Pangdam IV/Dip : Prajurit Diponegoro di Semua Tingkatan Harus Sesuai Jati Diri TNI

Daerah

Semarang,spi.com –  Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si, dalam Rapim Kodam IV/Dip, Selasa (20/2) di Makodam IV/Dip Semarang.

Rapim Kodam IV/Dip diselenggarakan dalam rangka menindaklanjuti hasil Rapat Pimpinan TNI AD di Jakarta beberapa waktu lalu, diikuti para pejabat jajaran Kodam IV/Dip dengan mengusung tema “Dengan dilandasi jiwa ksatria, militan, loyal, profesional, modern, unggul, bermental juara dan manunggal dengan rakyat. Kodam IV/Diponegoro siap mendukung tugas pokok TNI AD”.

Disampaikan lebih lanjut, sebagai implementasi dari tema tersebut, Kodam IV/Dip harus membangun kembali karakter prajurit di semua tingkatan sesuai jati diri TNI, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

Diharapkan dengan tema tersebut, dapat membangun prajurit yang berjiwa ksatria, militan, unggul, bermental juara disemua tingkatan sesuai dengan jati diri TNI, Sumpah Prajurit dan Sapta Marga, serta lebih adaptif pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini bertujuan agar prajurit lebih profesional dan modern, namun tetap menjaga jati dirinya sebagai tentara rakyat yang senantiasa manunggal dengan rakyat.

Disisi lain, melalui tema tersebut juga dapat semakin memperkokoh karakter keprajuritan sesuai jati dirinya, dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis yang memberikan pengaruh signifikan baik secara internal maupun eksternal.

“Aspek pembangunan Kodam IV/Dip, tidak hanya fisik semata namun juga meliputi pembangunan karakter. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka para Dansat dan Danlemdik harus terus meneteskan nilai-nilai keprajuritan dan nilai-nilai luhur Pangeran Diponegoro dalam hati sanubari para patriot”, terang Pangdam IV/Diponegoro.

“Pacu adrenalin mereka para prajurit, agar jiwa ksatrianya senantiasa menggelora ketika diterjunkan di berbagai medan penugasan”, lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan terkait dengan pelaksanaan Pilkada Serentak, momen tersebut menjadi ajang ujian dan pembuktian kita kepada masyarakat bahwa TNI selalu tunduk dan patuh pada Undang-Undang, serta dapat untuk menguji kemampuan satuan komando kewilayahan dalam membangun ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh.

“Khusus untuk menjaga kondusifitas sosial dan keamanan, Kodam IV/Diponegoro siap melaksanakan operasi perbantuan kepada Polda Jawa Tengah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku. Hal ini tentunya dapat dicapai apabila kita dapat menjaga sinergitas dan soliditas TNI-Polri”, terangnya.

“Ingat. Politik TNI adalah politik negara, sehingga sebagai prajurit, kita harus netral dan tidak terlibat dalam politik praktis”, tegasnya.

“Netralitas TNI tidak boleh hanya retorika, namun sudah final dan telah menjadi jiwa, nafas dan sikap dalam kehidupan kita. Keberhasilan kita dalam memegang teguh Netralitas pada beberapa gelaran pesta demokrasi baik tingkat daerah maupun nasional dimasa lalu harus kita pertahankan dan tingkatkan kualitasnya”, ungkapnya.

“Yakinkan agar anggota jangan mudah terprovokasi dan jangan terpancing oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab”, jelasnya.

Menyinggung masalah perkembangan lingkungan strategis dalam negeri, dikatakan Pangdam IV/Diponegoro bahwa saat ini masih diwarnai radikalisme, terorisme dan konflik sosial yang mengarah pada disintegrasi bangsa.

Dicontohkan, adanya Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) Papua yang terus berupaya memisahkan diri dari NKRI, baik melalui front militer maupun front diplomasi yang didukung LSM dan media asing serta negara-negara Melanesia di forum Internasional.

“Permasalahan bangsa yang semakin kompleks disebabkan beberapa faktor diantaranya ancaman kesenjangan ekonomi, senjata biologi serta perang hibrida dan siber, harus diantisipasi dengan baik. Selain itu, krisis pangan, energi, air bersih dan oksigen masih merupakan isu yang tidak boleh diabaikan, karena dapat berpengaruh terhadap Indonesia yang merupakan negara tropis dengan kekayaan alam berlimpah.

“Masalah juga semakin bertambah ketika demografi dan teknologi yang kita miliki belum mampu mengelola kekayaan alam tersebut, sehingga memberi peluang negara lain berkompetisi dan berkonspirasi untuk mengeksploitasinya”, jelasnya.

“Mencermati perkembangan lingkungan strategis tersebut, maka tentunya tidak bisa dihadapi hanya dengan business as usual, akan tetapi harus dengan cara berpikir dan bertindak secara extraordinary dan out of the box, seperti yang ditekankan oleh Kepala Staf Angkatan Darat”, ungkapnya.

Pangdam IV/Diponegoro berharap Kodam IV/Diponegoro terus mengoptimalkan peran Komando Kewilayahan diseluruh wilayah Kodam IV/Diponegoro dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD.(spi/penrem)

Tinggalkan Balasan