Tanah Pusat Pasar Kabanjahe Digugat,Pemkab Karo Hanya Punya Peta Bidang Tanah

Daerah

Tanah Karo,spi.com – Terkait aset tanah  Pusat Pasar Kabanjahe seluas 12.000 M2  digugat warga padahal telah dikuasai sejak tahun 1958, Pemkab Karo menyatakan siap menghadapi gugatan dari penggugat Ir Gembira Purba (62) warga  Sei Siput Medan Baru.

Gugatan perkara perdata terdaftar di Pengadilan Negeri  (PN) Kabanjahe  dengan register nomor 57/G.Pdt/2017/ PN-Kbj pada bulan Nopember 2017. Dan  saat ini telah memasuki persidangan  ke-10 pada, Rabu (7/2) lalu Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe, menggelar sidang lapangan  untuk pemeriksaan  atas perkara perdata di lokasi.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH kepada sinarpagiindonesia.com di ruang kerjanya, Senin (12/2) mengatakan pihaknya telah siap menghadapi gugatan itu. .“Saya telah mengintruksikan Bagian Hukum Setda Kabupaten Karo menghadapi gugatan itu ,”ungkapnya.

Disinggung apakah Bupati Karo telah mengintruksikan membentuk tim lainnya untuk mempersiapkan langkah hukum  menghadapi gugatan, ia menjelaskan hal itu menjadi masukan. “Untuk membentuk tim menghadapi gugatan itu menjadi pertimbangan,”ujarnya.

Ditanya lagi sejak kapan Pemkab Karo mengajukan aset tanah Pusat Pasar  Kabanjahe ke BPN Karo untuk menjadikan alas hak kepemilikan, ia menjelaskan terhitung sejak tahun 2015. “Pemkab Karo telah mengajukan ke BPN Karo untuk dijadikan alas hak kepemilikan tahun 2015. Kita ajukan peta bidang-bidang tanah Pusat Pasar Kabanjahe itu tahun 2016 ke BPN .  Dan kita telah menerima peta bidang tanah  Pusat Pasar Kabanjahe yang diterbitkan BPN  Karo Tahun 2017 sebagai dasar penerbitan sertifikat kepemilikan tanah Pusat Pasar Kabanjahe sebagai asset daerah Pemkab Karo,”katanya.

Disamping itu, katanya, Pemkab Karo juga memiliki bukti  perjanjian surat  sewa menyewa Pusat Pasar Kabanjahe dengan  pedagang. “Bukti-bukti ini kita telah sampaikan kepada majelis hakim dalam persidangan di PN Kabanjahe,”ungkapnya.

Ketika didesak  kepada Bupati Karo agar Pemkab Karo membuat perlawanan hukum bahwa dalam suatu gugatan  hukum  dapat melakukan rekonvensi (melakukan gugatan balik) terhadap penggugat. Mengingat bahwa sudah lama berpuluh-puluh tahun Pusat Pasar  Kabanjahe berdiri dan telah dimanfaatkan oleh pedagang untuk berjualan, ia secara diplomatis  mengatakan biarkan dulu proses persidangan berjalan.

“Proses persidangan di PN Kabanjahe masih berlangsung. Kita lihat dulu bukti-bukti kepemilikan dari pihak penggugat,’ujarnya.

Lebih lanjut ia menyarankan kepada pedagang  para pedagang jangan resah dengan adanya gugatan lahan pusat Pasar Kabanjahe yang diklaim milik perseorangan.“Kita harus taat kepada hukum karena proses persidangan  sedang berjalan. Kita jalani proses hukum. Intinya, Pemkab Karo memiliki bukti  yang kuat soal tanah Pusat Pasar Kabanjahe,”pungkasnya.(spi/crist)

Tinggalkan Balasan