Salah Seorang Warga,Ambil Sampel Air Sungai Sirahgajah Yang Terlihat Hitam Pekat

0
74

Rancaekek,sinarpagiindonesia.com –  Program Citarum Harum yang diprogres oleh Satgas TNI, khususnya Kodam III/Siliwangi nampaknya belum membuahkan hasil yang maksimal. Padahal, jajaran sektor disetiap wilayah telah dipetakan satuan tugas secara efektif.

Sungai Cimande yang merupakan Daerah Anak Sungai (DAS) Citarum sebelumnya disikapi oleh dansektor 6 kodam III/slw akibat tercemari oleh limbah cair B3 yang bersumber dari pabrik-pabrik sekitar.

Upaya yang dilakukan dalam mengusung program Citarum Harum, pihaknya mengecor beberapa saluran limbah terhadap pabrik yang dinilai mencemari. Seperti yang dinyatakan Dansektor 6, Kol Inf Yusef Sudrajat beberap waktu lalu.

“Kami masih akan melakukan penutupan saluran limbah, karena masih ada laporan beberapa pabrik yang membuang limbah tanpa pengolahan yang baik, jika ingin dibuka perbaiki ipalnya”, Ungkap Dansektor 6, Kol Inf Yusef Sudrajat, kepada sinarpagiindonesia.com saat melakukan Pengecoran Saluran Limbah Pabrik PT. Senotexindo, di Rancaekek Rabu (04/07), beberapa waktu lalu.

Saat itu, setelah terjadi sidak secara gebiar, sungai Cimande mulai terlihat baik. Hasilnya pun berdampak bagi petani bisa kembali mengkonsumsi sungai Cimande untuk mengairi sawahnya.

Namun, tidak lama kemudian, selang beberapa bulan masyarakat kembali mengeluh, Cimande kembali hitam pekat. Bahkan, lebih parah, dampaknya hingga resapan sungai cimande bagi sumur warga dinilai terkontaminasi limbah. Terlebih, sawah para petani kembali tidak diari sungai cimande.

Belum lama ini keluhan warga hingga diterima pihak Desa, terutama di wilayah Desa Cangkuang, Rancaekek. Mereka meminta agar pabrik jangan dulu membuang limbah, berhubungan saat ini dimusim kemarau, sehingga satu sumber pengairan warga adalah sungai Cimande.

“Warga disini mengeluh, sumur dan sawahnya dianggap terkontaminasi limbah. Jadi, mereka takut jika dikonsumsi, sedangkan tidak ada sumber lain”, Ungkap Sekretaris Desa Cangkuang, Dendi Gustandar, dikantor Desa Cangkuang, saat dikonfirmasi sinarpagiindonesia.com, belum lama ini.

Air limbah berbahaya tersebut, saat ini belum diketahui jelas siapa yang membuangnya. Sebab, beberapa pabrik yang memanpaatkan sungai Cimande sebagai pembuangan limbah cair diantaranya PT. Kahatex, PT. Kwalram, PT. Budi Agung, Cv. Master Loundry, PT. Senotexindo, PT. Natatex dan beberap pabrik laiinnya.

Berdasarkan temuan warga Nanjung Mekar, Senin (08/10) pagi tadi, sungai Cimande nampak hitam pekat. Karena penasaran, warga tersebut melihat lebih dekat dan mengambil sample air tersebut dengan menggunakan botol bekas.

“Warnanya hitam pekat dan bau, saya meminta bantuannya, agar kembali dilakukan sidak. Terutama, Sungai Cimande yang melintas Ke Desa Nanjung Mekar”, Ungkap Ag (inisial), Kepada sinarpagiindonesia.com, Senin (08/10), di Rancaekek.

Ia menduga, kali ini (pagi), pabrik yang membuang limbah cair tersebut bersumber dari perusahaan yang membuang limbah melintasi sungai Cimande wilayah Desa Nanjung Mekar.

“Pembuangan Limbah pabrik ke sungai Cimande yang melintasi Desa Nanjung Mekar ini Hanya PT. Kahatex dan Natatex”, pungkasnya. (spi/dimas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here