Demi Menghindarkan Paham Radikalisme,Kapolda Sumut Dirikan Galeri Perdamean

0
33
Medan,sinarpagiindonesia.com – Maraknya radikalisme dan aksi terorisme di Indonesia yang dapat merusak dan memecah belah NKRI, Polda Sumatera Utara bergerak cepat, salah satunya dengan mendirikan galeri perdamaian, Kamis (1/11/2018).

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Agus Andrianto, SH mengatakan galeri ini didirikan untuk mencegah dan menekan paham radikalis dan bahaya teroris ditengah masyarakat.

Di dalam galeri ini, terdapat gambaran atas aksi dan pasca aksi paham radikal dan teroris yang dapat merusak dan memecah belah NKRI.

“Saya meresmikan ini untuk mengingatkan kembali generasi muda dan masyarakat akan bahaya paham radikal dan teroris,” kata Kapoldasu saat meresmikan galeri perdamaian di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Kamis (1/11/2018).

“Agar semua masyarakat sadar, Indonesia ini perlu dijaga dengan kedamaian,” sambungnya.

Ia juga meminta kepada eks pelaku teroris dan paham radikal untuk berkomitmen menjaga NKRI dari perpecahan dan terus mensosialisasikan bahaya paham tersebut kepada masyarakat.

Dalam peresmian galeri perdamaian ini, sejumlah pejabat utama Polda Sumut hadir yaitu Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, Dirkrimum Kombes Andi Rian, Dir Intelkam Kombes Dedy Kusuma Bakti, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Pimpinan Ponpes Al Hidayah Sei Mencirim dan Pimpinan Galeri Perdamaian Ustaz Khairul Ghazali, sangat berterimakasih kepada Kapolri, Kapolda Sumut dan jajaran karena sudah membantu mendirikan galeri perdamaian ini.

Awalnya, galeri ini hanya didirikan seadanya, berdinding tepas, beralaskan kayu dan beratapkan rumbia, namun sekarang sudah cantik dan berbasis teknologi digital.

“Saya berharap galeri perdamaian ini dapat membantu dan menyadarkan masyarakat yang sekarang ini sedang berada dikegelapan yaitu menjalankan aktifitas radikal untuk memecah belah NKRI,” katanya.

Gazali yang juga eks terorisme atas kasus perampokan bank CIMB di Medan menyatakan pernah berada didalam kegelapan untuk berperang dengan negara mengatas namakan agama Islam, sehingga membuat dirinya di penjara. ternyata, aksi masa lalunya tersebut sangatlah salah apalagi merugikan orang banyak.

“Saya menyesal melakukan aksi terorisme, dan di penjara saya mengetahui yang saya lakukan salah kini saya mendapat hidayah untuk menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia,” ujar Gazali.(spi/ring)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here