RIbuan Siswa SLTP Mendapat Pembekalan Moral Pancasila & Bela Negara

0
38

Medan,spi.com –  Sekitar 1.000 siswa SMP dari 25 sekolah se Kota Medan mendapat pembekalan pendidikan pancasila dan bela negara dari Direktur Pembinaan SMP Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI Dr. Supriano, M.Ed yang didampingi Staf Ahli Pangdam I/BB Bidang Ilpengtek dan LH Kolonel Inf Chandra Wirawan. Acara dibuka di lapangan upacara Makoyonkav 6/NK Jalan Asam Kumbang Medan, Selasa (27/2/2018).

Dalam sambutannya, Direktur Pembinaan SMP Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI menyampaikan pendidikan pancasila dan bela negara ini secara langsung membekali pendidikan karakter anak sekolah SMP di Wilayah Medan.

 

 

Menurut Suprianto, ada tiga tantangan ke depan yang harus dicegah dengan baik yaitu mencegah masuknya paham radikal pada anak-anak usia 13 sampai 15 tahun atau siswa SMP pada umumnya yang ingin merusak pola pikir anak-anak.

Kemudian munculnya konten pornografi di media sosial dengan tujuan ingin merusak mental dan pola pikir para siswa. Serta pengaruh narkoba pada anak usia 13 sampai 15 tahun atau siswa SMP pada umumnya.

Diharapkan kepada para guru atau pembimbing siswa, apabila ada hal-hal yang mencurigakan kepada siswa agar segera dicegah dan dilaporkan kepada pimpinan di sekolah masing masing, untuk menjaga hal-hal yang dapat merusak jiwa dan mental anak didik.

“Oleh sebab itu, kita bersama-sama TNI melaksanakan pencegahan yang akan merusak mental dan jiwa anak didik melalui pendidikan pancasila dan bela negara serta pendidikan karakter ini. Sehingga ke depannya menjadi generasi muda yang berguna bagi bangsa dan negara,” ujar Suprianto.

Pada kesempatan yang sama, dalam amanatmya Pangdam I/BB Mayjen TNI Cucu Somantri yang dibacakan Staf Ahli Pangdam I/BB Bidang Ilpengtek dan LH menyampaikan ucapan selamat datang di Makoyonkav 6/NK dalam acara pembukaan pendidikan pancasila dan bela negara tingkat SMP Tahun 2018. Acara ini merupakan salah satu upaya untuk membangun karakter kebangsaan semenjak usia dini.

“Tataran dasar bela negara merupakan tingkatan mendasar yang melandasi cara setiap warga negara dalam bertindak guna melindungi negara dari segala bentuk ancaman guna menjaga keutuhan dan kelangsungan hidup NKRI,” ujar Pangdam.

Pendidikan ini, ujar Pangdam, merupakan nilai-nilai dasar bela negara yang mencakup nilai-nilai kecintaan kepada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan pada pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan bela negara baik secara psikis maupun fisik.

Pancasila sebagai alat membangun karakter bangsa, memerlukan semangat kebangsaan dan kesadaran setiap warga negara, agar nilai-nilai pancasila dapat terus menerus tertanam dengan baik sekaligus dapat menumbuhkan kesadaran warga negara akan hak dan kewajibannya serta memiliki kecerdasan menghadapi pengaruh globalisasi.

“Untuk itu diharapkan kepada peserta agar memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan menumbuhkan kesadaran bela negara. Ikuti rangkaian kegiatan dengan  penuh rasa tanggungjawab serta patuhi setiap petunjuk dan arahan para pembimbing serta pupuk jiwa korsa selama pendidikan,” kata Pangdam I/BB.

Hadir dalam rapat tersebut para Kabalakdam I/BB, Paban II Puanter Sterad, Pabandya II Waslat Sterad, Dandim 020/BS dan para Dansat BS sewilayah Medan. (spi/sus/pendam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here