Oknum Penghulu Persulit Pengurusan Surat Ijin Keramaian Pernikahan

0
160

 

Simalungun,sinarpagiindonesia.com – Ingin hati ingin menghibur warga diacara keramaian pesta anaknya.Namun apa yang diharafkan berbalik 360 Derajat  seperti apa yang diharafkan Supryadi dan Suyatik dalam hajatan pesta perkawinan anak mereka menjadi malu pada warga sekitar.

“Subhan selaku Penghulu Bandar Betsy dua Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara,yang berulang kali didatangi oleh Supardi dan ditemani oleh saudara Ermansyah ketua Rakyat Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (RPK – RI) untuk meminta surat ijin keramaian yang diarahkan oleh Polsek Perdagangan.

“Namun sungguh ironis,seorang Penghulu tidak bisa dijumpai oleh warganya ada apa ini…?.Supryadi dan Ermansyah telah mendatangi Kantor Lurah tempat nya bekerja tidak ketemu malahan kantor pelayanan warga tersebut tampak kosong melompong”.Begitu juga ketika didatangi kerumah yang ada cuma istrinya.

Dan istri Penghulu tersebut mengatakan bapak tidak ada dirumah,katanya pergi ke Siantar tanpa menyebutkan tujuannya ke Siantar.Padahal surat ijin keramaian tersebut sangat dibutuhkan,karena menurut salah seorang petugas ke Polsian ibu R.Sihombing harus punya surat pengantar dari kelurahan ujarnya.

“Apakah serumit ini untuk mengambil surat pengantar dari penghulu untuk kepentingan hajatan pernikahan anak saya ujar Supardi “pada awak media www sinarpagiindonesia.com disela kebingungannya.

Saat Ermansyah Ketua LSM RPK-RI menjumpai salah seorang perangkat Desa sebelumnya, waktu acara pesta belum dilaksakan dirinya menjumpai Sunarto selaku Gamot Kepenghuluan Bandar Betsy dua guna untuk memberitaukan bahwah Supriadi akan melaksanakan acarah pernikahan anak kandungnya sekali gus,mau membuat hiburan kibot . Supryadi meminta kepada Sunarto untuk menguruskan surat izin perkuning dari pihak kepolisian Sektor Perdagangan ternyata sunarto tidak mau dikarenakan kibot dije

Sebelumnya,Subhan selaku penghulu menghubungi Supryadi lewat telpon pada tangal 2/11/2018 Guna untuk menghadap polsek sektor perdagangan Kec.Bandar Huluan Kab.Simalungun dalam rangka untuk mengurus surat izin perkuning dari pihak ke Polisian guna untuk acara hiburan kibot yang akan dilaksakan pada tanggal 4/10/2018.

Karena waktu sudah sangat mendesak dan panjar kibot sudah dibayar,Supryadi dan Ermansyah menghubungi  Subhan melalui telepon selularnya ( HP )dengan nomor 0812697055**  namun tidak diangkat.Begitu juga Babinkamtibmas pak Muslim yang mengayomI warga sekitar daerah tersebut dihubungi tetap mengatakan harus ada surat pengantar dari Kepala Desa,guna mengantisipasi adanya keributan,kita sudah ada surat ijin ujarnya.

Karena waktunya telah tiba acara pesta dengan menggunakan kibot terus berlangsung walaupun tidak diberikan surat ijin keramaian.Disaat acara pernikahan berlangsung,tiba-tiba Subhan datang dengan beberapa angota ke Polisian sektor Perdagangan langsung masuk keruang tempat pesta.

“Namun sungguh memalukan,seorang Kepala Desa sengaja mencari-cari masalah Subhan memukul meja pada saat dihidangkan makanan dan minuman teh manis yang baru dibuat dari tuan rumah sekeluarga Akhirnya teh manis tersebut tercura menyiram kaki Ermansyah sebelah kiri.Melihat Kades marah kibot pun langsung berhenti sekitar pukul 21Wib langsung bubar karena ketakutan

Atas kearogansian Kepala Desa terhadap warganya,Ermansyah selaku ketua LSM RPK – RI akan menyurati Camat dan petinggi lainnya.Karena tidak layak seorang Kepala Desa berbuat seperti itu mempermalukan Supardi diacara pesta anaknya didepan masyarakat ramai ujar Ermansyah.( spi/erm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here