GMKI Medan Selenggarakan Sekolah Penggerak Anti Korupsi Bagi Pemuda Anti Korupsi

0
66

Medan,sinarpagiindonesia.com – Maraknya pejabat maupun pegawai terjerat Korupsi, dan rendahnya kepedulian masyarakat dan ironisnya semakin sedikit generasi muda yang peduli soal itu membuat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Medan tergerak dalam mencetak penggiat dan aktivis Anti Korupsi.

Hal tersebut dikatakan Piki Darma Kristian Pardede selaku koordinator Sekolah Penggerak anti-korupsi GMKI Medan. Dia melihat berkurangnya kemunculan penggiat dan aktivis-aktivis muda yang menyoroti masalah korupsi. Padahal Sumatera Utara masih bersarang pejabat-pejabat yang Korup.

“Rendahnya minat dan berkurangnya kehadiran aktivis muda anti korupsi sudah patut kita sadari. Ini sangat mengkhawatirkan, semakin sedikit yang memiliki concern terhadap isu-isu korupsi” kata Piki disela-sela pelaksanaan kegiatan, Jumat (11/5/2019)

GMKI Medan mencoba melaksanakan program Sekolah Anti Korupsi berawal dari suksesnya Sekolah Anti Korupsi yg digagas oleh PP GMKI m.b 2016-2017 tahun lalu. Tujuannya untuk dapat mencetak aktivis-aktivis muda anti-korupsi.

Piki Pardede menjelaskan Sekolah Anti Korupsi ini dilaksanakan mulai hari ini 11 hingga 12 mei nanti tepatnya di Gedung lantai 2 PKM GMKI Medan, jl Iskandar Muda No.107A.

Hingga saat ini. Piki mengatakan jumlah peserta yg ikut sekitar 30 orang, karena satu angkatan mengakomodir beberapa pemuda di beberapa kampus.

“Mereka adalah mahasiswa yang tentunya juga bagian dari GMKI Medan dan pemuda gereja, hal ini diprioritaskan untuk mereka yang aktif di lembaga di kampus kampus yang ada dimedan dengan memunculkan iklim care to share” jelasnya kepada awak media.

Disisi lain, Rommy Iman Sulaiman, ST, MM selaku staf pencegahan dan pendidikan anti korupsi KPK RI mengatakan, pesertanya akan belajar semua hal terkait korupsi, bentuk-bentuk korupsi, penyelewengan hak dan kewanangan dalam mengatur anggaran serta cara pencegahannya.

“Kita boboti mereka dengan pelajaran ideologi anti-korupsi, pengetahuan umum mengenai anti korupsi, mulai dari aspek teori teologis, mobilisasi, hukum, dan dampaknya. Peserta harus diisi dulu baru akan di lakukan penguatan dan pembinaan”

“Kemudian kita juga mengembangkan kemampuan mereka bagaimana cara memobilisasi gerakan anti korupsi, seperti cara melakukan investigasi, mengkaji anggaran, menganalisis dampak hingga mengajukan bentuk campaign ,” kata Rommy

Rommy berharap lebih banyak pemuda Indonesia yang akan paham soal masalah korupsi dan penanganannya khususnya di kalangan generasi muda.

“Setelah lulus semua peserta bisa mengaplikasikannya sesuai 3 medan layan GMKI seperti yg dijelaskan oleh bung piki”. Tutup Rommy. (spi/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here