155 Napi Teroris di Pindahkan ke Nusa Kambangan Karena Membunuh & Menyandera Petugas Polisi

0
19
Jakarta,sinarpagiindonesia.com – Sebanyak 155 narapidana terorisme dipindahkan ke Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Pemindahan adalah buntut kerusuhan yang meyebabkan lima orang polisi meninggal dunia.

“Sudah dipindahkan seluruhnya atas keputusan Menkumham dan Ditjen Pas ke Nusakambangan. sudah dalam proses perjalanan. Seluruhnya, sudah dipindahkan hari ini. seluruhnya,” kata Wakapolri Komjen Syafruddin di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018)

Syafruddin menegaskan, bahwa tanggungjawab Rumah Tahanan di Mako Brimob ada di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum HAM. Dia meluruskan simpang siur penyebutan tahanan Mako Brimob.

“Tahanan ini tahanan Rutan Salemba cabang, bukan tahanan Brimob secara aturan Menkumham ini bagian tahanan cabang kewenangan di mereka (Menkum HAM),” kata Syafruddin.

Syafrudin menyatakan operasi pembebasan sandera dari narapidana teroris di Rumah Tahanan (Rutan) cabang Salemba di Mako Brimob selesai dilakukan jajarannya.

“Bahwa operasi penanggulangan dan pembebasan sandera dari teroris sudah selesau, aman terkendali,” ujar beliau kepada awak media.

Dia mengatakan, sebanyak 156 narapidana teroris telah menyerahkan diri. Menurut dia, penanggulangan dilakukan dengan soft approach, bukan dengan negosiasi.

“Operasi dilakukan dengan baik sampai finish, tidak ada korban jiwa, semua menyerahkan diri,” kata nya lagi.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Wiranto, mengatakan seluruh napi terorisme yang ada di Mako Brimob telah menyerah. Mereka menyerah setelah Polri mengultimatum dan melakukan penyerangan terhadap mereka.

“Sudah direncanakan serbuan untuk melucuti, menyerbu mereka di lokasi yang telah kita lokalisasi, kepung, tentunya sesuai dengan standar Polri dan internasional, aparat memberikan ultimatum, jadi bukan negosiasi ya, bahwa kita akan melakukan serbuan. Menyerah ataau mau menanggung risiko serbuan itu. Tentu dengan batas waktu,” kata Wiranto di tempat sama.

Dalam keterangan PERS nya semuah yang dilakukan kepolisian sudah sesuai dengan keputusannya kita tidak ada nego,”kita berbuat untuk kepentingan Bangsa dan Negara”.Dalam situasi bagai manapun kepentingan Negara kita dahulukan ujar petinggi Polri tersebut.(spi/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here