Dinas Parawisata Kabupaten Bandung Gelar Pestipal Kendan Nuras Cai

0
100

Nagreg,sinarpagiindonesia.com –  Dalam upaya memelihara mata air dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan budaya dan pariwisata, Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disparbud) Kabupaten Bandung menggelar pestival Kendan, Minggu, (16/9/2018).

Helaran festival yang bertemakan “Hayu Urang Nuras, Nyaah Ka indung mulang ka bandung ngawangun 1000 kampung,” diprakarsai oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung.

Untuk helaran festival digelar di Lapangan Kampung Pamujaan Desa Citaman Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, dengan menampilkan berbagai kesenian sunda, tari kereueus, gondang, angklung/karinding, celempung, kaulinan urang lembur, bangbra, dan Wayang Golek.

Sementara untuk prosesi Nuras Cai terletak di Kampung Nenggeng, yang tidak jauh dari tempat pagelaran, yang merupakan sumber mata air.

Bupati Bandung H. Dadang M Naser berpesan, kepada para budayawan Kabupaten Bandung perlu meningkatkan wawasan budaya, yang harus menyesuaikan dengan jaman sekarang.

“Budaya harus di aplikasi dan diinovasi sehingga mampu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya kepada media usai mencoba panahan yang disediakan panitia.

Menurutnya, wawasan tentang budaya harus diperluas jangan dipersempit. Jangan sampai masyarakat tidak megerti tentang ruh kebudayaan. “Ruh budaya kabupaten bandung adalah sabilulungan, membina nilai-nilai yang baik dan mencari nilai-nilai baru yang akan menjadi kebudayaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Nuras Cai di nagreg menarik dan perlu ditingkatkan. Budaya merawat sumber mata air ini, harus dapat di inovasi dan kolaborasi dengan kemajuan teknologi sehingga air dapat bermanfaat bagi masyatakat banyak.

“Kedepan diharapkan bagaimana kegiatan atau even budaya Nuras Cai ini dapat meraih wisatawan mancanegra,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Budaya, Agus Firman Zaini mengatakan, Nuras sebagai salah satu budaya masyarakat Nagreg dalam merawat sumber mata air untuk kemanfaatan masyarakat.

“Sumber mata air jangan sampai dijual oleh masyarakat, tetapi harus dijaga dan dirawat,” ungkapnya.Direncanakannya, kedepan di lokasi tersebut akan di jadikan kawasan wisata budaya.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Ir. Anang Susanto,MSi, memaknai tema Nuras tahun 2018 ini sebagai sebuah harapan dimana putra daerah asal bandung mampu mengembangkan pariwisata budaya di kampung halamannya.

“Makna Nuras Cai sebagai sebuaj budaya, memiliki pengertian yang begitu dalam dalam eksistensi untuk mengembangkan pariwisata dan kebudayaan. Seorang putra daerah akan mampu membangun dan mengembangkan kampung halamannya,” ungkapnya.

Nuras sendiri adalah budaya merawat mata air. Metode maayarakat jaman dahulu, kampung kreatif.”Saya sebagai ketua dewan mendorong kegiatan ini untuk mendorong peradaban agar kebudauaan menjadi lokomotif perubahan,” ungkapnya.

Diharapkannya daerah ini dapat menjadi destinasi wisata budaya di Nagreg Kabupaten Bandung. “Kedepan lokasi ini harus didorong untuk menjadi destinasi wisata pilihan di kabupaten bandung,” ungkapnya.

Nampak hadir dalam kegiatan festival kendan, para anggota legislatif kabupaten Bandungecep Suhendar, para kepala dinas, para camat dan kepala desa yang ada diwilayah kecamatan Nagreg. (spi/andi/dimas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here