“Kejaksaan Negeri Bagansiapiapi di Duga Terima Upeti Dari Bupati Rohil”

0
1813

Disinilah Bupati Rohil Suyatno berkantor,diduga Bupati tersebut me Mark Up uang Negara sebesar Rp 20 Milyar.(poto:istimewa)

Rohil,sinarpagiindonesia.com – Lagi lagi kekuasaan Bupati Rokan Hilir tidak tersentuh Hukum,ini dibuktikan dengan tidak mampunya Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohil untuk menangkap Bupati, pengemplang uang rakyat.Seperti yang sudah diberitakan media cetak lokal dan media online baik daerah maupun luar daerah Riau.

Ironis memang,Kejaksaan Rohil,ibarat kerbau yang dicucuk hidungnya,”Apa yang dikatakan Bupati Rokan Hilir Suyatno seperti punya hipnotis” ini telah dibuktikan Bupati selama kurang lebih 10 Tahun,”Bupati tersebut tenang tenang saja tanpa ada pemangilan maupun pemeriksaan dalam kasus Mark -Up uang Negara”.

Bambang Irawan selaku sekrestaris LSM Gerakan Rakyat Peduli Penegakan Hukum Republik Indonesia (GRPPH-RI) Kabupaten Rokan Hilir,Beserta Ermansyah Ketua DPD Rakyat Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (RPK-RI) kedua Ketua dan sekretaris LSM tersebut,meminta kepada “Kejari Rohil untuk memenjarakan Bupati Rohil Suyatno”.

Bupati Rohil Suyatno pernah dilaporkan masyarakat,ke Kejaksaan Negeri Bagansiapiapi Rohil, karena diduga melakukan tindakan korupsi pengadaan lahan pada tahun 2008 yang lalu’ beber mereka bersamaan kepada awak media ini.

Bambang juga mengatsksn,warga masyarakat, pernah langsung mendatangi kantor Kejari Rohil yang fiterima Kepala Seksi Pidana Khusus (Kapidsus) beberapa waktu lalu.Namun hingga kini laporan tersebut sepertinya “hilang ditelan Bumi”ujar Bambang lagi.

Pencairan dana yang diduga di mark”up. dengan nilai  ganti rugi lahan yang diberikan dan diterima oleh masyarakat, dengan jumlah Rp.5,1 Milyar.Sementara pada saat, itu notapencaiaran anggaran ganti rugi lahan,yang turut ditandatangani mantan Sekda Rohil Asrul M’ Noor pada Desember’ 2008 silam Sejumlah Rp.20 Milyar

Berdasarkan berita acara kedua belah pihak, antara pemkab Kab.rohil yang ditandatangani oleh Suyatno dengan Darmawan yang bertindak atas nama masyarakat, pemilik tanah yang di sepakati dengan harga Rp.19.000 × 270.740, 45 M2.Yaitu Rp.5.144.068.550( Lima Milyar Seratus Empat Puluh Empat Juta En.am Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah)

Diperkirakan kerugian Negara diduga kisaran 14 milyar rupiah.Dan pada 14 Januari 2015 yang lalu salah seorang warga bernama Tamrin Yusup Desa Labuhan Tangga Hilir Kec.Bangko Kab.Rokan Hilir’ provinsi Riau juga melaporkan Kejari Rohil Bagansiapiapi atas “penipuan yang dilakukan Bupati Rohil Suyatno”.

“Laporan tersebut diterima pegawai Kejari Rosma namun,apakah disampaikan ke Kejari atau petinggi di Kejari hanya Rosma sendiri yang tahu”.Sebab hingga kini kasus yang sudah berjalan hingga 10 Tahun tak kunjung diproses oleh pihak Kejari Rohil.”Ataukah ada deal deal tertentu antara Kajari dengan Bupati Rohil Suyatno..?.

Bambang dan Erman meminta kepada Kajari Bagansiapiapi untuk sesegera mungkin memproses kasus Mark Up Bupati Rohil,apabila kasus tersebut tidak diproses,maka kedua pentolan LSM Rohil tersebut akan menghadap Jaksa Agung di Jakarta untuk meminta “Kajari Rohil dicopot dari jabatannya karena,tidak mampu menangkap otak korupsi di Kantor Bupati yaitu Bupati Suyatno”.(spi/er/team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here