“Sebulan Berjalan,Pelaku Perampokan Bank BTPN Belum Juga terungkap”

0
4
Kapolri saat diwawancarai tentang kinerja Polri mengatakan,ganti Kapolresnya atau Kapolda apabila tidak mampu ungkap kasus.
Medan,sinarpagiindonesia.com – Hampir satu bulan para pelaku perampokan uang dana pensiunan Bank BTPN di Jalan Besar Medan Batang Kuis Desa Bandar Kallipa Kecamatan Percut Sei Tuan hingga kini para pelaku belum berhasi ditangkap Polsek Percut Sei Tuan dan Polrestabes Medan.

Perampokan yang terjadi dilakukan para pelaku dengan memakai satu pucuk senjata berbentuk pistol yang terekam Video kamera CCTV yang ada terpasang di Bank tersebut.

Selain itu, usai menggasak uang Rp 148 juta dalam bank BTPN tersebut, pelaku yang tak memakai alat tutup kepala (Sebo) langsung lari memakai mobil Toyota Avanza hitam hingga menimbulkan perhatian warga yang kebetulan ramai dilokasi tersebut.

Salah seorang pelaku perampokan Bank BTPN terekam CCTV kantor.

Selanjutnya, pihak Bank BTPN kawasan Medan Tembung  mengadukan perampokan tersebut, hingga akhirnya  Kepolisian Polsek Percut Seituan bersama petugas Inafis Polresrabes Medan langsung  ke lokasi TKP selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara pada hari Jumat (10/07/2018) sekira Jam 08.45 Wib.

Hingga kini para pelaku perampokan Bank BTPN masih bebas berkeliaran sepertinya mereka masih nyaman untuk mencari mangsa lainnya.

Sementara itu, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri saat dikonfirmasi wartawan tentang belum terungkapnya kasus perampokan diwilayah hukumnya terkesan “cuek dan sepertinya mengelak untuk menjawab pertanyaan wartawan”.

Namun,ketika wartawan sinarpagiindonesia.com melakukan konfirmasi ulang tentang kasus perampokan Bank BTPN tersebut,beliau menjawab tetap memfokuskan kasus tersebut.Setiap hari intel,serse maupun babinkamtibmas ditempatkan pada tempat tempat setrategis memantau keberadaan pelaku perampokan tersebut.

“kami,bukan tidak bekerja seperti yang ditudingkan dibeberapa media tapi,poto yang kita dapatkan dari CCTV kantor tersebut kurang jelas ujar Kapolsek pada awak media ini pada Rabu malam melalui telepon celular (HP) (7/8/18) jam 21.00 Wib.

Dengan perjalanan waktu satu bulan,Kapolsek dianggap tidak mampu menjalankan tugas yang diberikan Kapolri kepada selurih bawahannya.Perampokan yang berhasil membawa kabur uang sebesar Rp 148 Juta dari Bsnk BTPN Kapoldasu sudah selayaknya mengepaluasi kinerja Kapolres dan Kapolsek.

Terpisah, seperti pernyataan Kapolri yang dilansir wartawan lewat situs media dan viralnya rekaman vidio tentang kinerja kepolisian yang ada mengenai ‘jika dalam sebulan adanya kejadian tak terungkap maka siapa saja pihak pimpinan “Kepolisian yang berada di wilkum terjadinya aksi kejahatan yang terjadi dan tak bisa terungkap maka harus dicopot””Kalau misalnya dalam satu bulan ini ada kejadian tidak berhasil terungkap, ya ganti lah. Ganti Kapolres, Dir serse, Kasat serse, atau Kapoldanya, berarti dia enggak bisa kerja, dan,ditawarkan kepada yang mau, yang bisa kerja,” tegas Tito di Gedung PTIK, Jakarta, Rabu (4/7) (Seperti dikutip dari situs media yang piral.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu melalui pesan singkat Whatsapp sat dikonfirmasi wartawan mengatakan, jika pihaknya masih berupaya untuk melakukan penyelidikan dan belum ada kendala dalam mengungkap kasus perampokan yang terjadi di Bank BTPN tersebut.

“Masih kita selidiki,kita upayakan  semaksimal mungkin jawab Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu sembari menambahkan pihaknya belum ada kendala”sewaktu dimintai keterangannya  pada Minggu malam (5/08/18) .(spired)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here