Panglima TNI : Bertugas di Sumut Punya Tantangan Tersendiri Jadi,Kalian Harus Siap Pertahankan NKRI

0
61

Panglima TNI : Tugas di Sumut Banyak Tantangan Tersendiri, Dipundak Kalianlah Eksistensi Kedaulatan dan Keutuhan NKRI Dipertaruhkan

Medan,sinarpagiindonesia.com – Untuk bertugas di Sumatera Utara (Sumut) tidaklah ringan,karena banyak keunikan dan tantangan tersendiri,dipundak kalianlah (TNI-Polri) eksistensi kedaulatan dan keutuhan NKRI dipertaruhkan, karena banyak jalan dan potensi yang dapat mengganggunya.

Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Polisi Prof DR. H. M. Tito Karnavian, P. h. D, Kasad Jenderal TNI Mulyono,Kapuspen TNI Mayjen TNI Sabrar Fadilah, saat memberikan pengarahan kepada 3.200 Prajurit TNI dan Polri se-Sumatera Utara (Sumut), Kamis (19/04/2018) malam di Hotel Santika Premiere Dyandra, Jl. Kapten Maulana Lubis No.7, Petisah Tengah,Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara. Sebelum pengarahan diawali makan malam bersama prajurit TNI-Polri mulai dari Tamtama, Bintara dan Perwira serta Pati.

Dalam arahannya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Polisi Prof DR. H. M. Tito Karnavian, P. h. D, Kasad Jenderal TNI Mulyono,menegaskan “pedomani netralitas sebagai penjabaran maupun pelaksanaan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Tidak ada toleransi bagi prajurit pelanggar netralitas tersebut. Untuk itu, pegang teguh misi utama yakni Pilkada Serentak Tahun 2018 dan Tahapan Pemilu 2019 harus sukses.

Panglima mengatakan bahwa sudah menjadi tugas TNI dan Polri untuk menjamin kelancaran, keamanan dan kesuksesan Pilkada Serentak 2018 maupun Tahapan Pemilu 2019. Tugas-tugas tersebut meliputi pengamanan distribusi logistik dan pengamanan saat masa kampanye, pelaksanaan dan penetapan hingga pasca penetapan, terutama jika didapati adanyasengketa hasil Pilkada.

“Semuanya harus berjalan tertib dan aman serta konstitusional. Dengan banyaknya institusi yang terkait dan terlibat dalam penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut, diperlukan koordinasi dan sinkronisasi dengan instansi terkait lainnya,”sebut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P.Panglima TNI menyampaikbahwa

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, hal yang tak kalah penting adalah netralitas TNI-Polri harus dipegang teguh karena politik TNI dan Polri adalah politik negara. “Bagi prajurit TNI, hanya ada satu komando tegak lurus dari Panglima TNI, tidak ada komando atau perintah dari pihak lain,” tegasnya.

Di sisi lain Panglima TNI mengatakan bahwa anggota TNI-Polri yang bertugas di wilayah Sumatera Utara patut merasa terhormat dan bangga, karena mendapat kepercayaan untuk mendedikasikan pengabdiannya di wilayah yang luas dengan permasalahan yang kompleks dan menuntut pengabdian yang tulus. “Tidak banyak prajurit mendapatkan kesempatan dan pengalaman yang sangat berharga seperti ini,” ucapnya.

“Saya memahami bahwa bertugas di Sumatera Utara tidak ringan karena memiliki keunikan dan tantangan tersendiri. Di pundak kalianlah eksistensi, kedaualatan dan keutuhan NKRI dipertaruhkan, karena banyak jalan dan potensi yang dapat mengganggunya,” ungkap Panglima TNI.

Mengakhiri pengarahannya, Panglima TNI menyampaikan atensi dan harapan untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas, yaitu : Pertama, jaga kepercayaan rakyat kepada TNI-Polri, jangan sampai dinodai, dirusak atau dihancurkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Salah satu tindakan yang dapat merusak kepercayaan rakyat kepada TNI-Polri adalah kegiatan yang melanggar disiplin maupun hukum. Kedua, tingkatkan kemampuan deteksi dini dan cegah dini dari ancaman Ipoleksosbudhankam yang dapat mengancam persatuan, kesatuan dan keutuhan wilayah NKRI, khususnya dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 dan Tahapan Pemilu 2019, dengan mengoptimalkan peran serta fungsi satuan masing-masing.

Ketiga, TNI-Polri sebagai aparat negara harus berdiri tegak di atas semua golongan dan mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga kebhinnekaan dan senantiasa mampu melaksanakan tugas dengan tulus, ikhlas dan tidak mengenal menyerah. Keempat, unsur pimpinan agar selalu dekat dan menyatu dengan anak buahnya sehingga mengetahui segala kesulitan yang dialami bawahannya dan dengan segera dapat diambil langkah solusinya. Kelima, tetap jaga dan pelihara soliditas dan solidaritas TNI-Polri hingga terjalin antar individu, sebagai modal dasar melaksanakan peran, fungsi dan tugas masing-masing serta sebagai teladan kekompakan bagi stakeholder maupun komponen masyarakat lainnya.

Amatan awak media,pada kegiatan ini para jenderal, perwira menengah (Pamen), perwira pertama (Pama), Bintara dan Tamtama mulai dari TNI AD, AL dan AU serta para personel Polri berbaur menjadi satu makan bersama tanpa ada perbedaan, menunjukan bahwa persatuan dan kesatuan serta soliditas dam sinergitas TNI-Polri di Sumut begitu kokoh dan sangat terpelihara.

Hadir pada kegiatan ini, Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo,Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpaow, Pangkosekhamudnas III Marsma Tri Budi Wibowo, Danlantamal I Laksamana Pertama Ali Triswanto, Danlanud Soewondo, Kasdam I/BB Brigjen TNI T. Beny Firmansyah, Kapendam I/BB Kolonel Inf Edy Hartono, Para Asisten, Kabalak Kodam I/BB

dan para Komandan Satuan diantaranya Danpomdam I/BB, Dandim 0201/BS, Danyonkav 6/NK Letkol Kav Syamsul Arifin. SE. MTr (Han), Danyonif Raider 100/PS Letkol Lizardo Gumay, Danyon Arhanud 11/WBY Mayor Arh Tamaji, Danyon Armed 2/105 diwakili,Danyon Zipur 1/DD, Wakapoldasu Brigjen Pol Agus A, Wadanlantamal I,Asintel Lantamal I Kolonel Mar Zainal, Danyonmarhanlan I Letkol Mar Abdi Z Tambunan,Danyonif 8 Marinir Harimau Petarung Putih Letkol Mar Danang, dan para perwira Kosekhanudnas III dan Lanud Soewondo, Danyonko Paskhas dan para perwira lainnya,(spi/yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here