Gunung Sinabung Kembali Bergejolak Dengan Muntahkan Awan Panas

0
34

Kabanjahe,spi.com – Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo Sumatera Utara kembali erupsi, kali ini luncuran awan panas dilontarkan sejauh 8 Km, Senin (19/2) sekitar pukul 08.56 Wib.

Atas kejadian tersebut Personil Polres Tanah Karo dipimpin Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Remus Hutajulu SIK langsung terjun ke lapangan untuk meninjau kemungkinan adanya warga yang akan di evakuasi serta membagikan masker kepada masyarakat.

Sementara Info dari petugas PVMBG pos pantau gunung Sinabung Umar Rosadi  bahwa sekira  pukul 08:54 wib telah terjadi awan panas letusan Gunung Api Sinabung  dengan tinggi kolom 5000 M, amp 120 Mm dan lama gempa 607 detik. Jarak luncur sektoral Selatan – Tenggara 4900 Meter dan sektoral Tenggara – Timur 3500 Meter Angin lemah ke Barat – Selatan.

Sampai pukul 12:00 wib, teramati letusan dengan tinggi 5000 M dan warna asap kelabu. Awan panas letusan dengan jarak luncur 4900 m mengarah ke Selatan. Teramati gugur dengan jarak luncur 1000 –  1500 m mengarah ke tenggara. Visual tertutup abu.

Letusan tersebut diatas adalah yang terbesar di tahun 2018 dan selama aktifitas erupsi gunung Sinabung.

Akibat letusan tersebut beberapa desa terkena abu vulkanik yakni di Kecamatan Simpang Empat terdiri dari Desa Gamber, Desa Jeraya, Desa Pintu Besi, Desa Berastepu dan Desa Tigapancur. Di Kecamatan Naman Teran desa yang terkena dampak erupsi yakni Desa Kuta Tonggal, Desa Naman, Desa Sukadebi, Desa Suka Tepu, Desa Ndeskati, Desa Gung Pinto, Desa Kutambelin, Desa Sigarang-garang, Desa Sukanalu.

Di Kecamatan Payung, Tigaderket, dan Kutabuluh semua desa terkena dampak erupsi gunung berapi. Namun di Kecamatan Munte hanya Desa Kineppen, Desa Bandar Meriah, Desa Sukarame, Desa Kutagerat(Sebagian), Desa Barung Kersap (sebagian), Desa Buluhnaman, Desa Munte, Desa Tanjung Beringin dan Desa Selakkar terkana dampaknya.

Begitu juga di Kecamatan Tigabinanga, Desa Limang, Desa Perbesi, Desa Pertumbuken, Desa bunga baru, Desa Kuta raya, Desa Kuta galoh dan Kelurahan Tigabinanga dan sekitarnya turut terkena dampak erupsi. Sementara di Kecamatan Juhar hanya Desa Pernantin, Desa Kuta Gugung, Desa Suka Babo, Desa Batu Mamak  dan Desa Desa Nageri yang tertimpa musibah tersebut.

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterima ketebalan abu di jalan mencapai 5 cm dan jarak pandang ke depan lebih kurang 2 meter. “Akibat erupsi gunung Sinabung yang terjadi pada hari Senin tanggal 19 Februari 2018 pukul 08.54 wib, belum ditemukan korban jiwa. Aktifitas masyarakat sebahagian dihentikan disebabkan tebalnya hujan debu vulkanik dan giat berlajar murid sekolah dihentikan,” ujarnya.

Saat ini pihak Kepolisian telah mengevakuasi masyarakat yang terdampak erupsi.  Polres Tanah Karo beserta Polsek Simpang Empat dan Polsek Payung melakukan Patroli ke Desa-desa untuk menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati – hati terkait  erupsi gunung Sinabung yang akan terjadi sewaktu-waktu sekaligus memberikan masker kepada masyarakat.

“Polres Tanah Karo mengarahkan mobil ambulance, AWC Watercanon dan truk dalmas ke daerah yang terdampak untuk mengevakuasi masyarakat dan menyiram sarana dan prasarana jalan yang terkena dampak. Saat ini situasi di wilayah hukum Polres Tanah Karo masih aman dan kondusif,” ujar Rina.(spi/cris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here