Tolak Keras Dangdutan Disponsori Kondom Sutra di Lapangan Terbuka

0
3
Rancaekek,sinarpagiindonesia.com –  Himpunan Pemuda Mesjid Jamie Al-Islam (HIPMI) Rancaekek menolak dengan keras rencana konser dangdut yang disponsori oleh Kondom Sutra di lapangan Koramil 0902 Jalan Nusa Indah Raya Ranceekek Kabupaten Bandung Sabtu (28/7/18)


Wakil Ketua HIPMI Rancaekek Azhar Asyhari mengatakan, selain musik dangdut menampilkan penyanyi seronok adanya sponsor alat kontrasepsi sangat tidak layak dipublikasikan ditempat umum.

Hal ini, akan berdampak merusak moral generasi muda, terlebih dikhawatirkan akan banyak anak-anak menonton konser itu.

“Jadi tidak selayaknya produk kondom menseponsori acara-acara ditempat umum ini sangat melanggar norma dan etika,”jelas Azhar ketika ditemui Jumat (27/7)

Dia mengatakan, sebelumnya rencananya konser dandut itu akan dilaksanakan di lapangan sepak bola Desa Cangkuang, namun mendapat penolakan dari MUI Desa Cangkuang dan tokoh agama setempat.

Azhar menilai, pemerintah desa dan Kecamatan Rancaekek termasuk aparat keamanan seharusnya bisa memilih dan memilah acara hiburan yang akan diselenggarakan masyarakat. Namun, dengan adanya produk kontrasepsi yg ikut serta menyeponsori acara itu, sangat jelas melanggar etika moral masyarakat.

“Targetnya bukan penyanyi itu, hanya sebagai contoh kasus. Namun, kami soroti aksi pornografinya secara umum,” kata Azhar ketika ditemui di Rancaekek, kemarin (27/7).

Menurut dia, menyikapi aksi pornografi, sudah seharusnya musik dangdut dikembalikan pada esensinya sebagai seni musik yang memiliki keindahan tanpa harus menampilkan porno aksi.

“Jika bisa begitu, maka dangdut tidak lagi diidentikkan dengan hiburan kelas bawah yang hanya membangkitkan nafsu,” ujar Azhar.

Dia mengajak, masyarakat ketika ingin mengadakan pentas dangdut agar membuat perjanjian dengan penyanyi. Tujuannya, tidak melakukan gerakan dan berpakaian seronok saat pentas.

“Dampaknya, jika tidak mengedepankan etika, terutama moral sebagai mahluk beragama, akan tertuntut nafsu terbawa arus kemaksiatan. Apalagi, jika pertunjukannya di tonton oleh kalangan generasi muda,” kata dia.

Azhar menambahkan, adanya konses dangdut di lapangan terbuka dikhawatirkan hanya akan mengundang keributan antar warga. Sebab, tidak sedikit gara-gara dangdutan terjadi perkelahian.

“Intinya saya sangat tidak setuju diadakan dangdutan bila menampilkam penyanyi dengan busana dan gaya seronok apalagi ini disponsori sama kondom,”pungkas Adzhar.spi /yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here