Danrem 071/Wk : Generasi Muda Juga Berperan Menjaga Keutuhan dan Kedaulatan NKRI

0
27

Banyumas,sinarpagiindonesia.com –  Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., dalam sambutannya yang disampaikan Ws.Kasrem 071/Wk Letkol Inf Drs.Fajari pada Komunikasi Sosial TNI bersama PPM, FKPPI dan Hipakad (Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat), Rabu (25/7/2018) di Gedung Pertemuan A.Yani Makorem 071/Wk Jl.Gayot Subroto No.1 Sokaraja Banyumas.

Dikatakan, perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis, secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap pertahanan negara dan menghadirkan kecenderungan terhadap perspektif ancaman baik bersifat militer maupun non militer, akibatnya dikawasan dunia yang mengalami instabilitas keamanan, terjadi konflik antar negara atau intern negara.

Demikian halnya dengan perkembangan regional di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya, isu-isu global cenderung mendasari beberapa permasalahan yang berkaitan dengan sengketa perbatasan negara tetangga, kejahatan lintas negara, pelanggaran wilayah dan jaminan keamanan jalur perhubungan laut internasional.

“Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar merupakan bangsa yang memiliki tingkat heterogenitas yang tinggi dengan jumlah suku bangsa yang banyak, bernacam agama, beraneka ragam budaya, adat istiadat dan bahasa. Keanekaragaman tersebut dapat membuat kehidupan bangsa yang rukun, bersatu serta saling menghormati”, ungkapnya.

Disisi lain, lanjutnya. Dengan adanya pengaruh globalisasi, wawasan kebangsaan Indonesia juga mengalami ujian yang cukup berat. Nilai kebangsaan yang mempersatukan perbedaan seakan surut dan mendorong lahirnya sebuah kesadaran yang sempit dan jauh dari rasa kebangsaan. Paham tentang sebuah bangsa kini telah bergeser menjadi kesadaran etnis sempit yang dapat merongrong kewibawaan bangsa. Semangat kebangsaan yang berhasil mempersatukan segala macam perbedaan menjadi rapuh oleh tuntutan dan perkembangan jaman.

“Melihat fenomena tersebut, kita sebagai generasi muda penerus perjuangan bangsa, harus dan perlu merespon penurunan wawasan kebangsaan tersebut, agar tidak berkembang menjadi kekuatan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa”, terangnya.

“Untuk mengeliminasi dan mencegah terjadinya kondisi tersebut dibutuhkan adanya suatu ketahanan nasional yang kokoh dan kuat yang harus dimiliki setiap anak bangsa. Seperti kegiatan Komunikasi Sosial ini yang dilakukan konsisten dan simultan dalam rangka mencari solusi pemecahan permasalahan diwilayah yang dikoordinasikan dan disinergikan antara Satkowil TNI dengan Pemerintah, instansi terkait dan komponen bangsa lainnya dalam menjaga stabilitas nasional dengan membangun karakter bangsa”, ungkapnya.

Diterangkan Danrem, untuk mengeliminasi dan mencegah terjadinya kondisi tersebut, maka dibutuhkan peran sertanya para generasi muda khususnya FKPPI, PPM, dan Hipakad dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

“Maksud dan tujuan dilaksanakan komunikasi TNI ini untuk memberikan pemahaman tentang komunikasi sosial TNI dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta untuk memelihara dan meningkatkan kohesi keharmonisan hubungan antara TNI dengan segenap komponen bangsa dalam rangka pertahanan negara”, jelas Danrem.

Kegiatan dilanjutkan dengan berdiskusi yang dimediasi beberapa narasumber yang dikemas dalam acara warung tarsun disiarkan RRI Purwokerto, mengangkat tema Wijayakusuma
tema membangun karakter bangsa guna memperkuat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(spi/penrem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here