Polisi Bertindak Melebihi Ketentuan Dalam Penangkapan,Bisa di Tindak Ujar Kapoldasu

0
27

Medan,sinarpagiindonesia.com – Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan, akan memberi sanksi tegas kepada setiap anggotanya jika dalam melakukan penindakan hukum melebihi atau diluar ketentuan yang berlaku.
Penegasan itu disampaikan jenderal bintang dua tersebut terkait putusnya tiga jari tertuduh narkoba, Hamdani alias Deni (41) karena diseret petugas Subdit 1 Ditresnarkoba Poldasu.
“Prinsipnya, kalau ada upaya melebihi ketentuan itu pasti ada sanksi pada penegak hukum itu. Artinya, sekarang kita lihat apakah benar yang bersangkutan ini private sebagai pelaku narkoba atau bandar. Jika terbukti tidak benar, maka penegak hukumnya pasti dikenakan sanksi,” tegas Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw kepada wartawan melalui telepon seluler, Rabu (23/5) sore.
Karena itu, Kapolda berjanji akan mengecek kebenaran kasus yang menimpa Hamdani yang kini menjadi viral di medsos. “Jadi belum sampai laporannya ke saya, nanti saya cek,” kata Paulus.
Sementara, ketika disinggung soal pungutan biaya Rp 400 ribu kepada Hamdani selama dalam perawatan di RS Bhayangkara Medan, Kapolda membantahnya.
“Tidak ada itu,  semua perawatan pada tersangka yang terluka tanggung jawab penyidiknya. Maka itu nanti coba jumpai direkturnya,” imbau kapolda.
Terpisah, Kuasa Hukum Hamdani, Dame Ria Sagala SH saat dihubungi wartawan mengaku telah melayangkan surat resmi kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw.
“Kita tadi (Rabu, 23/5) telah resmi menyurati Kapoldasu terkait perlakuan tidak adil klien kami dan penyiksaan yang dialaminya,” sebutnya.
Sebelumnya, Hamdani alias Deni (41),  warga Jermal 15 Jalan Pembangunan VII Medan Amplas mengalami ‘penyiksaan’ setelah ditangkap petugas Ditrektorat Narkoba Poldasu dengan tuduhan kepemilikan sabu-sabu. Namun, Hamdani membantah tuduhan itu. Tapi, Hamdani malah terseret kendaraan hingga tiga jari kakinya putus.(spi/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here