Kapolsek Helvetia,”Tidak Tahu Kalau ada Tahanan Yang di 86 Kan”

Hukum & Kriminal

Medan,sinarpagiindonesia.com –Polsek Medan Helvetia sepertinya terlalu berani melepaskan atau istilahnya 86.Pada beberapa hari lalu Polsek Medan Helvetia Polrestabes Medan, tepatnya Sabtu (24/2/2018) menangkap seorang pemuda berinisial F di Jalan Jangka dengan barang bukti narkotika sabu senilai Rp 100 ribu. Namun Minggu (4/3/2018) pria yang ditangkap dan ditahan selama seminggu lebih ini diduga dilepaskan.

Informasi yang dihimpun wartawan, dilepasnya pemuda yang terlibat kasus narkotika ini dikarenakan pihak kepolisian diduga menerima uang sebesar Rp 20 juta.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Medan Helvetia Kompol Trila Murni yang dihubungi wartawan melalui telephon seluler, Sabtu (17/3) mengaku tidak mengetahui bahwa salah satu pelaku yang terlibat kasus narkoba yang sudah ditahannya selama 10 hari lebih diduga telah dikeluarkan. “Saya cek dulu ke Min, atau besok ketemu dengan Pak Sebayang,” ujar Kapolsek.

Sementara atas arahan Kapolsek, wartawan mencoba melakukan konfirmasi langsung dengan pria bermarga Sebayang yang bertugas di Polsek Helvetia. Sekira pukul 17.30 Wib wartawan menunggu di Polsek Helvetian dan akhirnya wartawan bertemu dengan personel Polisi bermarga Sebayang sekira pukul 20.00 Wib.

Namun petugas Kepolisian ini enggan memberikan keterangan dan malah meminta wartawan untuk berteman saja. “Berteman saja kita,” ujarnya.

Wartawan yang tidak mendapat keterangan spesifik mengenai dibebaskannya pemuda yang terlibat kasus narkoba tersebut kembali menghubungi Kapolsek Helvetia. Namun perwira berpangkat satu melati emas ini mengaku belum berada di Kantor Polsek Helvetia. “Saya di luar satu hari ini, saya belum ke kantor,” ujarnya.

Ditempat terpisah awak mefia ini meminta tanggapannya kepada salah seorang ketua Harian Laskar Merah Putih Sumut bung Wahyudi SP. Beliau mengatakan,sepertinya petugas Polsek Medan Helvetia tidak mengikuti instruksi Presiden Republik Indonedia.

Siapapun oknumnya harus mematuhi instruksi Presiden apalagi kasus narkoba.Apabila oknum tersebut berani melepaskan tangkapan narkoba,sama artinya “oknum tersebut perusak anak bangsa ujar bung Wahyudi SP mengakhiri.(spi/red)

 

Tinggalkan Balasan