Polisi Beberkan Tentang Penangkapan Ketua Ormas Padangsidempuan

0
26
Usai melakukan penangkapan terhadap salah seorang ketua organisasi masyarakat (Ormas), Fahdriansyah Siregar alias Ucok Kodok, Rabu (25/4/2018) pagi, Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) akhirnya beberkan penyebab penangkapan.

P.Sidempuan,sinarpagiindonesia.com-Usai melakukan penangkapan terhadap salah seorang  ketua organisasi masyarakat (Ormas), Fahdriansyah Siregar alias Ucok Kodok, Rabu (25/4/2018) pagi, Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) akhirnya beberkan penyebab penangkapan.

Kepada wartawan, Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Ismawansah mengatakan, penangkapan terhadap Fahdriansyah tersebut berdasarkan laporan polisi nomor : 114/IV/2018/TAPSEL/SUMUT tanggal 20 April 2018 dengan pelapor Rosnilawati Pulungan. Dimana dalam laporannya, Roslinawati mengaku dirinya menjadi korban penganiayaan sekelompok orang yang mengenakan seragam ormas di areal PT Bona Hutaraja Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapsel.


“Dalam pengaduannya, korban mengatakan kejadian tersebut terjadi Kamis (19/4/2018) siang. Kala itu, korban bersama rekan-rekannya yang bekerja di PT Bona Hutaraja tengah beristirahat di lokasi. Disaat yang bersamaan datang sekelompok orang dengan memakai baju ormas,” ungkapnya.

 

Setibanya di lokasi, tambah Ismawansa, sekelompok orang tersebut terlibat perselisihan dengan para pekerja PT Bona Hutaraja yang tengah istirahat. Mereka memaksa para pekerja untuk pergi dari lokasi dan memksa untuk membuka portal milik PT Bona Hutaraja.


Namun sayang, permintaan tersebut tidak diindahkan para pekerja. Alhasil, keributan pun terjadi hingga ada penganiayaan yang dilakukan terhadap korban hingga membuat bibir korban mengalami luka. Disamping itu juga, sekelompok orang tersebut melakukan pengrusakan terhadap portal.

“Disini, peran Fahdriansyah sebagai orang yang menggerakkan massa dan memerintah untuk merusak dan membongkar portal,” ucapnya.

Tak terima atas kejadian tersebut, korban pun membuat laporan ke Polres Tapsel. Alhasil, setelah dilakukan penyelidikan, polisi pun akhirnya menetapkan Fahdriansyah sebagai tersangka.

“Dalam kasus ini, Fahdriansyah kita sangkakan telah melangga Pasal 160 dan atau 170 (1)  KUHPidana dengan ancaman kurungan lebih dari 5 tahun,” pungkasnya.(spi/ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here