Musim Kemarau Tiba,Warga Soreang Bingung Mencari Sumber Air

0
4
SUMBER AIR PEGUNUNGAN: Anggota Polsek Cikancung bersama anggota TNI ikut mengawasi dan membagikan air kepada masyarakat yang membutuhkan.

Soreang,sinarpagiindonesia.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mengungkapkan terdapat 15 kecamatan dan 58 Desa di Kabupaten Bandung mengalami kekeringan akibat musim kemaray tahun ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Ahmad Djohara mengatakan, dari data tersebut ada sekitar 169 ribu jiwa berpotensi mengalami kesulitan air bersih. Bahkan, tiga kecamatan yaitu Baleendah, Arjasari dan Banjaran sudah mengajukan permohonan bantuan air bersih.

’’Permintaan ini akan segera direspon dan akan dikirimkan tanki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter sampai 15.000 liter,’jelas Johara ketika ditemui hari ini (01/08/18)

Menurutnya, kekeringan sebetulnya sudah terjadi sejak April lalu. Bahkan, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak kemarau akan terjadi pada akhir Juli, Agustus hingga September.

“Kita menerima surat dari BMKG, puncak kekeringan Agustus-September,” kata dia.

Kendati begitu dari data yang diungkapkan 15 Kecamatan di Kabupaten Bandung tersebut merupakan data kekeringan tahun lalu. Sedangakan, untuk data jumlah desa tahun ini dia bera;asan masih dilakukan kroscek kelapangan dan membuat surat edaran tentang permohonan data di iap kecamatan seputar potensi kekeringan.
’’ Nah setelah data terkumpul selanjutnya menyelenggarakan rapat dengan dinas terkait,’’kata dia.

Setelah itu, lanjut dia, di dalam rapat akan meminta pertimbangan teknis. Sehingga jika, kekeringan makin meluas maka akan ditetapkan siaga darurat dan apabila semakin parah akan ditingkatkan menjadi tanggap darurat.

Johara menambahkan, di musim kemarau masyarakat diimbau agar mewaspadai angin puting beliung dan kebakaran. Sebab. Ketika datang kemarau kedua bencana itu biasanya sering terjadi secara tiba-tiba.

’’ Masyarakat harus berhati hati terhadap perabotan rumah tangga dan jangan buang puntung roko sembarangan,’’kata dia.

Sementara itu, melihat masyarakat kesulitan air bersih Polsek Cikancung langsung merespon permintaan air bersih dengan membagikannya langsung kepada masyarakat secara gratis.
Terlebih dalam beberapa bulan terakhir sumur milik warga telah mengering.

Kapolsek Cikancung, AKP Ivan mengatakan, meski belum terlalu kering. Namun, beberapa kampung di Cikancung sudah mulai kekurangan air bersih. Sehingga, pihaknya memerintahkan jajaran Babinkamtimbas untuk mendata wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.

“Kita bantu memberikan pasokan air ke kampung itu dan koordinasi dengan kepala desa. Pendistribusiannya dipusatkan di Kampung Sindangsari RT 01/12 Desa Cikasungka dan wilayah tersebut yang dinilai sangat membutuhkan,” Ujarnya.

Menurutnya, stok sumber air di depot yang berada di Kampung Peundeuy Desa Tanjunglaya masih ada. Sehingga, pihaknya berinisiatif untuk membantu warga.

Dia memaparkan, sebagian besar warga di wilayah Cikancung sebetulnya mengandalkan air dari pengunungan dan untuk mendapatkannya harus menggunakan kendaraan roda empat.

Untuk itu, Ivan menganjurkan kepada kepala desa di Cikancung harus memiliki bak penampungan air berukuran besar. Sehingga, sewaktu-waktu dapat dimanfaat bila kesulitan air.(spi/dimas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here