“PT.Sari Kebun Alam di Duga Dibeking Oknum Polisi Ajudan Toba Satu”

0
260

Gudang PT.SKA yang diduga dibekingi AIPTU ,FT Ajudan Toba Satu.(foto ist)

Tanjung Morawa,sinarpagiindonesia.com – Perusahaan PT.Sari Kebun Alam (PT.SKA) yang bergerak dibidang minuman atau jeli dengan merek X TEA dengan alamat sekarang Jalan Pantai Rantam No 88 Batang Kuis Tanjung Morawa Sumut -Indonesia beberapa hari lalu didatangi salah seorang serta team dari PT.Prima Jaya Eratama Tanggerang Banten.

Menurut,Askarius S Bria selaku orang kepercayaan dari PT.PJE kedatangannya ke Kota Medan karena perintah dari pimpinannya serta dibekali surat tugas dari perusahaan tersebut.Pada Senin (27/1/19) Askarius mendatangi kantor PT.SKA bersama beberapa orang wartawan.Sesampai dipintu gerbang dihadang oleh Sekuriti perusahaan tersebut,dan menanyakan keperluan apa kemari.Setelah dijelaskan oleh Askarius petugas sekuriti menyuruh menunggu hingga hampir setengah jam lamanya

“Ternyata,yang datang menjumpai kami salah seorang oknum Polisi yang bertugas di BRIMOB T.Morawa”.Maaf bapa bapa sekalian saya diperintahkan untuk menjaga disini,sedikit ada perdebatan Askarius yang diberi wewenang untuk menjumpai pemilik perusahaan Bp Malvin Haryanto yang sudah berjanji menyuruh datang ke Medan untuk menjumpainya ternyata,dibohongi.

“Namun,oknum Brimob berpangkat BRIPKA R.H,tetap ngotot tidak memperbolehkan siapapun untuk masuk kedalam kantor maupun gedung pabrik tersebut”.”Hutabarat juga mengatakan,silahkan bapa bapa melaporkan perusahaan ini kalau tidak senang ujarnya”, karena saya berada disini juga berdasarkan perintah dari AIPTU.F.T, sebagai ajudan Toba 1.

“Ironisnya lagi,ajudan Toba 1 memerintahkan agar siapapun jangan diberi masuk kedalam gudang” ucap Bripka R.H pada team yang berada didepan pintu masuk kantor tersebut.Ketika awak media ini ada menanyakan tentang keterlibatan ajudan Toba 1,RHsempat mengatakan saya Humas disini (red PT.SKA).

Salah satu produksi dari PT.SKA yang bahan bakunya dari PT.PJE Tanggerang Banten.

Hingga salah seorang wartawan yang berada dilokasi mengatakan,mari kita duduk diwarung kopi agar suasana tidak tegang.Dengan panjang lebar oknum Brimob tersebut bercerita saya hanya petugas yang diperintah oleh pimpinan ujarnya.

Pada Senin malam Selasa awak Media ini ada mengirim WA ke Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Tatan,tentang keterlibatan oknum Polisi berpangkat Aiptu yang berinisial FT sebagai ajudan Toba 1 yang diduga melakukan pembek up pan usaha PT.SKA yang mempunyai utang sebesar 6,705,654,947,59 Milyar kepada PT.PJE.Namun hingga berita ini dimuat Kabid Humas tidak ada membalas WA tersebut.

Dan PT.SKA juga ada memberitahukan tentang kerugian pada PT.PJE perihal mutu label yang dikirim PT.PJE sehingga ada kerusakan hingga menimbulkan kerugian yang cukup besar.Askarius sebagai orang yang dipercaya pimpinan PT.PJE mengatakan pada awak media ini,kalau perusahaan PT.SKA ada merasa dirugikan,mana bukti autentik seperti reutur barang atau barang tersebut dikembalikan ke kami tapi faktanya barang kami tidak tau keberadaannya ujarnya.

Sementara itu,Ketua Harian Laskar Merah Putih Sumatera Utara Nanang didampingi bung Wahyudi meminta kepada Bapak Kapoldasu,agar permasalahan ini harus dijelaskan kemasyarakat tentang sejauh mana tugas dan fungsi dari pada Polisi yang membek up usaha yang sedang bermasalah.

“Apa masih dibenarkan oknum Polisi mendekingi perusahan yang punya masalah,kalau tidak ada kejelasan dari Bapak Kapolda Sumut Irjen Pol Agus,akan kita bawa masalah ini hingga ke Mabes Polri dan akan kita surati Kapolri ujar Nanang di amini bung Wahyudi”. (spi/red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here