Keluarga Doddy Minta Penangkapan Anaknya Segara di Gelar Demihukum

0
39

Medan,spi.com – Terkait penahanannya di ruang tahanan polisi (RTP) Polrestabes Medan dalam kasus diduga perantara pembelian paket sabu milik dua rekannya, Doddy Sukmana (37) warga Marelan menyebut oknum juru periksa (Juper) memaksa dirinya untuk mengakui hal.

” Tadi aku diperiksa sama Juper buat berita acara penangkapan dan aku disudutkan suruh mengakui barang bukti bahwa aku perantara,” ucapnya melalui pesan singkat via sms handphone miliknya ke handphone awak media, Sabtu, 10 Februari 2018 malam.

Saat disinggung jam berapa diperiksa dan penyidiknya siapa lalu Doddy menjawab, pemeriksaan dilakukan dari jam 13:00 WIB sampai jam 18:30 WIB, penyidiknya Suhendri dan Nani, siap disidik, direkam dan dibaca semuanya serta diperlakuan tak wajar namun saya tetap tidak mengakuinya,” ujar Doddy.

Sebelumnya terkait dugaan tidak ada surat pemberitahuan penahanan terhadap Doddy Sukmana (37) warga Marelan kepada pihak keluarga, Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Shandy Cahya Priambodo, SIK membantah hal itu.

” Pihak keluarga sudah menerima tembusan hal tersebut, kami sudah ada tanda terimanya, tolong konfirmasi kembali kepada pihak keluarga,” kata Mantan Alumni Akpol 2000 sekira pukul 16:19 WIB melalui pesan singkat via sms handphone selular kepada awak media tanpa menjelaskan kapan dikirim surat tersebut.

Sementara menurut keterangan pihak keluarga Doddy mengatakan, surat penangkapan dan penahanan terhadap anak laki-lakinya itu baru diterima hari ini, Sabtu, 10 Februari 2018, siang.

” Penyidik Bu Nani didampingi temannya Bu Betti baru menyerahkan Surat Perintah Penahanan dan Surat Perpanjangan Penahanan anak saya Doddy tadi jam 14:00 WIB di rumah saya, Jalan Jemadi Krakatau Medan,” beber bapak parubaya.

Dijelaskannya, pengiriman surat disebabkan akibat perpanjang waktu, makanya lama dikirim,” kata Sutrisno menirukan ucapan penyidik tersebut.

Diketahui adapun surat yang dilayangkan sebanyak 4 jenis yakni: Surat Perintah Penangkapan Nomor Sp. Kap/36/1/2018/Res Narkoba yang ditandatangani oleh Doddy Sukmana dan diserahkan oleh Aiptu Heri Suhardi kemudian Surat Perintah Perpanjangan Penangkapan Nomor: Spp.Kap/36-B/1/2018/Res Narkoba pada tanggal 19 Januari 2018 dan ketahui Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Shandy Cahya Priambodo.

Selanjutnya Surat Perintah Penahanan Nomor: SP.Han/33/I/2018/Res Narkoba terhitung mulai tanggal 22 Januari 2018 s/d 10 Februari 2018 yang ditandatangi oleh Doddy Sukmana dan Penyidik Pembantu Aipda Suhendri dan Surat Perpanjangan Penahanan Nomor: B-77/N.2.22/Rt./Euh.1/02/2018 dikeluarkan di Lubuk Pakam pada tanggal 06 Februari 2018 ditandatangani oleh Jaksa Muda Robertson, SH. MH, terhitung mulai tanggal 11 Februari 2018 hingga berlaku 22 Maret 2018 di Rutan Polrestabes Medan.

Diduga penahanan yang dilakukan oknum penyidik Sat Resnarkoba Polrestabes Medan terhadap Doddy Sukmana disebut-sebut tidak disertai dengan barang bukti (Barbuk) dan tanpa melayangkan Surat Pemberitahuan (SP) Penahanan kepada pihak keluarga tersangka tersebut.

Penasehat Hukum (PH), Nuriyono, SH menilai oknum Juru Periksa (JP) yang menangani perkara tersebut dianggap melanggar tugas dan kewajibannya.

” Apabila itu terjadi berarti dinilai, oknum penyidik Sat Resnarkoba Polrestabes Medan dinilai telah melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penanganan kasus dan melanggar kode etik kepolisian,” sebutnya, Sabtu, 10 Februari 2018.

Menurut pernyataan pihak keluarga mengatakan, penahanan terhadap Doddy Sukmana (37) warga Marelan tidak disertai dengan barang bukti dan SP Penahanan hingga keluarga pun mengeluhkan hal itu kepada Wartawan.

” Enggak ada narkoba didapat, kok bisa anak saya ditahan,” ucap Sutrisno, bapak Doddy dengan wajah keheranan.

Kemudian, ia menjelaskan lagi, penahanan hingga selama tiga (3) minggu lebih itu juga tanpa adanya pemberitahuan ke pihak keluarga.

” Enggak ada diterima pihak keluarga surat pemberitahuan dari pihak Sat Resnarkoba atas penahanan terhadap anak saya itu sampai sekarang,” kata bapak parubaya, Jumat, 09 Februari 2018.

Menurut keterangan dari Doddy mengatakan, ia ditangkap diduga atas dasar pemesanan paket sabu untuk kedua temannya Agus Irawan dan Sugiarto.

Kedua temannya abang beradik itu sebelumnya ditangkap anggota Unit II Sat Resnarkoba Polrestabes Medan di Jalan Jemadi Krakatau Medan pada tanggal 16 Januari 2018 pukul 14:00 WIB atas kedapatan paket kecil sabu-sabu saat keduanya berada di dalam rumah mereka dan lima jam kemudian barulah Doddy ditangkap.

” Pengakuan anak saya Doddy, tidak ada ia memesan sabu tapi polisi tetap menyita ponselnya dan menahannya serta memaksa menandatangani surat yang diketik juper saat itu. Doddy pun sempat bertanya, kok saya ditahan, kan saya gak ada dapat narkoba,? namun penahanan tetap dilakukan juper Suhendri dan Nani,” ucap pihak keluarga menirukan perkataan Doddy saat menjenguknya di RTP Polrestabes Medan belum lama ini.

Atas hal itu, pihak keluarga berharap agar kasus yang menimpa anaknya digelar.

” Kami harap kasus Doddy digelar agar  pihak keluarga mendapatkan kepastian hukum, Jika Doddy benar bersalah, pihak keluarga siap menerima ganjaran hukumannya tapi jika anak kami tidak bersalah, pihak keluarga berharap agar Doddy dibebaskan dari jeratan hukum,” harap keluarga.(spi/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here