandasnya.

Mantan Kapolres Tebingtinggi ini kepada wartawan menjelaskan, peristiwa penipuan itu terjadi berawal pada tahun 2014. Saat itu, sesuai laporan korban ada pekerjaan penimbunan lahan di kawasan Belawan. Korban pun menggelontorkan sejumlah uang hingga mencapai Rp3 miliar.

Namun apa yang terjadi, setelah pekerjaan lahan tersebut selesai, tersangka Mujianto malah menolak melakukan pembayaran, hingga akhirnya kasus ini bergulir ke ranah hukum.

Sementara itu, saat paparan kasus tersebut berlangsung, kedua tersangka mengenakan seragam tahanan berwarna merah. Keduanya pun terlihat digiring ke Rumah Tahanan Polisi (RTP) Ditreskrimum Polda Sumut.

Marlon Purba yang digembar gemborkan di beberapa media sebagai ketua Laskar Merah Putih (LMP) tidak benar,hal tersebut disampaikan oleh wakil sekretaris jenderal mabes (wasekjen) saudara Burhan Saidi kepada sinarpagiindonesia.com melalui telepon selular.

Dan ketua umum LMP  H.Ade Erfil Manurung juga mengatakan,saudara Marlon tidak pernah menjadi ketua LMP Sumut.Kami dari markas besar Laskar Merah Putih pusat tidak pernah memberikan SK kepada beliau dan perlu diketahui,”publik Sumatera Utara saudara Marlon Purba tidak pernah menjadi ketua LMP Sumut”ujar nya pada awak media ini.

Saya pribadi (Ade EM ketum LMP ) tidak pernah menyuruh anggota saya untuk melakukan perbuatan melanggar hukum.Sesuai dengan slogan kita NKRI harga mati,adalah untuk bersinergi dengan aparatur negara dalam hal ini TNI-Polri ujar ketum LMP.( spi/sp/yd )

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here