Berjalan 10 Tahun “Kasus Bupati Rohil Dalam Kasus Mark Up Tidak Tersentuh Hukum”

0
1296

Bupati Rokan Hilir Suyatno diduga pelaku mark up atas tanah warga senilai 20 M

Rohil,sinarpagiindonesia.com – Berdasarkan dari pemberitaan salah satu media terbitan lokal HR pada beberapa tahun silam,hingga kini tidak membuahkan hasil.Pantauan salah satu LSM Gerakan Rakyat Peduli Penegakan Hukum Republik Indonesia (GRPPH-RI) Rokan Hilir,Bambang Irawan selaku sekretaris mengatakan,Kejaksaan Negeri(Kejari) Rohil sepertinya tidak mampu menangkap Bupati Rohil Suyatno.

“Sudah jelas ada indikasi penipuan terhadap warga yang dilakukan Bupati dalam kasus ganti rugi lahan yang diberikan dan diterima oleh warga masyarskat sejumlah 5,1 Milyar” pada tahun 2008 lalu dugaan warga dan LSM yang menyoroti kasus tersebut ada di Mark – Up Bupati Suyatno.

Adapun temuan-temuan sekrestaris LSM GRPPH-RI dilapangan berdasarkan bukti-bukti pengaduan masyarakat terhadap lembaganya.Sungguh sangat ironis pihak Kejari seolah olah tutup mata dalam kasus mark up ini.”Jelas ini sudah merugikan warga masyarakat akan tetepi Kejari tidak sanggup menangkap aktor penipuan tersebut”ujar Bambang pada sinarpagiindonesia.com.

Seperti dalam nota pencairan anggaran ganti rugi lahan yang ditanda tangani mantan Sekda Rohil Asrul M,Noor pada Desember 2008 silam sejumlah 20 Milyar.Jelas dan nyata Bupati Rohil Suyatno bertindak sebagai pihak pertama dalam berita acara negosiasi antara panitia pengadaan dengan warga masyarakat pemilik tanah.

Seiring berjalannya waktu pada 14 januari 2015 yang silam, salah seorang warga bernama Tamrin Yusup’ penduduk Desa Labuhan Tangga Hilir Kec.Bangko Kab.Rokan Hilir’ Provinsi Riau melaporkan Bupati ke Kejari Rohil Bagansiapiapi.Dan pada saat itu yang menerima laporan saudara Tamrin salah seorang pegawai bernama Rosma.

Begitu juga ketika yang menerima surat tembusan ke Sekretaris Daerah (Sekda)  Rohil yang menerima surat Linda Doresika pada 14 januari 2015 lalu.Berawal pada mulanya pembebasan lahan yang terletak di RT.014 RW.04 Dusun Sepakat, Desa Labuhan Tangga Besar Kec.Bangko Kab.Rohil pada tahun 2008 yang silam.

Begitu juga ketua LSM Rakyat Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (RPK-RI ) mengatakan kepada sinarpagiindonesia.com wilayah ini sudah dimekarkan.Kini suda menjadi Desa Labuhan Tangga Hilir Kec.Bangko Kab.Rokan Hilir Provinsi Riau ujar Ermansyah.

Ermansyah juga menyebutkan,kenapa kasus yang mencapai 20 Milyar ini didiamkan…?.”Apakah Bupati Rohil Suyatno kebal hukum,atau Kejari Rohil yang mandul karena diduga sudah nenerima upeti dari sang Bupati tersebut”.Namun team masih mencari bukti yang lebih akurat, untuk menyeret Bupati menuju Hotel Prodio(rumah tahanan) ujar Ermansyah dan Bambang pada awak media ini.(spi/erm/team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here