“Kadis Kehutanan dan Kapolres Rohil di Duga Tutup Mata Maraknya Perambahan Hutan di Wilkumnya”

0
127
Diduga kayu hutan hasil Ilegal Loging diolah ditengah kebun sawit oleh oknum tertentu untuk dijual kedaerah lain ini guna mengibuli petugas dari kepolisian.

Rokanhilir,sinarpagiindonesia.com – “Sepertinya pemerintah Provinsi Riau dalam hal ini Kepala Dinas Kehutanan tidak perduli hutan yang dilindungi oleh negara dibabat habis oleh sekelompok orang yang ingin memperkaya diri atau kelompoknya”.

Ironisnya lagi,tidak hanya bagian pemerintahan baik itu Bupati Rokan Hilir tapi,oknum Kepolisian juga tidak melakukan penangkapan terhadap para pelaku perambagan hutan yang berada diwilayah hukum Polres Rohil begitu juga Polsek setempat semuahnya tutup mata.”Diduga pejabat terkait sudah disuap oleh mafia perambah hutan.

Dengan maraknya penebangan Hutan diRohil,Bambang Irawan sebagai warga sekitar dan Sekretaris Kembaga Sosial Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Peduli Penegakan Hukum Republik Indonesia (GRPPH – RI) daerah Rohil angkat bicara,sudah banyak lahan Hutan digaraf oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab seperti didaerah Pekan Rabu Tanah Merah Kep,Langgadai Hulu Kecamatan Rimbo Melintang Kabupaten Rokan Hilir.

Bambang selaku Sekretaris diwilayah Rohil dalam beberapa hari belakangan ini ada menemukan lokasi gubuk ditengah perkebunan ternyata,ditengah kebun tersebut ada aktipitas pengolahan kayu dan dijadikan tempat jual beli kayu yang sudah dikerjakan oleh pengelola dari hasil perambahan hutan yang berada disekitar lokasi tersebut.

Salah seorang warga yang namanya tidak ingin dipublikasikan oleh awak media ini mengatakan,pengusaha panglong tersebut oknum yang biasa menggarap hutan diRohil  dan usaha ilegal tersebut sudah lama berjalan.Namun,untuk saat ini aparat dari Dinas Kehutanan naupun dari Kepolisian tidak pernah menggrebek lokasi panglong yang diduga tempat jual beli kayu hutan.

Bambang dengan gerak cepat melakukan konfirmasi soal izin usaha tersebut ke Penghulu Langgadai hulu yang bernama sugeng melalui Hand phone.“Dulu memang ada izin, hanya saja izin membuat mebel cuma tahunnya saya lupa karena sudah lama”ujar Penghulu tersebut pada Bambang.

Sembari menunjukan serta mmbawa dan  memiliki hasil hutan tanpa dukumen sebagaimana Bab” UU No.41/1999 tentang kehutanan pasal 50,Pasal 78 UU No.41/1999
18 UU No.41/1999 pasal 78 UU No.41/1999 pasal 50 UU No.41/1999 pasal 50 Ayat(1) Ayat(2) pasal 78 Ayat(1) pasal 50 Ayat(1) pasal 50 Ayat(2) di acam dengan pidana penjara paling lama 10(sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00(Lima milyar rupiah)

Dan masih menurut Bambang,“Kapolri sedang gencar-gencar nya menegakkan hukum di setiap’ daerah-daerah namun ini kenyataannya” ujar Bambang irawan selaku sekrestaris LSM'(GRPPH-RI) dan meminta Polda Riau dan Polres Rokan Hilir untuk melakukan  penyelidikan terkait izin kayu bahan bakunya di peroleh dari hasil Ilegal Loging.

Namun kenyataanya”Polres Rohil sepertinya tidak mengindahkan amanat Kapolri ini terbukti didaerah Rohil Ilegal Loging semakin hari semakin marak.”Ternyata,uang yang didapat dari Ilegal Loging cukup menggiurkan sehingga para pejabat tertentu tutup mata”.

Bambang Irawan akan melaporkan permasalahan ini ke Markas Besar Polisi Republik Indonesia(Mabes Polri) di Jakarta.Karena Kapolres Rohil diduga tidak sanggup untuk melakukan penangkapan terhadap mafia kayu diwilayah hukumnya ucap Bambang mengakhiri. (spi/red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here