Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD/Diponegoro Mendapat Siraman Rohani Mental

0
73

Banyumas,sinarpagiindonesia.com – Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro dalam rangka menyambut Hari Jadi Persit Kartika Chandra Kirana Ke-72 Tahun 2018, gelar siraman rohani bagi anggotanya khususnya dan para prajurit serta PNS Makorem 071/Wk.

Kegiatan siraman rohani tersebut bertajuk Ceramah Pembinaan Mental, dengan mengundang Ustad kondang Ustad Faizal dari Sokaraja Banyumas, Senin (19/3/2018).

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro Ny. Evi Julianti Suhardi dalam sambutannya menyampaikan, saat ini kita sedang berada pada era globalisasi, dimana perkembangan informasi dan tehnologi begitu pesat dan cepat. Sehingga berbagai kemudahan dapat diperoleh baik berbagai peristiwa maupun berita dapat diakses dan diketahui melalui media elektronik maupun lainnya.
Namun, pada waktu bersamaan, kemajuan ini juga dapat membawa dampak negatif apabila kita tidak tahu dan terlena bagaimana cara pemanfaatannya.

“Disadari atau tidak, derasnya arus informasi yang menerpa kedalam kehidupan rumah tangga juga membawa nilai positif dan negatif, begitupula dengan pola dan gaya hidup yang tidak selalu sesuai norma dan sistem kehidupan yang berlaku bagi keluarga termasuk keluarga besar TNI. Sehingga saat ini banyak bermunculan berbagai penyakit kejiwaan yang negatif seperti egoisme, depresi, iri hati, sombong, bahkan perasaan putus asa pada diri seseorang”, terangnya.

Dikatakan pula, banyak kasus terjadi dilingkungan kita baik yang kita lihat di media sosial maupun elektronik dan cetak.

“Dari kasus-kasus tersebut, dal m menanggulangi tidak mudah dan tidak sederhana, karena kasus-kasus tersebut bermacam latar belakangnya. Baik berlatar karena ekonomi, salah pergaulan, karena lingkungan ataupun karena faktor kurangnya iman dan takwa dalam dirinya dan faktor lainnya”, ujarnya.

“Untuk menyikapi dan mengantisipasi fenomena tersebut, kita harus bersikap teguh dan realistis dalam kehidupan kita. Dalam arti, kita tidak menghindar dari arus perubahan dan perkembangan jaman yang terjadi, namun dengan penuh kesadaran kita harus mampu menjaga diri agar kita dan keluarga tidak hanyut terpaan gelombang arus globalisasi yang menyesatkan”, jelasnya.

Karenanya, lanjutnya. Kita harus perlu terus menumbuhkembangkan jatidiri dan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia, sehingga kita memiliki perisai kokoh dalan melindungi diri dari arus perkembangan tehnologi dan informasi yang dapat menggoyahkan sendi-sendi kehidupan. Disamping itu, penghayatan terhadap nilai-nilai dan ajaran agama hendaknya senantiasa dilakukan, sebab hanya dengan landasan nilai ketakwaan dan keimanan yang kuat itulah yang akan memperkokoh sikap hidup yang dinamis dan jauh dari kesesatan.(spi/penrem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here