Kawasan Hutan Lindung di Duga Dijarah PT.BSM Group Sebagai Penampung Kayu Penjarahan

1215
Ketapang,sinarpagiindonesia.com – Awalnya perusahaan yang bergerak di Pabrik pengolahan Tepung Tapioka bahan baku dari Ubi Gajah atau sejenisnya di Ketapang Ecology And Agriculture Forestry Industrial Park, PT.BSM Group di Desa Sungai awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat di katakan oleh Yonatan .

Dilansir dari Media Kalbar senin (20/19) Bahwa pihak PT.BSM membeli kayu Ilegal dengan di lengkapi SK dokumen SKT, “sedangkan menebang membeli kayunya di tempat lokasi yang lain dan pihak PT.BSM membeli kayu hanya memfaatkan orang-orang tentu seperti saya tanpa di gajih dan tanpa di bayar saya berkerja dengan Big Bos Mr.Han.” ungkap Yonatan sebagai Pembeli kayu atas perintah Mr.Han.’’

Keberadaan kayu di PT.BSM Group Jutaan Meter Kubik Disinyalir tanpa memiliki izin asal usul kepemilikan sahnya hasil kayu hutan, adapun sebagian memiliki izin dengan di campur kayu yang memiliki Dokumen dari luar Kab.Ketapang sejenis kayu Mikanis, sedangkan jenis kayu rawa dari Hulu sungai Pawan yaitu dari Mayak-Tanjung Pura dan Hulu sungai Kecamatan Sandai Kab.Ketapang dengan modus izin SKT dan Sertepikat itu semua Terindikasi Ilegal dengan Membabat Hutan di sepanjang tepian Sungai Pawan sejenis kayu Belanti,cempedak air dan sejenisnya.

Dampak dan akibatnya Kab.ketapang kerab di landa banjir dan bencana Alam akibat hutan penyanggah di rusak oleh para penjarah Hutan terlarang hingga Gundul yang mana diduga di tampung PT.BSM hasil penjarahan hutan terlarang tersebut kawasan Pabrik di desa sungai awan sebagai Penampung dan Penadah penjarahan kayu hutan Lindung sepanjang bibir sungai pawan. (spi/tim)