Kostrad Juara Umum Porad ke VIII 2018

0
84

Jakarta,sinarpagiindonesia.com. – Kontingen Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) akhirnya mampu mengungguli lawan-lawannya hingga menjadi “Yang Terbaik”, dengan predikat “Juara Umum” pada ajang olah raga paling bergengsi di TNI Angkatan Darat – Pekan Olahraga Angkatan Darat (PORAD) – ke VIII Tahun 2018.

Gelaran aduk fisik, kemampuan, teknik, dan strategi di bidang olah raga yang berlangsung sejak tanggal 21 hingga 30 Juli 2018 di Akademi Militer (Akmil) ini, pada Senin (30/7/2018) telah berakhir dan ditutup secara resmi oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, di Stadion Sapta Marga, Akmil, Magelang, Jawa Tengah (Jateng).

Pada PORAD ke VIII tahun 2018 yang diikuti oleh 18 kontingen Kotama/ Balakpus TNI AD yaitu Mabes TNI AD sebagai peserta eksibisi, Kostrad, Kopassus, dan 15 Kodam, mempertandingkan dan memperlombakan tujuh cabang olahraga, yang meliputi Atletik, Renang, Bola Voli, Tenis Lapangan, Sepak Bola, Karate, dan Tinju.

Kontingen Kostrad berada di urutan teratas (Juara I) dengan perolehan 8 medali emas, 7 perak, dan 7 perunggu. Posisi kedua (Juara II) diduduki oleh Kontingen Kodam IV/Diponegoro, dengan 7 emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Selanjutnya, Kontingen Kodam VI/Mulawarman berada di urutan ketiga (Juara III) dengan membawa pulang 6 medali emas, 5 perak, dan 6 perunggu.

Atas prestasi tersebut, kontingen Kostrad berhak memboyong Trofi Bergilir Kasad, yang diserahkan sendiri secara langsung oleh Kasad Jenderal TNI Mulyono kepada Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Andika Perkasa. Selain meraih trofi bergilir, Kontingen Kostrad juga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 300 juta.

Sebagai Juara II, Kontingen Kodam IV/Diponegoro memperolah uang pembinaan Rp 200 juta, sedangkan Kontingen Kodam VI/Mulawarwan yang berhasil menjadi Juara III mengantongi Rp100 juta.

Dalam amanatnya pada penutupan PORAD ke VIII tahun 2018 ini, Kasad Jenderal TNI Mulyono memberikan ucapan selamat kepada para atlet yang telah berhasil menjadi pemenang pada cabang olahraga (Cabor) masing-masing yang diikuti, sekaligus menyampaikan suatu pesan untuk direnungkan dan dilaksanakan.

“Prestasi ini patut untuk disyukuri dan dibanggakan. Namun, jangan larut dalam _euphoria_ yang berlebihan. Jangan berpuas diri, tetap fokus dalam pembinaan di satuan masing-masing,” pesan Kasad.

Sebagai salah satu komponen bangsa, lanjutnya, kegiatan PORAD yang diselenggarakan TNI AD bertujuan memberi kontribusi positif bagi kemajuan olahraga di tanah air.

“Kita menyadari bahwa kemampuan dalam menorehkan prestasi di bidang olahraga dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di tingkat regional maupun internasional,” katanya.

Menurut Kasad, PORAD merupakan wadah untuk menghasilkan atlet-atlet di lingkungan TNI AD dan sebagai wadah pembinaan kesatuan. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai ajang bagi para atlet TNI AD untuk uji tanding dan unjuk kemampuan, serta memantapkan ketangkasan olahraga yang telah dilatihkan di lingkungan satuan masing-masing.

“Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta iklim kompetisi yang sehat di antara prajurit-prajurit TNI AD, sehingga dapat memacu motivasi dan semangat untuk terus berprestasi, baik secara perorangan maupun satuan,” katanya.

Lebih lanjut Jenderal TNI Mulyono mengatakan, TNI AD memberikan perhatian khusus terhadap pembinaan olahraga melalui ajang PORAD, karena dalam olahraga tersebut terdapat beberapa nilai yang tepat seperti jiwa sportifitas, nilai-nilai kejuangan, pantang menyerah, disiplin pribadi dan kesatuan.

Melalui olahraga, juga bisa belajar tentang berbagai hal, termasuk tentang pentingnya kerja sama tim untuk mencapai prestasi

“Melalui olahraga, kita juga belajar tentang integritas. Olahragawan dituntut untuk bertanding secara _fair_, dengan menghindari cara curang atau tidak terpuji. _There is no I in Team_, begitu istilah yang sering kita dengar,” ujarnya.

Jiwa kompetitif yang sehat, tambahnya, perlu ditumbuhkan, mengingat tantangan TNI AD ke depan semakin berat dan kompleks.

Kasad juga mengakui bahwa kegiatan PORAD telah lama terhenti dan tidak dilaksanakan. Mulai tahun 2018 ini dihidupkan kembali dan akan dilaksanakan sebagai kegiatan tahunan.

“Namun ke depan, khususnya untuk Kontingen Kostrad, akan dibagi menjadi tiga divisi, karena Kostrad terlalu besar dan untuk memberikan kesempatan bagi Kodam-kodam lain yang belum pernah juara sehingga juga dapat berprestasi,” katanya.

Dengan berakhirnya PORAD ke VIII Tahun 2018, Kasad Jenderal TNI Mulyono optimis bahwa atlet TNI AD bisa meraih hasil optimal di kejuaraan lainnya.

“Jika saya cermati hasil PORAD ke VIII tahun 2018, saya optimis atlet TNI AD akan meraih hasil optimal di kejuaraan nasional maupun Internasional,” kata Kasad penuh keyakinan.

PORAD ini telah delapan kali digelar. Pertama pada tahun 1989, selanjutnya 1991, 1993, 2006, 2007, 2009, 2011, dan yang baru saja usai adalah PORAD KE VIII tahun 2018. Selama pelaksanaan PORAD, Kontingen Kostrad sudah tiga kali meraih gelar juara umum, yakni 1993, 2006, dan sekarang 2018.

Acara penutupan PORAD VIII 2018 ini dihadiri Gubernur Akmil Mayjen TNI Eka Wiharsa selaku Ketua Penyelenggara PORAD VIII, para Panglima Kotama, panitia penyelenggara, wasit, dan para Komandan Kontingen, serta tamu undangan.(spi/yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here