Belum Mempunyai Ijin,PT Budi Agung di Demo Warga

0
142

Rancaekek,sinarpagiindonesia.com –  Sejumlah Warga Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mendatangi pengerjaan pengembangan bangunan PT Budi Agung, Sabtu (03/10/2018). Warga meminta untuk menghentikan sementara proyek tersebut.

Menurut keterangan warga setempat, pengerjaan pembangunan tersebut tidak ada pengajuan ijin kepada masyarakat. Selain itu, dalam pengerjaan proyeknya, menimbulkan kebisingan hingga mengganggu aktivitas warga.

Ketua Rw 01, Memed mengatakan, pihak PT Budi Agung tidak pernah mengajukan proses perijinan kepada masyakatat. Shingga, ia menilai proyek pengerjaan tersebut tidak mengantongi ijin.

“Selain pengerjaannya menggangu masyarakat akibat bisingnya paku bumi, ijinnya pun belum ada proses ke warga setempat”, Ungkap Memed kepada sinarpagiindonesia.com, dilokasi proyek.

Berdasarkan pantauan sinarpagiindonesia.com  lokasi pengerjaan pengembangan bangunan PT. Budi agung melewati aliran sungai Cimande. Sehingga terpantau, pihaknya membuat jembatan husus untuk memindahkan materil dan alat berat guna melewati sungai tersebut.

Selain penyalah gunaan lokasi Cimande, akibat pemakaian alat berat, badan sungai tersebut menyempit akibat materil proyek. Warga hawatir, jika terjadi hujan air sungai Cimande akan meluap ke atas permukaan rumah warga.

Dilokasi pengerjaan, Pihak Kepolisian Sektor Rancaekek, Bhabinkamtibmas Desa Cangkuang, Uus mengarahkan kepada pihak perusahaan untuk segera memperbaiki kerusakan badan sungai Cimande. Selain itu, ia meminta untuk menghentikan kegiatan proyek tersebut.

“Sesuai permintaan masyarakat, demi menjaga keamanan dan ketertiban, proyeknya harus dihentikan dahulu, sebelum ada penyelesaian sesuai ketentuan dan kesepakatan warga”, kata Uus.

Dilokasi pengerjaan, Edi, Personalia PT Budi Agung menghampiri warga, pihaknya menyanggupi untuk menghentikan proyek sementara. Saat dikonfirmasi, ia membantah jika pengembangan pembangunan tersebut belum mengantongi ijin.

“Kita sudah melengkapi perijinan proyek ini pak, silahkan jika mau mengecek ke Dinas terkait”, Pungkasnya.

Namun, setelah ditanyakan sinarpagiindonesia.com kepada Pemerintah Desa Cangkuang, Iir Irdiana pegawai desa tersebut mengaku, tidak pernah ada proses pengajuan ijin kepada pihak desa.

“Pengembangan bangunan PT Budi Agung memang saya anggap tidak berijin, begitupun diakui oleh Kepala Desa, setelah saya tanyakan bahwa Pemerintah Desa belum pernah menerima pengajuan perijinan”, singkatnya. (spi/dimas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here